Angka Golput Pilkada Situbondo 29 Persen

Jumlah pemilih yang tidak menyalurkan hak pilihnya atau golongan putih (golput) pada pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Situbondo, Jawa Timur, mencapai 29 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 503.817 pemilih.

“Jumlah pemilih yang menyalurkan hak pilihnya pada pilkada Situbondo sebanyak 71 persen atau sekitar 334.704 pemilih,” kata Ketua Panitia Pengawas Pilkada Kabupaten Situbondo, Irwan Yulianto, di sela-sela rapat koordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Kabupaten Jember, Sabtu.

Bawaslu mengundang sejumlah anggota Panwas Pilkada beberapa kabupaten di wilayah Karisidenan Besuki untuk melakukan rapat koordinasi terkait pengawasan pilkada, rapat koordinasi tersebut bertempat di salah satu rumah makan di Kabupaten Jember.

Menurut Irwan, penghitungan surat suara yang dilakukan Panwas Pilkada Situbondo untuk kebutuhan internal anggota Panwas karena rekapitulasi penghitungan surat suara di tingkat kabupaten akan dilakukan pada Senin (28/06) pekan depan.

“Secara resmi, partisipasi pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya dapat diketahui pada rekapitulasi surat suara yang dilaksanakan KPU tingkat Kabupaten Situbondo pada Senin (28/06), namun Panwas Pilkada sudah melakukan pendataan terlebih dahulu,” katanya.

Ia mengemukakan beberapa faktor penyebab golput pada pilkada Situbondo yang digelar 22 Juni lalu antara lain pemilih belum menerima surat undangan datang ke TPS (formulir C-6) pada hari H pencoblosan dan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) belum memahami aturan yang ada.

“Temuan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di lapangan, sejumlah formulir C-6 belum dibagikan kepada pemilih pada hari pemungutan suara, sehingga pemilih tidak datang ke TPS,” ucap mantan wartawan di Situbondo ini.

Kendati demikian, kata dia, partisipasi pilkada Situbondo lebih baik dibandingkan pada beberapa pemilu sebelumnya seperti pemilihan presiden dan pemilu legislatif pada tahun 2009.

“Kami akan melakukan evaluasi terhadap pilkada Situbondo karena Panwas menilai KPU belum optimal melakukan sosialiasasi terhadap pemilih di Kabupaten Situbondo,” paparnya.

Hasil penghitungan surat suara yang dilakukan Panwas Pilkada Situbondo menyebutkan pasangan Hadariyanto-Basunondo (nomor urut 1) mendapat suara sebanyak 11 persen, pasangan Herman-Djunaedi (nomor urut 2) mendapat suara sebanyak 6 persen.

Pasangan Wahyu Teguh Wiyono-Samlawi Madjid (nomor urut 3) mendapat sebanyak 6 persen, pasangan Dadang Wigiarto-Rachmad (nomor urut 4) mendapat suara sebanyak 44 persen, dan pasangan Sofwan Hadi-Sukarso (nomor urut 5) mendapat suara sebanyak 33 persen.

Sumber : antarajatim.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone