Pemilu 2009 : Selamat Memilih Indonesia

Pemilu Indonesia 2009
“Masyarakat diharap menggunakan hak pilihnya dengan mendatangi tempat pemungutan suara.”
Sejarah Indonesia mencatat tiga kali pemilu dilaksanakan selama masa reformasi. Namun, pemilu 2009 adalah tonggak sejarah bagi demokrasi, untuk kali pertamanya rakyat memilih sosok calon wakilnya di parlemen secara langsung pada Kamis 9 April 2009 mulai pukul 07.00 sampai pukul 12.00.
“Masyarakat diharap menggunakan hak pilihnya dengan mendatangi tempat pemungutan suara dan menjalankan ini dengan sebaik-baiknya,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum, Abdul Hafiz Anshary dalam pidatonya menjelang pemilu 2009, Rabu 8 April 2009.
Hafiz Anshary juga berpesan agar panitia pemilu bekerja sebaik-baiknya sesuai ketentuan yang berlaku. “Jangan curang, jangan memanipulasi,” kata Hafiz.
Sebanyak 38 partai nasional dan enam partai lokal berebut posisi di dewan dalam pemilu kali ini, belum lagi 1.109 calon anggota Dewan Perwakilan Daerah yang berebut kursi senator.
Potensi kecurangan dan manipulasi dalam pemilu 2009 bakal jauh lebih tinggi daripada dua pemilu sebelumnya. Sebab, suara rakyatlah yang menentukan siapa yang berhak duduk di kursi parlemen, bukan keputusan partai politik. Setiap calon legislatif harus memperjuangkan dirinya sendiri, bahkan bersaing dengan calon lain yang separtai.
Sebanyak 560 kursi di DPR diperebutkan 11.219 calon, demikian pula 1.998 kursi dewan di propinsi yang diperebutkan 32.263 caleg. Tak kalah hebat persaingan di dewan kabupaten atau kota, sebanyak 16.270 kursi diidam-idamkan 246.588 calon.
Segala daya upaya dilakukan calon, tak terhitung banyaknya dana yang mereka keluarkan untuk mempromosikan diri, dari bukan siapa-siapa menjadi sosok yang dikenal. Syukur-syukur ada masyarakat yang mengingat partai, nama, dan nomor urut si calon ketika mencontreng.
Selamat memilih untuk rakyat Indonesia! Semoga hajatan pemilu bukan hanya rutinitas yang menghamburkan banyak uang negara. Besar harapan pemilu bisa berjalan baik dan menghasilkan orang-orang yang benar-benar pantas mendapat predikat wakil rakyat.
Untuk para calon yang berlaga, diharap legawa, menang atau kalah itu adalah resiko demokrasi.
Sumber : VIVAnews
Selamat bagi Pemenang, dan selamat juga bagi yang kalah. Kalah menang adalah permainan perjuangan. Kan tidak semua menang, bahkan lebih banyak yang kalah. yang penting jangan stresss dong yang kalah.