PDIP Merapat ke SBY-Boediono Demokrat Selalu Terbuka Lebar untuk PDIP

Demokrat - PDIP
Usai membacakan RAPBN dan nota keuangan 2010 di gedung DPR/MPR, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menyalami sejumlah pejabat, di antaranya Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDI Perjuangan, Taufiq Kiemas.
Pertemuan kedua tokoh yang berasal dari partai pemerintah dan partai oposisi itu selanjutnya diterjemahkan sejumlah kalangan bahwa sesungguhnya musuh politik abadi di Indonesia memang sudah tidak ada lagi.
Penjelasan pertemuan SBY dan Taufiq Kiemas itu agaknya juga menjurus ke arah menguatnya keinginan koalisi kedua partai di pemerintahan di bawah kepemimpinan SBY.
Soal itu Achmad Mubarok, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, mengatakan pertemuan antara SBY dan Taufiq Kiemas di gedung DPR/MPR kemarin, sesungguhnya bukanlah peristiwa politik yang baru terjadi.
Sebab, sebelum pelaksanaan Pemilu 2009 lalu, tanda-tanda PDI Perjuangan ingin berkoalisi dengan Partai Demokrat sesungguhnya sudah ada.
Tanda-tandanya ialah kunjungan sejumlah petinggi PDI Perjuangan, seperti Tjahjo Kumolo dan Puan Maharrani ke rumah pribadi SBY, Cikeas, Bogor.
Partai Demokrat mengakui ada pertemuan semacam itu. Tapi PDI Perjuangan selalu malu-malu dan selalu membantah adanya pertemuan.
Ada pandangan politik lain yang mengatakan koalisi dengan Partai Demokrat pada waktu itu tidak juga terwujud karena Megawati Soekarnoputri sendiri yang belum siap.
Sampai akhirnya koalisi kedua partai benar-benar tidak terealisasi karena Megawati memutuskan untuk koalisi dengan Prabowo Subianto, Ketua Dewan Partai Gerindra, maju ke bursa Pemilihan Presiden.
Setelah itu, komunikasi politik kedua partai tidak berlanjut lagi karena masing-masing harus konsentrasi untuk keluar sebagai pemenang di Pemilihan Presiden. SBY menggandeng Boediono, Jusuf Kalla bersama Wiranto, dan Megawati maju dengan Prabowo.
Pemilihan Presiden telah dimenangi SBY-Boediono. Peta politik menjadi jelas. Formasi kekuatan politik pun berubah.
Yang jelas sampai sekarang ini, Partai Demokrat tetap membuka pintu lebar-lebar untuk PDI Perjuangan. Tapi yang memutuskan ialah seberapa serius makna jabat tangan Taufiq Kiemas dan SBY di gedung DPR/MPR.
SUmber : • VIVAnews
Selasa, 4 Agustus 2009, 08:25 WIB
Siswanto