KPU-Bawaslu Bahas Calon Terpilih Papua

Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary

Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary

Komisi Pemilihan Umum memanggil KPU Papua, Yahukimo, Jayapura, dan Jayawijaya, hari ini. Keperluannya menginvestigasi perubahan suara yang berimplikasi perubahan perolehan kursi, sehingga penetapan sepuluh calon terpilihnya ditunda.

“Semua yang bermasalah itu hari ini mau di-clear-kan walau Bawaslu minta seminggu, kalau bisa jangan seminggu,” ujar Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat 4 September 2009.

Menurut dia, Panwas Papua juga akan diundang. “Mungkin besok efektif acaranya, aturan libur besok jadi nggak libur lagi, karena minta segera,” ujarnya sambil terkekeh.

Hafiz mengaku dilematis menyikapi persoalan Papua. Saat rekapitulasi suara sah nasional memang ada rekomendasi dari pleno untuk melakukan perbaikan pada KPU Papua. “Cuma terlambat masuknya, seingat saya tanggal 11 apa 12 (Mei), tapi penetapan kan tanggal 9 Mei,” ujarnya.

Nah, dalam pleno revisi kursi dan calon terpilih 21 Agustus lalu, KPU mengakomodasi perubahan tersebut. Implikasi yang mendatangkan polemik, perpindahan satu kursi PDIP ke Gerindra. Sehingga, Bawaslu minta penundaan sampai persoalan jelas.

“Tetapi, kalau memang riil itu suaranya apakah dibuang suara orang, kan itu problem yang dihadapi KPU, pilihannya yang lama atau yang baru dua-duanya punya dilema,” ujar Hafiz.

Ketua Bawaslu Nur Hidayat Sardini mengatakan akan mendatangi koordinasi KPU dan KPU Papua itu. “Saya akan kesana bersama Panwas Jayapura, Jayawijaya, Yahukimo, dan Papua,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, 14 calon terpilih ditunda penetapannya. Mereka adalah sepuluh calon dari Papua. Empat lagi, seorang calon dari PAN, Eri Purnomo Adi yang diduga masih menjadi komisaris BUMN (BPH Migas), seorang calon legislator Gerindra, Suwardjono HW, yang diduga PNS, dan dua calon legislator PPP, Ahmad Daeng Sere dan Muhammad Mahfud yang tidak terdaftar di DCS tapi muncul di DCT.

KPU mengklarifikasi persoalan Papua. Sementara keempat calon bermasalah ditangani Bawaslu. Pagi tadi, Bawaslu meminta klarifikasi Kepala BPH Migas Tubagus Haryono memastikan apakah Eri Purnomo benar sebagai komisaris BPH Migas.

Siang ini masih berlangsung klarifikasi terhadap dua calon legislator PPP. Ketua Umum PPP Suryadharma Ali dan Sekjen Irgan Chairul Mahfiz turut diminta klarifikasi di Kantor Bawaslu. Suryadharma dan rombongan sudah tiba dan diperiksa di ruang pemeriksaan Bawaslu sejak pukul 14.00, tadi.

Sumber : Vivanews
Jum’at, 4 September 2009, 16:23 WIB
Arfi Bambani Amri, Suryanta Bakti Susila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone