Tim SBY-Boediono: Tidak Ada Dana Asing Masuk

SBY - Boediono

SBY - Boediono

Termasuk perusahaan yang disebut-sebut berada dalam satu holding company.

Tim sukses SBY-Boediono mengklarifikasi perusahaan yang disebut-sebut sebagai perusahaan asing yang menyumbang dana kampanye. PT Northstar Pasific Capital, PT Northstar Pasific Investasi, dan PT Polykfilatex.

“PT Northstar Pasific itu terafiliasi dengan perusahaan dari Amerika. Secara basic, itu perusahaan nasional bukan asing,” kata wakil ketua tim sukses SBY-Boediono, Djoko Suyanto di Bravo Media Centre, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 28 Juli 2009.

Menurut Djoko, ada juga perusahaan yang diduga milik asing yakni PT Polykfilatex. Mantan Panglima TNI ini mengatakan, dua perusahaan itu dari direksi sampai produk-produknya semua berada di dalam negeri. Termasuk perusahaan yang disebut-sebut berada dalam satu holding company.

“Sebelum kampanye, Pak SBY berpesan, persoalan dana kampanye itu hati-hati dalam mengelola dana kampanye, baik menerima maupun memanfaatkan,” ujar dia.

Pesan lain SBY, bahwa dana kampanye itu harus jelas siapa penyumbang, dari mana, dan harus ada kejelasan itu soal identitas pribadi atau kelompok. Termasuk itu alamat si penyumbang, Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP harus sesuai dengan persyaratan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sementara, bendahara tim sukses, Boy Tohir menekankan, PT Northstar Pasific Capital, PT Northstar Pasific Investasi, dan PT Polykfilatex, adalah perusahaan terbatas badan hukum dalam negeri dan terdaftar di Indonesia.

“Pemegang saham untuk PT Northstar Pasific Capital, adalah Glenn Sugita dan Patrick Waluyo, untuk PT Northstar Pasific Investasi itu Rahendrawan. Sedangkan, untuk PT Polykfilatex itu Bapak Sinatra dari Bandung,” ujar Boy.

Semua perusahaan itu menurut Boy adalah perusahaan asli Indonesia, dikelola oleh orang Indonesia. Dia mengakui, untuk holding company, walau PT Northstar Pasific Capital, PT Northstar Pasific Investasi itu satu alamat.

“Tapi kepemilikan keduanya itu berbeda dan mereka tidak ada dalam satu holding company,” ujar dia lagi. Boy mengatakan, untuk PT Northstar Pasific Capital menyumbang SBY-Boediono sebanyak Rp 1 miliar, PT Northstar Pasific Investasi sebesar Rp 1 miliar, dan PT Polykfilatex mencapai Rp 1,55 miliar.

Boy mengakui, PT Polykfilatex itu memang memproduksi sepatu Fila. Tetapi, bukan berarti itu milik Italia. “Disini kan banyak yang produksi sepatu, seperti Nike, Adidas, kebetulan pabrik mereka itu ada di Indonesia,” ujar dia.

SUmber : Ismoko Widjaya, Fadila Fikriani Armadita ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone