Mengapa Gerindra Tak Tembus Dua Digit

Haryanto Taslam
Pertama, ada faktor DPT yang amburadul. Dua dan tiga?
Anggota Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya, Haryanto Taslam, mensinyalir suara partainya tidak menembus angka sepuluh persen karena tiga faktor. Faktor pertama adalah Daftar Pemilih Tetap yang amburadul.
“Banyak pendukung kami yang tidak mendapat undangan memilih. Simpatisan Gerindra tidak masuk DPT. Jadi tidak bisa memberikan suaranya, dihilangkan haknya,” ujar Haryanto Taslam di Gerindra Media Center, Jalan Prapanca Raya nomor 39, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat sore 10 April 2009.
Faktor berikutnya, lanjut dia, banyak sekali golput di Pemilu tahun ini. Padahal partai berlambang kepala burung garuda ini sudah gencar mengimbau masyarakat untuk jangan golput. Namun, Haryanto tetap menghargai warga masyarakat yang tidak menggunakan hak politiknya, sebab itu barangkali juga merupakan pilihannya.
Faktor lain adalah kasus calon legislator Gerindra yang dijadikan polisi sebagai tersangka pencemaran nama baik Edhie Baskoro Yudhoyono. Haryanto melihatnya sebagai bentuk intimidasi karena calon legislator itu diduga ikut melaporkan Ibas melakukan money politics ke Panitia Pengawas Pemilu. “Kasus itu sepertinya membuat rakyat jadi takut juga memilih Gerindra,” kata dia.
Paling tidak aparat kepolisian, menurut Haryanto, tampak berpihak. “Ada semacam pamer kekuatan. Dia (partai berkuasa-red) menunjukkan bisa menggunakan aparat negara untuk menekan lawannya atau saingannya. Itu faktanya,” ujar Haryanto.
Sumber : vivanews
Pemilu ini kan bukan mencari siapa yang menang atau kalah, tetapi mencari siapa yang bisa kita jadikan wakil kita di pemerintah.
Setiap pemilu pilihannya hanya ada 2, menang atau kalah.
Jadi kalau kalah kita harus bisa menerimanya dengan lapang dada dan yang menang jangan besar kepala.
Karena kalian membawa ratusan juta amanat rakyat yang harud kalian pertanggung jawabkan dunia akhirat.
Kalau merasa kalah jangan cari2 alasan berapa sih anggauta saudara yang tidak mendapatkan undangan. Asal ngomong aja.
Tau ngak proses pembuatan DPT>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>????
Kalau ngak tau jangan asabun. Tau ngak kalahnya Gerindra adalah mempunyai sisi gelap yang belum terungkapkan gitu
Itu lihat sisi kanan halaman ini bila tau yah daftarkan saja. Saya jamin ngak dipalak, saudara akan dapat form A5 nantinya.
bukan tidak bisa tembus dua digit saya yakin untuk priode 2014 dng kesabaran dan bukan dgn caci maki dan tidak berkoalisi dgn PDIP saya yakin itu Prabowo bisa yadi PRESIDEN 2014, tapi kalau salah langkah untuk mengambil hati rakyat maka akan nasipnya akan seperti Pak Wiranto & Pak Tri. Sabar Pak Prabowo akui secara jentelmen dan salami itu Pak SBY untuk popularitas maka anda dapat poin yg cukup besar untuk 2014. saya melihat anda mempunyai Kharisma jadi PRESIDEN RI 2014 mendatang ingat Pak Prabowo jangan salah berkoalisi nanti menjadi amburadul wah kasihan PRESIDEN 2014 itu COCOk untuk anda menganti Pak SBY yg penuh wibowo, jadi Pak PRAbowoe Okeeee….
Ya.. Jelas dong sekarang hasilnya gitu.
Si Babe khan bermasalah di masa lalu diduga jadi penculik aktifis walaupun itu karena tugas dari atas katanya….
Anggotanya banyak khan tiap anggota dapat Asuransi Gratis selama 2 tahun..
Masih mending dapat suara dalam sepuluh besar karena dapat limpahan suara dari PKB Gus Dur en budget besar dari adiknya si pengusaha..
Makanya sering baca berita Mas..
Capaian Gerinda dalam Pemilu 2009 , sungguh sudah sangat baik ,oleh karena itu Pak Haryanto Taslam harus bersyukur dan tidak perlu mencari kambing hitam. Tunjukkan dulu kiprahnya dan buktikan janji - janjinya seperti dalam kampanyenya meskipun hanya 5 % dan saya yakin kalau Pak Prabowo tidak salah langkah. Gunakanlah cara - cara yang santun seperti dalam dalam kampanye anda di TV
Kepada Yth. Pak Prabowo.
Kekalahan anda pada pemilu 2009 ini hendaknya menjadi pemicu kemenangan pada pemilu mendatang 2013, Pak Prabowo seorang prajurit tulen dan penuh tanggung jawab untuk itu salamilah pak SPY.
Kalau memang ada kekeliruan pada pelaksana pemilu sekarang ini, itu namanya juga yang menjalankan manusia biarlah masyarakat yang menilai, Seperti juga kekeliruan yang pernah pak Prabowo lakukan dulu baik disengaja maupun atas perintah atasan dizaman pemerintahan pak Harto.
Tambahan pesan saya carillah pembantu anda yang lebih bijak dan tidak otoriter seperti Pak Fadli Zon, yach maklumlah anak muda kale ya.
Terima Kasih salam saya buat kemenangan anda pada pemilu 2013 mendatang, dan semoga sukses.
Pak Prabowo, dengan sejuta pengalaman anda dan dedikasi anda, tolong jangan gabung dengan mega, karena anda punya visi yang lebih baik dari pada calon lain selain SBY. kalau bisa masuk dalam sistem duu untuk membenahi apa yang bisa dibenahi sebelum 2014. Dan rakyat akan melihat bukti dari dedikasi anda selama ini. Don’t worry, setiap orang pasti pernah punya salah…
Kompanye Grindra terlalu mengboral janji, terus kayaknya prabowo nilai jualnya masih rendah, kapan beliau jadi tokoh terkenal di Indonesia, yang kenal belaiu hanyalah tentara, dan kalangan atas, kita riel aja setelah ada gerindra baru nampil di TV, dulu sewaktu jadi tentara terkenalnya hanya waktu jadi kostrad, itu aja,kali gitu yaa
JANJI YANG DISAMPAIKAN GERINDRA ITU NAMPAKNYA MULUK MULUK DEH, MUNGKIN BISA KALAU DENGAN TANGAN BESI SEPERTI KETIKA MASIH MENJABAT DAN JADI MANTU P HARTO.
IDIH NGERIDEH KALAU DIA JADI PRESIDEN, MAHASISWA BISA KABUR SEMUA, ITU PERNYATAN DARI MAHASISWA YANG PERNAH DICULIK DULU, SILAKAN TANYA SAMA WARTAWAN AUSTRALIA YANG MEWANCARAI PRABOWO PADA ABC. BEBERAPA HARI SEBELUM PEMILU LEGISLATIP.
Gerindra tidak bisa nembus 2 digit karena salah nomboknya dia hanya beli buntut saja kan 1 angka he…he… Nyadar ya para pengurus Gerindra Tolong deh Anda punya website itu dibuka dan di jawab …banyak teman2 yang buka websitenya dalam forum komunikasi ,sebenarnya banyak yang pingin membantu anda tetapi kayaknya U ..cuek aja, Kalau saya jadi Pak.Prabowo yang ngurus IT Partai Gerindra saya pecat…
O..iya saran Buat Pak Prabowo demi jaga nama..jangan berkoalisi dengan Partai manapun…saya yakin anda akan memimpin next..anda pantas Kok .Anda didik militer strategy pak harto ,Tentang ekonomi Bapak anda sendiri Sumitro,Prof anda sudah mendapat segalanya tetapi jangan sekarang pak….
Untuk faktor pertama, saya kira bukan hanya Gerindra saja yang mengalaminya. Kasus ini juga dialami semua partai , tanpa pandang bulu. Saya percaya, semua partai juga menderita kerugian dari kacaunya DPT tersebut. Kecuali Gerindra mempunyai bukti sahih adanya pelanggaran pemilu secara struktural dan sistematis, yang dilakukan oleh seorang atau lembaga tertentu. Jadi, faktor pertama gugur.
Faktor kedua, yaitu masalah golput. Sebaiknya kita patut bertanya mengapa golput pada beberapa pemilu terakhir (Pemilu 2004 dan Pemilu lokal) menjadi PARTAI pemenang. Saya yakin golput ini ada sebabnya. Jika kita berpaling pada beberapa pemilu ke belakang, yaitu pemilu tahun 1999 (pemilu pertama di era reformasi) ,ketika euforia reformasi melanda rakyat Indonesia. Rakyat dengan sangat antusias datang ke TPS-TPS dengan harapan pemilu kali ini berbeda dengan era sebelumnya. Tetapi seperti kita ketahui, ternyata hasilnya SAMA saja. Bahkan karena labelnya adalah era kebebasan, banyak anggota dewan yang terpilih tingkahnya menjadi sangat menjengkelkan. Kalaupun tidak ada golput, siapa yang dapat menjamin bahwa mereka akan memilih Gerindra. Saya kira faktor ini juga tidak relevan.
Sedangkan untuk faktor ketiga, yaitu kasus caleg Gerindra yang dijadikan tersangka. Jika kita mengaca pada kasus Abdul Hadi Jamal, caleg PAN yang menjadi tahanan KPK, kasus ini lebih parah lagi karena tertangkap tangan, dimana perolehan suaranya lebih tinggi daripada caleg lainnya yang tidak menjadi tahanan kasus korupsi. Saya kira masyarakat Indonesia juga sudah LEBIH dewasa dibandingkan beberapa Pemilu lalu. Jadi, faktor ketiga otomatis gugur pula.
Jadi lebih baik Gerindra lebih mengaca diri, jangan hanya beralasan. Masyarakat kita sudah pintar bung, Gerindra kan masih sangat berbau ORDE BARU.
Wah2 Haryanto Taslam … Mungkin dulunya muridnya durna ya……pintar banget kalu cari alasan…. Udah Jelas2 Rakyat tuh udah kaga takut am namanya intimidasi ……Wong cari makan aja taruhannya nyawa… palagi cuma ditakut2 ma pejabat kaga takut deh …. Yang MEnang itu Udah Pasti Pilihan Rakyat Bukan Akal2 an
Haryanto Taslam tuh ngomong apa? Klo kalah ya kalah aja nggak usah nyari alasan ini kek, itu kek. Semua partai itu korban DPT yg kacau, ndak usahlah mendiskreditkan partai tertentu. Klo kita punya sedikit saja empati, kasihan juga KPU yg mendata DPT. Mendata DPT jelas pekerjaan yang rumit, runyam dan susah. Ilustrasinya, waktu aku jadi pengurus RT untuk keperluan pilkada dan pembagian kom[por gas, susah sekali memantau data penduduk yang +/- hanya 55KK, padahal itu di kampung. Bayangin saja kalo itu di Jakarta atau kota-kota besar lainnya.
Jadi menurut saya, tingkat error DPT yang terjadi di pemilu kali ini masih dalam ambang wajar.
Hartas ini ngomongnya dari dulu asal jadi ….jadi ga usah dianggaplah…Nanti juga lama lama dia Hilang sendiri diculik Prabowo …
Gerindra mau besar? Jangan Prabowo dijadikan capres.
kalo kalah ya kalah aja lah
jangan cari kambing itam
lom jadi pemimpin bangsa aja dah arrogan gini..
udah deh partai “ngeri ga”
ga usah pake nyari kambing itam
kalo kalah, kawan
kalo menang, musuhan
konsisten donk !
Berpolitik boleh-boleh saja
tapi jangan abaikan hati nurani
hati nurani siapa pun bangsa indonesia ini di tanya tentang kinerja SBY
pasti menjawab lebih bagus dari presiden2 terdahulu
hanya karena persaingan politik
nurani sendiri di pungkiri.
Golput itu ajakannya GUS DUR, eh malah die diajak kongsi. Jadinya yah banyak yang GOLPUT/ngak milih anda.
Saya usul Prabowo si Taslam suruh jadi Ketua PPS atau Ketua KPPS didaerahnya biar merasakan bagaimana susahnya mengatur wong cilik itu. Ngak punya KTP, tinggal sisuatu tempat KTPnya dikota,didatangi ngak mau buka pintu sisurati takut suruh bayar iuran beli rumah banyak dikosongi disuruh nempati jongos/ orang lain yang notabena KTP palsu atau tempat lain dlsb. Ngak mau ngurus KTP, jadi warga ngak mau bayar iuran dlsb. Semoga dia dijadikan anggauta KPPS/ PPS atau Ketua RW/RT didaerahnya.
Gilaaaaa bowo itu kalau ngomong kok kaya
kentutngomongin partai lain politik uang apa dia ngagak sadar kalo partainya juga melakukanmas panjenengan niku mbok sing legowo, mbantu rakyat mbok sing ikhlas ojo mung arep pemilu, ngetoke nek haus kuoso kanggo bales dendam po? wong panjenengan yo wis sugih ngenteske kemiskinan opo kudu dadi presiden disik ?
Kalau mau bantu rakyat ya bantu aja, gak hrs jadi presiden kan kalau mau bantu rakyat ????
Bagi bagi kan saja 50% dari daftar kekayaan prabowo yg katanya 17 trilyun itu …..
Mo bantu koq ngarep pamrih ……
Ass PAk Prabowo. Pak bapak itu seorang putra bangsa yang disegani baik di dalam maupun diluar negeri. Saya harap bapak juga punya sikap seorang negarawan yang arif dan tidak grusa-grusu.Mengenai tidak tercapainya angka 2 digit jangan hanya mengkambinghitamkan DPT yang amburadul, karena bukan Gerindra saja yang rugi ternmasuk partai Demokrat dan partai lain.Kalo DPT beres mungkin perolehan Demokrat tidak hanya 20 % tapi bisa lebih 25 % begitu juga partai lain termasuk Gerindra. Mungkin bapak sudah terkena Virus Megawati yang selalu mngembek, merasa teraniaya, minta diperhatikan, karena dewan pembinanya pun Jebolan PDIP juga ( Hartas:Haryanto Taslam ).Kok bapak bisa menempatkan kutu loncat seperti Hartas di partai bapak, ya pantas sikap bapak gak jauh beda seperti Megawati, merajuk, mengambek, suka menjelekkan lawan politik,ya bapak dah ditularkan virus Megawati di kepala bapak.Masalh golput pun partai lain juga kena imbasnya.Dan yang menjadi penyebab utama target nya dibawah 2 digit ya TRACK RECORD bapak sendiri di waktu lalu yang dinilai masyarakat sudah cacat entah bapak terpaksa melakukan atau tidak.JAdi saya mohon pak jangan suka mengkambinghitamkan orang lain dan juga MENG “KEBO” HITAMKAN orang lain apalagi sampai berbuih mulutnya pak.Ingat pak, bapak seorang parjurit sejati dan bisa menjadi negarawan besar seperti Soekarno,Soeharto dan SBY di 2014.
