Inilah Tim Kampanye SBY-Boediono

Sby-Boediono (Heru Haryono/OKEZONE)
Tim ini melibatkan 345 orang dari 24 partai politik penyokong SBY-Boediono.
Tim kampanye pasangan calon presiden dan wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono memiliki 345 orang anggota. Tim terdiri dari Dewan Pengarah, Dewan Pakar, dan Tim Pelaksana Kampanye.
Di Dewan Pengarah diketuai Hadi Utomo, Ketua Umum Partai Demokrat. Lalu ada empat Wakil Ketua yakni Tifatul Sembiring (Presiden PKS), Soetrisno Bachir (Ketua Umum PAN), Suryadharma Ali (Ketua Umum PPP) dan Muhaimin Iskandar (Ketua Umum PKB).
Lalu terdapat 19 anggota Dewan Pengarah yang merupakan pemimpin partai-partai yang ikut koalisi mencalonkan SBY-Boediono. Mereka adalah MS Kaban, Meutia Hatta, Ruyandi Hutasoit, Roy BB Janis, Eko Suryo Santjojo, Imam Addaruqutni, Daniel Hutapea, R Hartono, Syahrir MS, Bursah Zarnubi, Amelia Yani, Nurmala Kartini Sjahrir, Thamrin Simanjuntak, Dedi Sjahrir Panigoro, Eros Djarot, Japto Soerjosoemarno, Roy Rening, Budiyanto Darmastono dan Oesman Sapta Odang.
Dewan Pakar terdiri atas 28 orang yang diketuai S Budhisantoso. Wakil Ketua TB Silalahi, Achdari, Rachmawati Soekarnoputri, EE Mangindaan, Suharso Monoarfa, dan Bara Hasibuan. Kemudian anggotanya antara lain Hayono Isman, Suripto, Achmad Mubarok, dan Darwin Zahedi Saleh.
Kemudian Tim Pelaksana diketuai Hatta Rajasa, Wakil Ketua Djoko Suyanto dan Sekretaris Marzuki Alie. Wakil Sekretaris ada empat yakni Anis Matta, Zulkifli Hasan, Romahurmuziy dan Lukman Edy. Bendahara adalah Zainal Abidin.
Tim pelaksana ini memiliki empat belas koordinatoriat dan satu organisasi penyelenggara Pemilu. Yahya Sacawiria menjadi Koordinator Operasi yang membawahi lima subkoordinatoriat. Wakil koordinator operasi ada lima yakni Hartati Murdaya, Milton Pakpahan, Farhan Hamid, Helmi Faizal Zaini dan Yus Sudarso.
Suprapto menjadi Koordinator Binggal dan Saksi, dengan 24 orang Wakil Koordinator Binggal dan dua wakil koordinator saksi.
Abi Kusno menjadi Koordinator Logistik dengan wakil koordinator Agus Hermanto. Lalu Koordinator Hukum dan Advokasi dipegang Amir Syamsuddin, dengan empat wakil koordinator yakni Sucipto, Adang Daradjatun, Patrialis Akbar, Soleh Amin dan Marwan Jakfar.
Andi Mallarangeng memegang Koordinator Media dengan 20 anggota antara lain Max Sopacua, Ramadhan Pohan, Ahmad Mabruri, Teguh Juwarno, Lukman Hakim Saifudin, Rizal Mallarangeng, Raden Pardede, Hinca Panjaitan, dan Noviantika Nasution.
Koordinatoriat berikutnya membawahi wilayah mobilisasi yang terdiri atas sembilan wilayah. Sebagai contoh, Koordinator Wilayah I (Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat dan Kepulauan Riau) dipegang Abdul Wahab Dalimunthe.
Kemudian terdapat organisasi penyelenggara Pemilu yang berposisi sebagai konsultan yakni Fox Indonesia yang diwakili Choel Mallarangeng dan Jasmine.
