PKB DPRD Bojonegoro Terancam Ditinggal

Partai Kebangkitan Bangsa
Pengisian unsur pimpinan DPRD Bojonegoro terancam pincang. Karena, hingga kemarin PKB belum menyerahkan nama kadernya untuk menduduki jabatan wakil ketua. Pimpinan DPRD sementara berencana mengirim nama-nama pimpinan dewan untuk disahkan Gubernur Jatim.
Dalam sidang paripurna yang dipimpin ketua DPRD Bojonegoro sementara M Thalhah, menyebutkan nama yang akan diusulkan ke Gubernur adalah M Thalhah (Partai Golkar) sebagai ketua. Sedang tiga wakil ketua yakni PAN mengusulkan A Suyuti, Partai Demokrat, Sukur Prianto. “Sedang PKB sampai sekarang belum mengusulkan nama,” terangnya.
Dia menjelaskan, ada beberapa alternatif jika PKB belum menyetorkan nama untuk menduduki wakil ketua. Disebutkan, jika sampai Kamis besok, PKB belum memberikan nama kadernya, maka pimpinan sementara akan tetap mengusulkan ke Gubernur Jatim melalui Bupati Bojonegoro. Jatah PKB tetap dicantumkan tapi kosong.
“Kita tidak menghilangkan PKB. Kita beri waktu sampai besok (hari ini,red). Jika tetap tidak ada ya kita berangkatkan dulu yang tiga. Sedang PKB disahkan menyusul tidak ada masalah,” terangnya.
Thalhah sendiri mengaku tidak mau mencampuri urusan internal partai PKB dalam proses pemilihan kader untuk menduduki jabatan wakil ketua. Karena, setiap parpol memiliki mekanisme tersendiri. Sehingga diharapkan PKB segera menyerahkan nama untuk jabatan wakil ketua.
“Karena, DPRD juga terbentur dengan tuntutan masyarakat agar segera bekerja,” tegas Thalhah.
Informasi yang diperoleh Seputar Indonesia menyebutkan, terganjalnya nama untuk jabatan wakil ketua dari PKB lantaran ada dua orang yang sama-sama berpeluang menduduki jabatan itu. Yakni Nafik Sahal dan Abdul Wahid. Dalam pleno DPC PKB Bojonegoro pada Agustus lalu, ditetapkan Abdul Wahid. Tapi, rekomendasi DPP menyebutkan nama lain yakni Nafik Sahal.
Saat dikonfirmasi terkait hal itu, Abdul Wahid yang juga ketua DPC PKB Bojonegoro membantahnya. Menurut dia, yang terjadi di PKB hanya sikap kehati-hatian. Karena sampai saat ini belum pernah ada permintaan dari Sekretariat DPRD (Setwan) kepada PKB untuk menempatkan kadernya di wakil ketua.
“Kita tidak pernah diberi surat oleh Setwan. Kita berpikir jangan-jangan PKB tidak dapat jatah wakil ketua,” terangnya.
PKB, lanjut Wahid berharap ada proses formal di internal DPRD Bojonegoro, termasuk surat kepada parpol yang memiliki jatah pimpinan. Karena surat formal itu bisa dijadikan alat untuk keluarnya sebuah keputusan parpol. Jika tidak ada surat dan lampiran perolehan suara dari KPUD, maka sulit diperoleh keabsahannya.
“Kita minta surat formalnya. Dan jika ada kita siap mengirim nama. Karena, sejak dulu PKB sudah siap orangnya,” terangnya tanpa menyebut nama tersebut.
Mendapat desakan seperti itu, Thalhah berjanji akan segera meminta Setwan mengirim surat ke DPC PKB. Setelah itu, Kamis ini akan dikirim ke gubernur untuk dimintakan pengesahan. Jika PKB belum menyetor, maka tetap ditinggal dan diusulkan pada waktu lain khusus untuk pimpinan dewan dari PJB.
Sumber : Okezone
Rabu, 16 September 2009 - 09:53 wib
Nanang Fahrudin
caleg partai pkb dapil 2 dari desa tejo inisial Q yang menjabat kepala desa, telah banyak melakukan penyelewengan dana bantuan dari pemerintah bojonegoro dan apakah layak untuk di pilih??????????????? warga desa tejo.