LRI: Elektabilitas SBY-Boediono Terjun Bebas

Lembaga Riset Informasi
Tingkat keterpilihan (elektabilitas) pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono terus mengalami penurunan. Bahkan Lembaga Riset Informasi (LRI) menyatakan, elektabilitas pasangan tersebut terjun bebas.
“Suara SBY-Boediono terjun bebas karena dampak isu neolib, jilbab, dan kasus SARA etnis keturunan Arab,” ujar Direktur LRI Johan O Silalahi tanpa menyebut angka, dalam acara diskusi “Pilpres Satu Putaran, Fakta atau Fiksi” di Cikini, Jakarta, Senin (15/6/2009).
Menurut dia, suara yang hilang dari pasangan SBY-Boediono juga disebabkan nama Boediono yang tercatat di situs IMF. “Karena itu suara SBY mayoritas lari ke JK. Jadi, pilpres tidak mungkin hanya satu putaran,” tandasnya.
Sementara itu di tempat yang sama, pengamat politik dari Universitas Indonesia Rocky Gerung berpendapat, pemilu satu putaran bukanlah wacana melainkan hanya sebuah iklan saja untuk mempengaruhi pemilih.
“Itu hanya upaya dari salah satu pasangan. Negatif campaign boleh dilakukan oleh siapapun, asalkan jangan black campaign. Selama ini yang terjadi bukan pemerintahan, tetapi kekuasaan,” pungkasnya.
Sumber : Ajat M Fajar - Okezone
Untuk Mas Prabowo Sudah Punya Konsep Yang Jelas Waktu Debat Diajukan
Bahwa Sumber Dana Bisa Didapat Dari Menutupnya Kran Pengeluaran Atau Bocornya Dana Ke Negara Asing Dan Itu Jumlahnya Tidak Sedikit.
yang benar aja yang ngomong satu putaran saja. aku yakin JK-Wiranto pemenang, banyak pendukung sby-budiono yang hengkang ke JK-Win. Tim sukses SBY kebanyakan penjilat seperti Mallarangeng bersaudara.
Apalagi ya……..surveinya, bagaimana kalau ada survei elektabilitas tim sukses, mana yang baik, buruk, dan paling buruk ……..nanti tinggal sandingkan dengan capresnya. Apakah layak untuk dipilh????????????????
Kelihatan Para Capres dan Cawapres, dalam kompanyenya masih belum punya visi dan misi yang jelas, semuanya masih untuk rakyat , ya memang kalau tidak ada rakyat siapa yang milih mereka, maksudnya capres banyak saling menyalahkan sistem ekonomi yang diterapkan para pendahulunya, sehingga terkesan saling menjatuhkan, mereka para calon presiden mestinya katakan dalam angka bahwa pendapatan negara dalam sethn sekian triliun, akan dibelanjakan untuk ini dan itu sekian triliun , sektor mana belum sejahtera kalau terpilih sektor ini akan dinaikkan, gitu, mereka belum transfaran, jadi kalau menurut saya mereka para calon itu harus transfaran masalah anggaran negara, kalau memang visinya untuk rakyat, masing- capres harus membuat RAPBN secara garis besarnya ,mereka paparkan dimuka forum, baru namanya capes dan cawapres yang trasnfaram, tapi kalau berbicara umum wah itu kan sama dengan bohongin kita2, ya nggak , coba mumpung masih ada waktu debat kita para cawapres menggunkan angka2, begitujuga dengan mederator harus ngerti budget kalau tidak ngerti, ya sama aja dengan ngalamun.
ya, kita manusia jangan saling menghujat ( mari kita tengok kedalam sebelum bicara singkirkan debu yang masih melekat(kata syair ibet ), begitu juga dengan para Capres dan cawapres mereka juga manusia . kaum yang dicela belum tentu lebih baik dari kaum yang dicela mengkritik boleh saja asal membangun. kita boleh saja memprediksi siapa yang akan menang ketentuan terahir ada sama Allah SWT. setujukah
Yth. Para Pembaca
DH,
Kita kan warga Negara Indonesia yang baik to? jangan suka menyebarkan fitnah, fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan, ingat orang yg suka menyebarkan fitnah, nantikanlah pembalasan Tuhan nanti di akhirat.
Barang siapa berbuat baik skecil pun akan mendapatkan kebaikan, dan barnag siapa berbuat jahat sekecilpun pasti akan melihat balasannya. Hondarilah fitnah, untuk kemaslakhatan bersama.
Terima kasih.
Kalau Saya Setuju Aja Sama Pak Haji Habis Takut Kualat.
kalo boleh berpendapat neh,,,,,aku malah kasihan ma pak SBY yang hidupnya cuman dikelilingi oleh para orang yang gak jelas yang hanya memanfaatkan jabatan yang dimilki oleh pak SBY,,,,,,,
WAH TAMBAH LAGI DEH PENGIKUT KU “YANG LAGI NGERJAIN TUGAS” BENAR2 AMPUH TUH SBY
Ya kita ingin pendamping sby itu kalau menang sebagai presiden adalah mereka yang amanah dan bekerja untuk kepentingan rakyat. misal dalam 100 hari sby harus meneyelesaikan program Usaha kecil, seperti PK5, Koperasi, Pertanian, perikanan. setelah itu baru yang lainnya, kalau Juru kamp,cukup di DPR,mentri-mentri yang sdh dua th tidak dijadikan mentri lagi, begitu juga dengan mentri menjabat satu periode perlu dilihat rapornya.
Saya Kira 100 Hari Kerjanya Ngurusin Bencana Lagi , Nambah Utang Lagi Dan Mungkin Bagaimana Bisa Naik BBM. Inilah Tatangan Terberat Beliau 100 Hari.
Ekonomi bangsa Indonesia pimpinan SBY sekarang seperti kehidupan seorang guru atau pegawai negeri, berpikir secara berstruktur, sistematis, linier, banyak logika, datar, kalaupun maju, majunya perlahan dan mundurnya juga pelahan. Kapan sampainya…?
Kalau Saya suka gaya wirausaha, fleksibel, berpikir cepat bisa dari mana saja, tidak banyak logika, langsung action, kalau jatuh cepat bangun seperti Jepang…
Tidak banyak berharap dengan bantuan pemerintah (BLT, Gaji ke 13) rakyat harus mandiri.
Ada ga Guru/Pegawai Negeri itu kaya..? Kecuali dia punya usaha lain, atau Pejabat yang Korupsi…
Menurut saya bukan hanya isu tersebut diatas,tetapi pada dasarnya tidak adanya pembuktian kata SANTUN yang selama ini di elukan Partai Demokrat.
Itu Ibarat Jauh Panggang Dari Api.
Untuk semuanya ya…….!!
Pemilu sudah usai, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dunia mengakui bahwa RI telah melaksankan pesta rakyat dengan aman dan damai. Selamat dari saya sebagai rakyat Indonesia. Anda semua tak perlu terus berdebat saipa yang emanng dan kalah. Fakta via quick Qount sudah ada pasangan pemenang, maka kita hormati itu. Semua pasangan punya kelbihan dan kekurangan masing-masing. Namun fakta rakyat hanya memilih yang terbaik diantara putra dan putri terbaik bangsa untuk menjadi pemimping 5 tahun mendatang. Gak perlu disikapi berlebihan oleh pendukung yang masih belum terpilih “jagonya” karena memang suara rakyat belum kesana. Biasa sajalah,, OK.