Ketua LPP PKB: Hasil Survei Jangan Ditelan Mentah-Mentah
Jakarta - Kian maraknya rilis hasil survei terkait popularitas dan elektabilitas partai politik menjelang Pemilihan Umum 2014 tak bisa diterima begitu saja tanpa filter khusus. Yaitu, hasil survei internal dan laporan kondisi konstituen di lapangan.
“Hasil Survei jangan langsung ditelan mentah-mentah, karena yang paham kondisi konstituen, ya kita sendiri,” ujar Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu DPP PKB H. Syaifullah Maksum, Jumat (22/02/2013).
Lebih lanjut dikatakan oleh pria yang juga menjabat sebagai salah satu Ketua DPP PKB ini, pihaknya hanya akan merujuk pada lembaga-lembaga survei yang memiliki kredibilitas yang baik. Namun, hal itu juga tidak mutlak karena masih melihat hasil surveinya dan metode yang digunakan.
“Kita akan merujuk hasil survei kepada lembaga survei yang memang memiliki kredibilitas yang baik, namun demikian kita kan tidak harus mempercayai 100 persen terhadap lembaga-lembaga tersebut, sebelum benar–benar kita membuktikannya, bisa jadi lembaga survei tersebut melakukan surveinya di wilayah yang tidak tepat,” jelasnya.
Berdasakan pengalaman yang sudah-sudah, imbuhnya, menjelang Pemilu 2009 lalu, PKB pernah disurvei oleh lembaga peneliti media massa nasional terkemuka. Hasilnya memang sangat mencengangkan, yakni PKB pada masa itu dinyatakan tidak akan dapat mencapai parliamentary threshold. Namun, pada kenyataannya PKB lolos.
“Berdasarkan pengalaman menjelang pemilu 2009 lalu, PKB pernah dinyatakan teracam tidak akan mencapai PT oleh lembaga survei nasional terkemuka, namun kenyataannya PKB dapat melenggang dengan baik,” ungkapnya.
Diakui olehnya, memang terkadang hasil survei yang dilakukan oleh lembaga survei tidak selalu sebanding dengan kenyataan di lapangan, terutama saat bakal calon legislatif dan mesin-mesin politik parpol sudah bergerak.