Pengamat: Demokrat akan Rusak Jika Konvensi Capres Direkayasa
TRIBUNnews.com, JAKARTA - Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat yang diisi banyak tokoh nasional akan berakhir buruk dan membuat partai berlambang bintang mercy itu rusak jika pada proses jalannya konvensi sudah diselubungi rekayasa.
Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Seven Strategic Studies, Mulyana W Kusumah di Jakarta, Rabu (21/8/2013). Menurutnya, Demokrat harus dapat buktikan Konvensi berlangsung sesuai prinsip ‘free and fair electoral convention’.
“Jika sebaliknya, jelas citra Partai Demokrat akan rusak bahkan runtuh bila Konvensi di dalam kenyataan merupakan rekayasa dan sejatinya adalah sarana legitimasi bakal Capres yang sudah dipersiapkan Majelis Tinggi dan Ketua Dewan Pembina,” ujar Mulyana.
Menurut Mulyana, setidaknya banyak nilai lebih yang didapat Demokrat dari Konvensi ini. Antara lain, Demokrat partai pertama yang melaksanakan tradisi politik baru dalam proses seleksi internal bakal calon Presiden.
“Partai Demokrat telah melangkah maju untuk membangun citra demokratik di tengah merosotnya elektabilitas yang menurut lembaga-lembaga survei berada pada tingkat mengkuatirkan, di bawah 10 persen,” terang Mulyana.
Selain itu, dengan perkiraan sebagian besar atau semua tokoh yang diundang bersedia untuk mengikuti Konvensi, Partai Demokrat akan memiliki sejumlah ‘juru kampanye’ yang akan melakukan bentuk-bentuk kampanye secara nasional tanpa biaya dan tidak membebani Partai.
Menyusul tidak adanya Pasal UU Pemilu, UU Pilpres yang masih berlaku mau pun Peraturan KPU yang melarang kampanye para bakal Calon Presiden peserta Konvensi Partai Demokrat, maka walau pun hal tersebut merupakan kampanye dini, tidak dipandang sebagai pelanggaran aturan pemilu dan pilpres.
“Partai Demokrat akan memetik keuntungan politik dengan pemberitaan media massa tentang proses Konvensi yang memang menarik sebagai peristiwa politik baru dalam kehidupan kepartaian dan pola rekruitmen bakal calon Presiden,” tambahnya.
Melihat para peserta Konvensi relatif memiliki kapasitas dan sumberdaya politik memadai, maka akan sangat berguna dalam membentuk rasionalitas pemilih untuk dibandingkan dengan sejumlah tokoh dari parpol lain yang sudah mewacanakan diri atau diwacanakan sebagai bakal capres.
SUMBER : http://www.tribunnews.com/