Ass. ni juga membandingkan DPT tahun 2004 dan 2009
di 2004 benar partainya banyak, tapi apakah juga memilih caleg langsung?apakah pilkada juga langsung? Sekarang tahun 2009 pemerintah bersama KPU berusaha menuruti keinginan rakyat aagar tidak membeli “kucing dalam karung” dalam arti bukan partai yang menentukan Anggota Legislatif tapi rakyat langsung yang memilih.Konsekuensinya tingkat kerumitan pemilu semakin tinggi. Ya kalo dibandingkan pemilu 2004 ya jauh beda tingkat kesulitannya.Semua pekerjaan tidak ada ynag sempurna mulus sekali pasti ada saja kekurangannya., apalagi hal2 yang belum pernah dilakukan sebelumnya.Sudah terlaksana pemilu dengan sistem ini saja kita sudah sukur, berarti ada niat baik pemerintah dan KPU menjalankan amanat rakyat.Kalo ada kekurangan mari bersatu untuk memperbaiki dan menganalisa apa masalahnya untuk persiapan 2014 bukannya KONCO-KONCOAN mengajak menolak hasil pemilu, ya itu juga merupakan pengkhianatan kepada rakyat yang sudah memilih dan juga akan menimbulkan biaya yang lebih besar.Kalo mau menolak silakan adakan pemilu sendiri dan biayai sendiri jangan pakai uang rakyat, toh partai2 yang ada sekarang juga mendapat dana dari uang rakyat untuk ikut pemilu.Mbok ya jangan ngajari rakyat ke arah yang bodoh2 seolah2 sudah pinter sendiri.KPU juga sudah berusaha maksimal mendaftar yang berhak ikut pemilu.Kalo belum bisa menghargai hasil karya orang lain bagaimana orang lain mau menghargai orang tersebut?
Rakyat jangan mau dibodohi seseorang yang ngakunya reformis, bisa ini bisa itu, omong kosong dlsb.
Mari kita bantu KPU untuk menyelesaikan DPT jangan kayak Taslam hanya nyalahkan orang saja bisanya, suruh dia jadi KPPS
Mari rakyat bersatu padu sukseskan pemilu, bantu KPU untuk membereskan DPT.
DPT itu permasalahannya paling2 ada oknum yang bayar agar bisa lolos ke DPR, DPRD dlsb.Itulah permasalahannya yang benar2 perlu kita gasak.
DPT harus diupdate di KPPS atau RT/RW . Pada hari H-7 disebarkan undangan dengan cara didatangi sendiri jangan suruhan ojek atau orang lain nanti paling2 hanya dilempar saja atau malah ngak disampaikan yang penting duit.
Datangi sendiri cek warga punya KTP atau ngak ditempat itu kalau KTPnya daerah lain disuruh pulang untuk buat surat rujukan agar didaftar. Itu bukan tanggung jawab RT/RW setempat untuk orang2 semacam itu. Nantinya mereka akan membikin maalah saja. Orang yang datang bawa KTP pada saat pemilu ditolak karena memang mereka malas dan mau ribut saja dan ini dikawatirkan mempunyai tempat contreng dibeberapa tempat. Seperti th 2004 banyak sekali yang berpakaian safari item2 mampir2 ke TPS-TPS katanya Dinas dll.Semoga jadi bahan bagi KPU. Bravo KPU semoga sukses. Jangan kawatir nanti saya bantu jadi KPPS ditempatku untuk membereskannya dengan suka rela, jangan kayak Taslam.
Wah, bgm mau memimpin rakyat jika tidak pernah faham rakyatnya? RAKYAT SUDAH MUAK DENGAN SI-BESAR MULUT, SI-PENGHUJAT, SI-TUKANG MARAH, SI-SOK JAGOAN…. ANAK KECIL PUN bisa jk cuma spt itu ?!!
Yang legowo to mas