Golkar Sakit Hati Direndahkan Partai Demokrat

Partai Golongan Karya
Partai Golkar kini merasa sakit hati pada Partai Demokrat setelah Susilo Bambang Yudhoyono memberi sinyal menolak Jusuf Kalla sebagai calon wakil presidennya pada pemilihan presiden mendatang.
“Mereka terlalu merendahkan kami, dan sudah merasa hebat karena menang di Pemilu Legislatif,” kata Ketua Dewan Pengurus Daerah Partai Golkar Kalimantan Timur Mahyudin melalui sambungan telepon, Rabu (22/4). Padahal, katanya, menang pemilu legislatif belum tentu menang di pemilihan presiden. “Seperti Golkar dulu,” katanya.
Mahyudin mengatakan, selama ini Golkar selalu berusaha mendekati Partai Demokrat untuk menyandingkan kembali Yudhoyono-Kalla. Pertimbangannya, karena pilihan tersebut paling besar berpeluang untuk menang, dan murah. “Ini pilihan yang kini terpaksa ditingggalkan,” katanya.
Ketua Dewan Pengurus Daerah Partai Golkar Yogyakarta Gandung Pardiman menyebut Yudhoyono dan Kalla tidak mungkin lagi disatukan. “Keduanya sudah saling curiga,” katanya. Kondisi ini, lanjut Gandung, diperparah dengan sikap saling antipati di lingkaran pertama orang-orang di sekitar Yudhoyono dan Kalla. “Mereka yang sebenarnya sudah tidak mungkin cocok lagi,” kata Gandung.
Sumber MUSTAFA SILALAHI tempointerkatif
Ass. Siapa menabur pasti menuai. Sebenarnya yang merasa hebat siapa?JK dengan begitu lantangnya maju Capres sebelum pemilu dimulai, tapi apa hasilnya?Kearoganan merasa partai besar ternyata kalah dengan suara yang tidak diduga sebelumnya. Anda melihat dari satu sisi JK saja , bagaiman persaan demokrat dan pak SBY dengan kelakuan JK itu?ukan hanya itu saja , Wiranto juga sakit hati dngan kelakuan JK di pemilu 2004?Golkar rusak yya karena Betara Kalla ( dewa yang sukka makan manusia di wayang ), mirip kan? Lha yang dari internal partai aja ditikamnya apalagi yang beda partai?kalo mau Golkar nmau jaya ya turunkan JK dari ketua umum angakat orang seperti Bung akbar yang lebih kompeten.Nah sekarang giliran kalah saja mendekat ke demokrat,yang dulu dipandangg sebelah mata yang sekarang melejit menjadi no 1. Apa gak malu tu JK?Makanya jangan takabur, jangan mengandalkan uang ( orang2 yang berduit ) dah gak jamannya lagi.Selama JK masih ketua umunm jangan haraop Golkar akan maju, karena JK tidak punya etika dan mau nikam kawan sendiri . Ingat, Wiranto slah satu korbannya .
SANGAT SETUJU…!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
SETUJU……….!!!!!!!!!!! TAPI JANGAN AKBAR YANG JADI GANTINYA KAN AKBAR MANTAN KORUPTOR……..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Assalamualaikum W W , Kepada Pimpinan Partai Golkar, saya secara pribadi sangat - sangat Simpatik dan Antensi ( atau lebih Hormat , dan terhormat ) kepada Bapak SURYA PALOH sebagai Pimpinan sebuah Organisasi Partai yang besar, mempunyai Karakter Kuat , sampai Menggebrak Meja . Dikarenakan Harga diri ( PartaiGolkar ) di sepelekan ( di hina !!! ). Keputusan Bapak Surya Paloh adalah seorang pimpinan adalah seorang Negarawan yang di perlukan oleh Bangsa Indonesia TEGAS , LOGIKA , HARGA DIRI ( SEBAGAI BANGSA INDONESIA ), dimana waktu harus di Putuskan dengan Tepat demi Bangsa Indonesia. Bukan di Ambangkan tidak ada keputusan, bisa dibayangkan Bangsa / Rakyat Indonesia , di Pimpin yang tidak mempunyai Karakter Pimpinan Tegas ( Banci , ” Jendral yang sifat Banci ” ) . Saya dari dulu merasa Simpatik kepada Beliau, yang selalu berapi-api dan semangat.
Maju Terus JK….
SBY udah sombong tu..nggak mau lagi bareng2
Biasalah…politik pencitraannya memang lagi gencar2nya
Untuk mengetahui arah jalan cerita perwayangan, kita terlbh dahulu hrs mengetahui siapa dalangnya. Skrg ini ada 3 dalang oposan politik, yaitu Taufik kiemas, Surya paloh, dan dalang goro2 Prabowo.
SBY sebaiknya berpasangan dengan Aulia Pohan sebagai cawapres
Ass . Mas Kayanto Cocok mas pendapat anda itu. Surya Paloh memang punya karakter, cuma hanya satu yang masih harus dibina beliau yaitu pencitraan dan pengenalan kepada akar rumput yang lebih intensif. Golkar butuh orang2 seperti Bung Akbar, BAng Surya dan sekarakter dengan mereka. Jangan sampai Golkar hancur karena dikuasai “geng pedagang” yang bermental pedagang.Karena filosofi politik beda engan filosofi berdagang.
AAss.Ketemu menh mas Tsubowo. Cocok mas dalangnya ada 3 orang.Tapi menurut saya the master dalang adalah si Budiman Sudjatmiko, yang jarang di ekspos. PRD rusak karena kelakuannya, sekarang ngacak2 PDIP. Kok Budiman tidak mau ke partai lain ya?Mungkin di PDIP lebih mudah masuk dan bisa mengacak2 dari dalam. Kalo dari partai lain mungkin sudah ditolak dari awal.Dann surya paloh saya kira tidak termasuk dalam 3 dalang itu mas. bagaimana, cocok mas?