Penyerahan Hasil Tes Kesehatan Bacabup Dikawal Ketat
Penyerahan hasil tes kesehatan bakal calon bupati dan wakil bupati (cabup dan wabup) Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu, di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) dikawal ketat oleh aparat keamanan.
Ketua KPU Kabupaten Malang, Abdul Kholik, menjelaskan, dilibatkannya aparat keamanan dalam pengambilan hasil tes kesehatan sangat berasalan, mengingat rawan terjadi kerusuhan apabila hasil tes menunjukkan salah satu bakal calon tidak lolos tes.
“Apabila ada satu dari pasangan calon yang tidak lolos kesehatan, maka orang tersebut tidak bisa maju sebagai peserta dalam Pilbup Malang Agustus mendatang,” katanya.
Dia berharap, dengan dilibatkannya aparat keamanan, kerusuhan yang sempat terjadi pada pelaksanaan Pilkada Mojokerto, tidak merembet ke Malang.
“Kekhawatiran itu tetap ada, dan kami takut kalau tudingan yang tidak-tidak kepada KPU soal tes kesehatan yang sudah dikeluarkan RSSA mendapat reaksi keras dari salah satu calon yang gagal, dan menuduh KPU sengaja menghalangi calon yang tidak lolos,” katanya.
Sementara itu, hasil tes kesehatan bacabup dan bacawabup Malang saat ini sudah berada di kantor KPU. “Sebenarnya KPU sudah meminta agar pihak RSSA bisa langsung mengundang dan menyerahkan kepada pasangan calon yang ikut tes kesehatan,” katanya.
Namun, untuk menghindari adanya konflik dengan pasangan calon bila ada salah satu yang tidak memenuhi syarat kesehatan, maka berkas hasil tes kesehatan tersebut diserahkan dan nantinya diumumkan pihak KPU sendiri,” ujarnya.
Kholik menjelaskan, KPU belum dapat memastikan, siapa saja yang lolos dan tidak lolos tes kesehatan. Kalau pun nantinya ada salah satu calon yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan, maka pihak partai politik pengusung dapat menggantinya dengan calon lain.
”Dalam Peraturan KPU nomor 68 tahun 2009, bila ada salah satu orang calon atau pasangan tidak mampu memenuhi persyaratan, bisa diganti oleh partai pengusung selambat-lambatnya harus dilaporkan tujuh hari setelah pemberitahuan mengenai kelengkapan persyaratan calon,” katanya.
Ia berharap, tidak ada insiden atau pun kekesalan memuncak bagi pasangan yang dinyatakan tidak layak dalam tes kesehatan tersebut, karena sudah sesuai aturan yang berlaku.
Sumber : antarajatim.com