Angelina Sondakh: Modal Seleb Tak Cukup

Angelina Sondakh

Angelina Sondakh

Angelina Sondakh, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, menyatakan popularitas tak cukup untuk menjadi modal maju di pemilihan kepala daerah atau Pemilu. Mantan Putri Indonesia itu tak main-main dengan pernyataannya, dia berbekal sebuah penelitian.

“Kebetulan saya menulis tesis tentang ‘Pengaruh Popularitas dan Kapabilitas dalam Elektabilitas’,” ujar Angelina. “Dalam penelitian saya itu, terbukti bahwa pengaruh popularitas hanya menyumbang sekitar 16,3 persen terhadap tingkat keterpilihannya,” Angelina memaparkan dalam diskusi ‘Selebritas dalam Pilkada Bukan Sekedar Popularitas’ di Gedung Dewan Perwakilan Daerah, Jakarta, Rabu 14 April 2010.

Angelina mencatat, dari sekitar 96 nama selebriti yang maju dalam pilkada, hanya sekitar 11 saja yang terpilih. Jadi, popularitas memang harus diimbangi oleh kapabilitas. “Masyarakat tidak akan memilih figur yang populer saja, tapi juga harus yang punya kompetensi,” ujarnya.

Anggota Fraksi Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat itu menyatakan, fenomena artis yang maju dalam pilkada bisa karena dua faktor. Pertama, artis itu memang ingin maju. Kedua, artis itu dimajukan oleh partai karena populer di mata masyarakat.

“Khusus untuk Jupe, saya yakin ia memang ingin maju, dan ia juga sadar bahwa populer saja tidak cukup. Oleh karena itu, ia menggandeng Gusti Randa sebagai think tank-nya,” kata Angelina.

Sumber : Arfi Bambani Amri, Anggi Kusumadewi• VIVAnews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone