Mantan Rival Gabung, SBY Dinilai Main Api
Kabar bergabungnya tiga partai politik yang menjadi pesaing Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada pemilihan presiden lalu, yakni PDI Perjuangan, Golkar, dan Gerindra semakin santer diberitakan. Sejumlah kalangan menyambut positif bergabungnya ketiga partai tersebut. Namun tak sedikit pula yang menentangnya. Selain tidak akan melahirkan oposan, bergabungnya ketiga partai tersebut juga akan membuat kabinet menjadi gemuk.
Kontrak Jelas, PKS Persilakan PDIP Masuk Koalisi
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak khawatir dengan rencana masuknya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Golkar ke koalisi Partai Demokrat. Sebagai partai peserta koalisi, PKS hanya menunggu realisasi kontrak politik yang ditekennya dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
SBY Kendalikan Arah Kekuatan Parpol Koalisi
Jika PDIP masuk dalam pemerintahan, maka partai-partai koalisi pasangan SBY-Boediono tidak akan menggertak Partai Demokrat. Sebab, posisi tawar yang dimiliki partai pendukung koalisi sangat kecil. Di samping itu, SBY memiliki kewenagan penuh dalam mengambil setiap kebijakan.
Mega, JK, dan SBY Bersama-sama Bangun Negeri
Pengamat Hukum Tata Negara, Irmanputra Sidin, mengatakan keputusan Mahkamah Konstitusi tentang perselisihan hasil Pemilihan Presiden hendaknya diterima oleh pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto, Jusuf Kalla-Wiranto, juga tim SBY-Boediono. “Hendaknya semua pihak pun bisa menerima hal ini dengan lapang dada demi pembangunan ke depan,” kata Irman di Jakarta.
PKS Dapat Terima PDIP Gabung Demokrat
Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKS, Zulkieflimansyah, menyatakan jika PDI Perjuangan bergabung ke pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hal itu merupakan sinyal positif bagi perkembangan demokrasi bangsa Indonesia. “Kami akan mensyukurinya. Itu artinya tidak akan basis nasionalis, nasionalis religius, dan Islam. Karena telah melebur dalam kerjasama,” kata Zulkieflimansyah, kepada VIVAnews, baru-baru ini.
PDIP & Golkar Gabung ke SBY, Tamatlah Riwayat DPR
Tamatlah riawayat DPR. Begitulah kira-kira yang akan terjadi bila benar menjadi kenyataan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Golongan Karya (Golkar) masuk dalam kabinet masa bakti 2009-2014. “Kalau betul PDIP dan Golkar merapat ke Demokrat, tamatlah riwayat DPR,” kata pengamat politik Sebastian Salang saat berbincang dengan okezone, Jumat (7/8/2009).
Megawati: Koalisi Besar Rontok Satu per Satu
Mega bersukur Gerindra tidak melupakan koalisi besar. Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengucapkan terima kasih kepada Gerindra yang telah menetapkan akan terus berjuang bersama PDIP. Mega bersyukur Gerindra tidak melupakan kesepakatan koalisi besar bersama Golkar dan Hanura.
Koalisi Besar Resmi Terbentuk
Koalisi besar untuk parlemen 2009-2014 telah terbentuk. Beberapa partai politik dengan digawangi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Golkar menandatangani kesepakatan bersama partai politik di sektretariat Partai Hanura Jakarta, Jumat (01/05). Partai politik yang menandatangani kesepakatan tersebut adalah PDIP diwakili Ketua Umumnya Megawati Soekarnoputri, Partai Golkar diwakili Ketua Umumnya Jusuf Kalla, Partai Gerindra diwakili Ketua […]