Sumber : Arfi Bambani Amri • VIVAnews
saya juga tim kampanye loh… paling tidak di dalam rumah sama sodara2 n keluarga… oke pak SBY… LANJUTKAN!!!!!!
Ayo semangat …..menangkan pasangan SBY-Boediono ….untuk melanjutkan pemerintahan yang bersih dan cerdas. Saya dukung SBY-Boediono…LANJUTKAN!!!
hanya satu kata…!
Lanjutkaaaaaaaan….!
Kwik KIan Gie Mengatakan:
Boediono yang saat itu menjabat menteri keuangan enggan mencairkan dana penanganan banjir.
Pengamat ekonomi sekaligus mantan menteri di pemerintahan Megawati Soekarnoputri, Kwik Kian Gie menyatakan, calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat terlibat konflik dengan Boediono.
Saat itu, Yudhoyono menjabat sebagai Menko Politik Hukum dan Kemanan, sedangkan Boediono menjadi Menteri Keuangan.
“Usai salah satu sidang kabinet, Bu Mega memerintahkan Boediono mencairkan uang terkait penanganan bencana banjir. Tapi Boediono bilang tidak bisa karena ada aturannya, harus lewat Dewan Perwakilan Rakyat,” katanya.
Waktu itu, Jusuf Kalla yang menjabat sebagai Menkokesra segera menemui Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dan menyampaikan dana yang tidak bisa turun. “Langsung waktu itu, Sutiyoso menuding saya (saat itu Kepala Bappenas) tidak mau mencairkan uang,” katanya.
Ternyata, dia menambahkan, Sutiyoso menyuruh diam-diam seorang wartawan malam itu juga untuk menanyakan ke panitia anggaran. “Panitia anggaran bilang tidak usah pakai persetujuan DPR karena emergensi,” katanya.
Esoknya, pemberitaan itu muncul di media dan Kwik mengaku seketika itu juga Yudhoyono marah kepada Boediono karena tak bisa mengirimkan beras dengan pesawat hercules. “SBY minta ke saya untuk melobi Bu Mega, mengingat kedekatan saya dengan beliau,” ujarnya.
Sumber : Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini VIVAnews
Intinya Boediono tidak peduli dengan masalah banjir. ini yang mau dilanjutkan?
Terdapat perbedaan SBY 2004 dengan SBY 2009. Sekarang ini SBY didukung Sponsor utama seperti keluarga Sadono Liem S.Liong (Indofood Grup), keluarga Eka Cipta (Indah Kiat Grup), Keluarga Alim Markus (Maspion Grup) dan sejumlah pengusaha lain. Mereka-mereka itu khan yang dulu membobol Indonesia lewat BLBI Trilyunan Rupiah. Ngapaian Pembobol BLBI berdekatan dengan SBY kalau tidak untuk Meraup KEUNTUNGAN periode 2009-2014 !
semua rakyat ikut jadi tim sukses .karena sudah bisa mempertimbangkan diantara ketiga pasangan capers-cawapres SBY-budiono lah paling baik ,jujur,bersih,mau berantas korupsi dan terbukti ! lanjutkan !
lanjutkan pak
bapak jangan mengumbar janji seperi bu mega, yang pernah mengubar janji tetapi tidak bisa di tepati, bu mega katanya mau memperhatikan wong cilik, wong cilik yang mana, apakah wong cilik berdasi wallahu alam bil sawaf
kami siap mensukseskan pemenangan SBY BOEDIONO melalui promosi BALON UDARA, Ingat…Jasa kami Tanpa dibayar one again Tanpa diBayar
kami siap mensukseskan pemenangan SBY BOEDIONO melalui promosi BALON UDARA, Ingat…Jasa kami Tanpa dibayar one again Tanpa diBayar
Lanjutkan…….hub 021- 93258465 sms : 081519651201
Hidup SBY-Boediono, lanjutkan korupsi BLBI, lanjutkan Utang Luar Negeri 300 triliun, Lanjutkan pembohongan publik, lanjutkan, lanjutkan supaya bangsa ini hancur…