Penyampaian Visi-Misi Cabup Mojokerto Diwarnai Kerusuhan
Penyampaian visi-misi calon Bupati Mojokerto yang digelar di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto diwarnai kerusuhan.
Sukardi, salah seorang aparat kepolisian yang sedang berjaga, Jumat, mengatakan, kerusuhan diduga dilakukan oleh massa pendukung salah satu bakal calon bupati yang tidak lolos proses verifikasi oleh komisi pemilihan umum setempat.
“Massa pendukung yang menamakam dirinya Arkam (Aliansi Rakyat Kabupaten Mojokerto) mengamuk dan melempari halaman gedung dewan Kabupaten Mojokerto dengan bom molotov,” katanya.
Massa yang berjumlah puluhan orang tersebut langsung mendatangi kantor dewan dengan merusak pagar serta barisan polisi yang berjaga di depan kantor dewan.
Selain merusak pagar, massa juga melempari sejumlah mobil anggota dewan dan juga kendaraan tamu yang terparkir di halaman gedung dewan.
Akibatnya, sekitar 17 kendaraan roda empat rusak karena lemparan bom molotov yang dilepamparkan oleh peserta aksi.
Aksi itu bermula ketika massa itu hendak masuk ke halaman gedung dewan. Namun naas, keinginan mereka harus tertahan barikade aparat.
Praktis saling dorong pun terjadi dan belasan orang mampu menerobos barikade polisi masuk ke halaman gedung dewan.
Pada saat yang sama, massa yang gagal masuk gedung dewan marah hingga melempari halaman gedung dengan bom molotov dari luar halaman gedung dewan.
Begitu melihat aksi tersebut, anggota polisi langsung melakukan pengejaran kepada orang yang berusaha membakar kendaraan yang sedang di parkir.
Massa yang membakar mobil dengan molotov akhirnya ditangkap oleh petugas dari Polres Mojokerto.
“Hingga kini polisi telah menangkap puluhan orang pengunjukrasa dan menyita puluhan botol bom molotov yang akan digunakan untuk melakukan unjukrasa,” katanya.
Petugas juga menemukan empat kardus bom molotov yang siap untuk dilempar pada saat aksi demo terjadi.
“Aksi demo ini bukan yang pertama kali, beberapa waktu lalu, aksi demo juga pernah dilakukan dengan sasaran kantor Komisi Pemilihan Umum,” katanya.
Sumber : antarajatim.com
Assalamu’alaikum. Semua itu adalah akibat kita mengikuti jalannya orang-orang kafir (yahudi dan nasrani) karena asalnya demokrasi ini dari mereka. Alloh SWT sudah memperingatkan kita dari perbuatan mengikuti jalannya orang-orang kafir tersebut dan tidak mengikuti hukum yang Alloh SWT turunkan dalam firmanNya : “ Faman lam yahkum bima anjalalloh faulaaika humul kaafiruun “ (S. Al-Maidah : 44), maka barang siapa yang tidak berhukum dengan apa yang telah Alloh turunkan maka mereka itulah orang-orang yang kafir. Apakah Alloh akan ridho dengan perbuatan kita yang mendewakan demokrasi ini dan melupakan bahkan membuang petunjukNya ? apakah kita mau bersama-sama dengan orang-orang yang kafir itu disebabkan kita mengikuti jalan mereka. Orang yang sehat akalnya dan lurus aqidahnya sekali-kali tidak akan mau. Akibat kerusuhan ini bukan dalam proses pembelajaran untuk berdemokrasi tapi adzab yang datang dari Alloh SWT. Maka apabila kita terus mengabaikan hal ini tunggulah adzab-adzab Alloh berikutnya. Ini peringatan dariNya maka segeralah untuk kembali kepada agama Alloh dan bertaubat dari perbuatan tersebut. Mudah-mudahan Alloh SWT memberi petunjuk kepada kita semua. Amin
Dari Hamba Alloh yang dho’if.