Debat Cabup-Cawabup Gresik Tidak Berbobot
Pemaparan Visi misi dan debat calon bupati-calon wakil bupati Gresik, Jawa Timur yang disiarkan langsung oleh Radio Suara Giri (18/5) dinilai tidak berbobot oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Gresik
“Visi dan misi para cabup bukan hanya tidak berbobot, tetapi justru hanya ada saling menyerang,” kata Bupati LSM Lira Gresik, Choirul Anam, di Gresik, Kamis.
Hal itu terlihat mulai saat pasangan nomor urut dua, Mujitabah-Suwarno, bertanya kepada pasangan calon nomor urut empat, Mohammad Nashihan.
“Jika anda tidak terpilih atau terpilih nanti, apa yang akan anda lakukan,” kata Anam menirukan pertanyaan Mujitabah yang dianggap tidak berbobot itu.
Pertanyaan yang tak jauh berbeda juga terluhat saat Nashihan mendapat giliran bertanya kepada pasangan Mujitabah-Suwarno.
“Kiai mempunyai keberanian berisitri empat, jika pilkada tanpa ada kampanye, kiai pastilah yang menang, sebab suara dari istri anda saja sudah empat, tentu mertua ada enpat pasang, belum lagi saudara-saudaranya,” katanya, seperti ditirukan Choirul Anam.
Wartawan ANTARA di Gresik melaporkan pasangan nomor urut tiga, Sambari Halim Radianto-Moh Qosim (SQ), juga idem.
“Gresik memiliki sumber daya yang luar biasa, jika SQ menang, apakah anda akan mendukung kami, karena pemerintahan memerlukan dukungan dari berbagai pihak,” kata Sambari.
“Jika anda bertanya apa yang akan saya lakukan jika SBY (Sastro-Samwil Bersatu Yes) menang nanti, pasti akan saya jawab,” jawab Samwil
Samwil yang tanpa didampingi cabupnya (Sastro Soewito) melanjutkan, sumber daya yang ada di Gresik harus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
“Tapi yang ditunjuk untuk mengelola harus yang ahli, jangan guru dijadikan Sekda (Sekretaris Daerah), guru tetap harus berjuang bagaimana pendidikan bisa maju,” kata Samwil sambil melirik Husnul Khuluq yang sebelum menjabat Sekda Kabupaten Gresik mengawali karier sebagai guru PNS.
Belum cukup, Samwil justru bertanya langsung kepada pasangan “Humas” yang duduk bersebelahan tersebut. “Kenapa anda memilih wakil orang asli Tuban, apa karena orang Gresik tidak ada yang mampu?,” celetuk Samwil.
Khuluq pun emosional. “Ini kritikan untuk KPU, jika di acara debat lain tidak ada panelis, saya tidak akan hadir. Dari tadi pertanyaan maupun jawaban yang dilontarkan banyak yang menyimpang dari konteks permasalahan semestinya,” katanya.
Sumber : antarajatim.com
Mungkin jika ada yg mnilai debat cabup d suara giri tdk brbobot tp saya yakin kalo debat cabup yg d jtv hari sbtu tgl 22 maret kmrin sdh pasti brbobot!! Krn dg jelas qt dpt menilai scara lgsung kualitas masing2 dr para cabup!! Yg “tdk pintar” & hanya mngandalkan modal uang jg sgt trlihat!! Ngomong aja kyk kumur2 g jlz kok maw nyalon jd cabup! (Kritikan untuk bbrapa cabup tp tdk semua!) Tks!