Ansor Surabaya Berseberangan dengan NU

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Surabaya mengambil sikap berseberangan dengan Nahdlatul Ulama (NU) dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di kota itu.

“Kami hanya mau mendukung kader sendiri, bukan orang lain. Untuk itu, kami mengambil sikap konfrontatif dengan NU,” kata Yusuf Hidayat selaku Bendahara PC GP Ansor Kota Surabaya, Senin.

Menurut dia, kader Ansor telah berkomitmen memberikan dukungan terhadap pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya, Arif Afandi-Adies Kadir (Cacak).

“Arif Afandi didukung kader Ansor karena dia salah satu pengurus. Sampai saat ini dia tercatat sebagai Ketua Pembina PC GP Ansor Kota Surabaya,” kata Yusuf.

Sebagai bentuk komitmen, ratusan pengurus Ansor, baik di tingkat cabang maupun anak cabang, menggelar deklarasi dukungan terhadap Arif Afandi di sela-sela acara Hari Lahir ke-76 Ansor di sebuah hotel di kawasan Jalan Mas Manshur Surabaya, Minggu (16/5) malam.

Yusuf menyatakan, ratusan pengurus organisasi badan otonom NU yang berdiri pada 1934 itu siap bergerilya menghimpun 25 ribu kader untuk memberikan suaranya kepada pasangan Cacak dalam Pilkada Kota Surabaya pada 2 Juni mendatang.

Sementara itu, Calon Wali Kota Surabaya Arif Afandi menganggap wajar dirinya didukung oleh kader Ansor, apalagi sebelumnya dia juga telah menjalin komunikasi dengan Ketua Umum PP GP Ansor Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

“Wajar dong, saya meminta dukungan kepada kader sendiri. Sudah lama saya ini berkecimpung di Ansor,” kata pria asal Kanigoro, Kabupaten Blitar, yang menempuh pendidikan dasar hingga menengah di sekolah agama itu.

Kepada ratusan kader Ansor, dia pun menceritakan peristiwa menjelang terpilihnya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Presiden RI dalam Sidang Umum MPR pada 1999.

“Saya mendapat cerita dari Gus Ipul. Hubungan Gus Dur dengan Pak Ud (KH Yusuf Hasyim, paman Gus Dur sekaligus pengasuh PP Tebuireng) dari dulu tidak harmonis. Akan tetapi, menjelang Sidang Umum, tiba-tiba Pak Ud mendukung Gus Dur. Pak Ud beralasan, kapan lagi kader NU bisa menjadi Presiden. Belum tentu, kesempatan itu akan didapat 50 tahun lagi,” kata Wakil Wali Kota Surabaya itu menirukan cerita Gus Ipul.

Oleh sebab itu, dia mengajak kader Ansor untuk bersatu padu berjuang mendukung kadernya yang tinggal selangkah lagi menjadi seorang pemimpin di Kota Pahlawan.

Arif pun membalas komitmen kader itu dengan janji akan memberdayakan kader Ansor dalam pemerintahannya kelak.

“Kami punya program menciptakan lapangan kerja yang dapat menyerap 100 ribu tenaga kerja selama lima tahun ke depan. Oleh sebab itu, kami akan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada kader Ansor,” katanya.

Sementara itu, dalam Pilkada Kota Surabaya, Pengurus Cabang NU setempat telah menyatakan dukungannya terhadap pasangan Fandi Utomo-Yulius Bustami.

Fandi Utomo sampai saat ini masih tercatat sebagai salah satu pengurus di Majelis Wilayah Cabang (MWC) NU Kecamatan Gayungsari, Kota Surabaya.*

Sumber : antarajatim.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone