Survei FSP BUMN Bersatu : Proburuh, Suara PDIP Teratas

Survey

Survey

Suara PDI Perjuangan meningkat 0,2 persen dengan prosentasi 26,8 persen.

Hasil survei suara buruh terhadap hasil kampanye dan sosialisasi partai politik peserta Pemilu Legislatif 2009, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan masih menduduki peringkat teratas dengan prosentasi 26,8 persen.

Posisi PDI Perjuangan ini meningkat 0,2 persen dibandingkan hasil survei Januari 2009 lalu, yang menempatkan PDI Perjuangan sebagai pilihan responden dengan nilai 26,7 persen.

Satu hasil yang lebih mengejutkan adalah raihan Partai Golkar yang berada di posisi kedua dengan prosentase 25,1 persen. Angka ini menurut Ketua Presidium Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu FX Arief Poyuono, naik 5 persen dibandingkan hasil survei Januari yang hanya 20,1 persen.

“Meningkatnya dukungan kepada Golkar ini kemungkinan besar akibat efektifnya kampanye dan sosialisasi yang dilakukan Partai Golkar,” kata Arief di Jakarta dalam peluncuran hasil survei FSP BUMN Bersatu.

Isu yang diangkat itu seperti penyediaan rumah susun murah untuk buruh. Isu ini, dia mengatakan, beberapa kali sempat diungkap Jusuf Kalla dalam kapasitasnya sebagai wakil presiden.

Hal lain yang berkontribusi dalam peningkatan suara Golkar adalah sikap ketua umum Partai Golkar yang berani maju sebagai calon presiden, berpisah dari Susilo Bambang Yudhoyono. Konsekuensi sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Yudhoyono pengaruhnya melemah terhadap dukungan kaum buruh.

Arief mengatakan, harus diakui bahwa Yudhoyono dan Partai Demokrat memang tidak mendapat dukungan kuat di kalangan kaum buruh. Hal ini dikarenakan banyak sekali kebijakan di era pemerintahan Yudhoyono yang dianggap tidak proburuh.

Survei ini dilakukan semata-mata untuk memotret aspirasi kaum buruh terkait pelaksanaan Pemilu 2009. Survei dilakukan dengan metode tatap muka langaung oleh anggota FSP BUMN Bersatu langsung kepada responden di seluruh wilayah Indonesia. Metode tatap muka ini diakui akurasinya lebih kuat dibandingkan dengan survei melalui telepon.

“Kami mengkritik, adanya survei dengan metode wawancara via telepon yang dilakukan banyak lembaga survei terkait Pemilu ini,”
ujarnya. Sebab, metode tersebut sangat rawan dengan manipulasi.

Survei ini melibatkan 9178 responden dengan tingkat kepercayaan 99 persen. Populasi survei meliputi buruh baik BUMN maupun swasta disektor formal maupun informal yang punya hak pilih dalam Pemilu. Mereka yang disurvei adalah sudah berumur 18 tahun atau sudah menikah.

Sumber VIVAnews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone