Gelar Teleconference, SBY Kurang Bijak
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) belum memutuskan video teleconference yang digelar capres incumbent Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pelanggaran pemilu. Namun kubu Megawati-Prabowo tetap bersikeras tindakan SBY itu tidak bisa dibenarkan.
Kubu SBY Optimistis Perolehan Suara Sama dengan Survei
Kubu Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono optimistis perolehan suara pasangan yang didukungnya itu tak jauh beda dengan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei. “Saya kira hasilnya tidak banyak berubah dengan hasil quick count,” kata Anggota Tim Sukses SBY-Boediono Andi Mallarangeng ditemui disela jamuan makan malam di Gedung Lamin Etam, Samarinda, Rabu (15/7).
Teleconference SBY dengan Kepala Daerah Bawaslu Panggil SBY
Pemanggilan itu merupakan tindaklanjut pengaduan tim Mega-Prabowo. Badan Pengawas Pemilu, memanggil calon presiden incumbent, Susilo Bambang Yudhoyono, dan tim suksesnya. Pemanggilan ini untuk meminta keterangan terkait teleconference SBY dengan para gubernur dan bupati yang dilakukan sehari menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden 2009.
SBY, Kalla, dan Aceh
SBY meraup suara 93 persen di Aceh. Adakah Kalla kurang berpengaruh? Di Aceh, angka itu cukup fantastis, sekitar 93 persen suara buat SBY-Boediono. Komisi Independen Pemilihan, satu komite resmi penyelenggara pemilu di Aceh, mengumumkan hasil penghitungan cepat itu (quick count), Kamis pekan lalu di Banda Aceh.
‘Sinetron’ Turut Andil Menangkan SBY di Pilpres
Keberhasilan pasangan SBY-Boediono memenangkan pertarungan di Pilpres 2009 tak lepas dari adanya ‘sinetron‘ penangkapan para koruptor dengan pemeran utama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Demikian penilaian aktivis GMNI Rendra dalam diskusi bertema Rakyat Makin Sengsara, Kembali ke UU 1945 di Doekoen Kopi, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2009).
Bukti Janji SBY Ditunggu
Periode 2009-2014 merupakan saat tepat bagi Susilo Bambang Yudhoyono, yang hampir pasti kembali menjadi presiden, untuk menorehkan tinta emas dalam perjalanan bangsa Indonesia. Masyarakat pun menunggu realisasi janji-janji kampanye Yudhoyono. Untuk mewujudkan itu, kerja pemerintah mendatang perlu difokuskan pada peletakan dasar demokrasi dan keadilan ekonomi.
Beranikah SBY Bentuk Kabinet Profesional?
Keberanian calon presiden SBY yang memiliki kans besar sebagai Presiden terpilih dalam Pemilu Presiden 2009 ini ditantang dalam menyusun kabinet ke depan. Beranikah SBY untuk menentukan orang-orang yang akan duduk kabinet dengan mengacu pada profesionalitasnya dan bukan sekadar politik dagang sapi dengan partai-partai pendukungnya? Beranikah SBY menyusun zaken kabinet yang proporsional?
SBY Menang, SMS Pulsa Gratis Gentayangan
Layanan pesan singkat yang menyebutkan bahwa calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan membagi-bagikan pulsa telepon seluler gratis dianggap merusak citra Yudhoyono yang masih merupakan presiden saat ini. “Ini menjelek-jelekkan citra SBY,” kata Tim Kampanye SBY-Boediono Provinsi Kepulauan Riau Surya Makmur Nasution di Batam, Jumat (10/7).
Bank Dunia: Di Tangan SBY, Ekonomi Indonesia Bisa 7 Persen Lebih
Bank Dunia menyebutkan, perekonomian Indonesia bakalan makin kinclong setelah mampu menghindari krisis finansial global yang paling buruk. Indonesia merupakan negara dengan perekonomian yang menggelinding dengan bagus setelah China dan India. Dalam wawancaranya dengan Bloomberg, Joachim von Amsberg, Direktur Bank Dunia untuk Indonesia, menyatakan, perekonomian Indonesia bisa membiak lebih dari 7 persen di tangan pemerintahan Susilo […]
Kemenangan SBY Bisa Timbulkan Feodalisme
Sebab, Yudhoyono mempunyai kekuasaan luas, baik di eksekutif maupun di parlemen. Kemenangannya calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pemilihan presiden 2009 versi beberapa lembaga survei dikhawatirkan dapat menimbulkan feodalisme. Sebab, Yudhoyono mempunyai kekuasaan luas, baik di eksekutif maupun di parlemen.