Muslimat NU Nilai Pemimpin Perempuan Lebih Luwes
Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menilai sosok perempuan lebih cocok sebagai pemimpin karena lebih luwes dan juga lebih akomodatif dalam menghadapi ragam kepentingan yang ada di masyarakat.
Ketua Muslimat NU Sidoarjo, Farida Wahib, saat menerima kunjungan Calon Bupati Sidoarjo Yuniwati Teryana, Minggu, mengatakan, kepemimpinan perempuan lebih luwes dan akomodatif dalam menghadapi ragam kepentingan dan persoalan yang ada di masyarakat.
“Pemimpin perempuan itu lebih luwes. Hal seperti ini saya rasakan sendiri sepanjang karir kepemimpinan saya. Pemimpin wanita itu lebih bisa ngemong,” katanya.
Perempuan yang juga pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Ulum Sidoarjo juga mengatakan bahwa pernyataan tersebut tidak bertendensi untuk menyatakan dukungan ke calon bupati mana pun di Sidoarjo.
Menurutnya, organisasi Muslimat NU Sidoarjo yang beranggotakan sekitar 65 ribu orang tersebut bersikap netral dalam politik termasuk dalam pemilihan kepala daerah di Sidoarjo.
Pada kunjungan tersebut, calon bupati (cabup) Yuni yang berpasangan dengan calon wakil bupati (cawabup) H. Sarto dari Partai Demokrat ini menyerahkan cinderamata kepada Faridah sebagai kenang-kenangan.
Sebelumnya, Paguyuban Arek Sidoarjo (PAS) yang memiliki sekitar seribu anggota itu mendeklarasikan dukungannya pada pasangan Cabup-Cawabup Yuni-Sarto.
“Program Yuni-Sarto yang mengedepankan pengembangan bidang kepemudaan dan olah raga kami nilai sangat pas dengan visi-misi PAS. Karena itu, kami siap mendukung dan memenangkan pasangan Yuni-Sarto. Kami tidak akan mendukung pasangan lain,” kata Ketua PAS, Sugito
Menanggapi pernyataan dukungan itu, Cawabup Sarto pada sambutannya menyampaikan terima kasih. Menurutnya, dukungan yang terbangun atas dasar kesamaan visi-misi akan jauh lebih kuat dibandingkan dengan kesamaan kepentingan.
Pasangan Yuni-Sarto juga melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memberikan dukungan moral kepada sejumlah pasien di sana.
Pasangan cabup-cawabup yang berangkat dari Partai Demokrat ini langsung menuju ke ruang Mawar Putih.
Di ruang tempat rawat inap ini, Yuni-Sarto menjenguk dan berbincang dengan beberapa pasien. Dalam kesempatan tersebut, banyak keluhan yang dilontarkan oleh sejumlah pasien.
Salah satunya Muhammad Amin, pasien rawat inap penderita penyakit jantung dan diabetes yang telah lima hari dirawat di rumah sakit tersebut.
Di hadapan Yuni dan Sarto, Amin mengeluhkan sulitnya mengurus jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) yang seharusnya menjadi haknya sebagai warga negara.
“Anak saya ketika mengurus jamkesmas dipersulit. Bahkan saya sudah meminta untuk disurvei, tapi sampai sekarang mereka tak kunjung datang ke rumah,” katanya.
Mendengar pengakuan itu, Yuni mengatakan bahwa pasien kurang mampu harus mendapat prioritas.
Karena, lanjutnya, jamkesmas itu murni untuk pasien kurang mampu dan biayanya ditanggung langsung oleh pemerintah.
“Hal ini tidak bisa dibiarkan. Jangan hanya karena masalah prosedur birokrasi, hak-hak pasien terabaikan,” katanya.
Sumber : antarajatim.com