Bupati Pacitan Anggap Jupe Bukan Saingan Berat

Julia Perez
Bupati Pacitan Sujono mengatakan siap bersaing dengan Julia Peres (Jupe) karena dia bersedia maju sebagai calon bupati dalam pemilihan kepala daerah Pacitan, Jawa Timur, pada 20 Desember 2010 mendatang. “Kalau memang rakyat Pacitan masih menghendaki, saya akan maju lagi,” ujarnya, Rabu (14/4).
Sujono menilai Jupe bukan saingan berat. Dia juga tidak khawatir pada popularitas dan sensasi Jupe yang kini masuk ke kancah perpolitikan. Bahkan dia meragukan kapabilitas artis bernama asli Yuli Rachmawati itu. “Saya akan merasa tersaingi oleh orang-orang yang telah memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni dalam birokrasi. Saya akan menyiapkan diri menghadapi mereka,” tuturnya pula.
Sujono berharap pencalonan Jupe yang diakomodasi koalisi delapan partai politik itu tidak hanya sekedar mencari sensasi atau popularitas. “Mudah-mudahan bisa bertarung beneran. Pacitan butuh orang-orang yang bisa membuat Pacitan lebih maju lagi,” ucapnya.
Karena siap bertarung dengan siapapun, Sujono tidak merasa perlu mempersoalkan pencalonan Jupe. Hak memilih dan dipilih merupakan hak setiap orang asalkan memenuhi persyaratan.
Dia membantah anggapan masyarakat yang menilai pembangunan di Pacitan belum begitu kentara. Sebagai contoh Sujono menyebutkan investasi yang masuk ke Pacitan sampai sekarang tidak kurang dari Rp 6 triliun. ”Apa itu dibilang sedikit?,” papar Sujono yang berhasil ke tampuk bupati dengan dukungan Partai Demokrat.
Contoh lainnya adalah realisasi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan Jalur Lintas Selatan (JLS). “Saya ikut memperjuangkan proposalnya sehingga bisa disetujui pemerintah pusat.” Demikian pula Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pacitan yang terus meningkat setiap tahun meningkat. “PAD tahun 2006 hanya sekitar Rp 13 miliar, tahun 2009 naik menjadi Rp 26 miliar,” paparnya. Untuk tahun 2010 dia mentargetkan PAD setidaknya mencapai Rp 80 miliar hingga Rp 100 miliar.
Sumber : ISHOMUDDIN.TEMPO Interaktif
tapi kenapa sk pacitan belum ditandatangani pak bupati,itu nama nya kan gak berpihak kepada rakyat