Vena Melinda Dinilai Belum Layak Pimpin Tanah Bung Karno

Venna Melinda
Mahasiswa Universitas Islam Blitar (Unisba) meminta Vena Melinda melepas atribut keartisannya jika ingin mencalonkan diri menjadi Bupati Blitar. Mahasiswa juga meragukan kemampuan Vena untuk memimpin tanah kelahiran Bung Karno.
Rudi Hartadi, aktivis dan mahasiswa Unisba menilai Vena Melinda dan Partai Demokrat hanya mencari popularitas belaka dalam rencana tersebut. Sebagai warga di luar Blitar, Vena dianggap tidak mengenal kultur masyarakat lokal dengan baik. “Kami masih menaruh harapan pada putra daerah,” kata Rudi kepada Tempo, Selasa (13/4).
Keberhasilan Vena dalam pencalonannya sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan VI yang meliputi Blitar, Kediri, dan Tulungagung, menurut Rudi tidak menjamin kedekatan artis itu dengan masyarakat setempat. Apalagi hingga saat ini masyarakat tidak melihat prestasi ataupun kinerja Vena yang menyolok sebagai wakil rakyat di Senayan.
Kritikan serupa disampaikan Yuni Lestari, mahasiswi Unisba yang meminta Vena melepas atribut keartisannya jika serius menjadi calon Bupati. Vena tidak bisa menjual tampang dan popularitasnya belaka untuk menjadi kepala daerah yang baik. “Apalagi ini tanah kelahiran Bung Karno,” katanya.
Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Demokrat Kabupaten Blitar Edi Masnah Nurohman masih meyakini jika artis pilihannya yang diusung menjadi calon Bupati memiliki elektabilitas tinggi di masyarakat. Dia beranggapan jika figur perempuan dinilai memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan calon laki-laki. Selain luwes dalam memimpin, dia juga bisa diterima segala lapisan masyarakat. “Memang perlu sosialisasi dulu,” katanya.
Sumber : HARI TRI WASONO. TEMPO Interaktif