KPU Jatim Terapkan Pola Sensus untuk DPT
Ketua KPU Jawa Timur Andry Dewanto mengemukakan, pihaknya menerapkan pola sensus penduduk dengan memberi tanda daftar untuk daftar pemilih tetap (DPT) pada Pilkada 2010.
“Kami sudah memberikan bimbingan teknis kepada petugas sensus tentang tanda daftar yang perlu ditempelkan di masing-masing rumah pemilih seperti dalam sensus,” katanya di Surabaya, Senin.
Menurut mantan aktivis pers kampus di Malang itu, tanda daftar berupa stiker itu diberi tanda terima rangkap tiga untuk PPS, PPK, dan pemilih yang sudah dimasukkan pendataan pemilih.
“Tapi, hal itu tidak bisa digunakan untuk Surabaya, karena terlambat untuk dimasukkan pos anggaran. Khusus untuk Surabaya sudah ada ‘DPT-tools’ yang bersifat ‘computerized’ untuk membersihkan nama yang ganda,” paparnya.
Ia menjelaskan, tanda daftar berupa stiker yang ditempelkan di rumah masing-masing pemilih itu diharapkan dapat mengatasi pemilih ganda yang dicatat ulang setelah didaftar.
“Namun, penurunan partisipasi pemilih itu tidak ada kaitannya dengan DPT, melainkan sangat ditentukan undangan mencoblos, cara mencoblos, kualitas calon, kesibukan pemilih, dan pencoblosan pada hari libur,” tuturnya menegaskan.
Dalam pemantauan KPU Jatim, katanya, mayoritas pemilih yang tidak datang atau golput (golongan putih) itu dikarenakan kualitas calon.
“Surakarta yang memilih partisipasi pemilih tertinggi yakni 71,80 persen itu, menunjukkan 90 persen pemilih mengaku datang ke TPS karena kualitas calon yang sesuai dengan harapan,” katanya.
Ia menambahkan, di Jatim sendiri potensi konflik dalam pilkada masih bersifat terkendali, seperti halnya persoalan di Banyuwangi, Situbondo, Trenggalek, dan daerah lainnya.
Sumber : antarajatim.com