Sutrisno Tidak Setuju Capres 4L

Soetrisno Bachir

Soetrisno Bachir

Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Sutrisno Bachir mengharapkan muncul Capres dan Cawapres alternatif pada Pilpres 2009 dan tidak setuju jika yang tampil hanya wajah lama atau 4L yang dipanjangkannya sebagai “lu lagi, lu lagi“.

Saya tidak setuju dengan 4L,” kata Sutrisno di Padang, Kamis.

Sutrisno berada di Sumbar dalam kunjungan dua hari (Rabu, 17/2 - Kamis 18/2) untuk melakukan pertemuan para calon legislatif (caleg) PAN untuk DPR-RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota serta kader partai berlambang “matahari terbit” se-Sumatera Barat.

Ia mengharapkan, ada Capres dan Cawapres alternatif atau muncul pemimpin baru dan siapa orangnya tergantung koalisi antar partai.

Menurut dia, koalisi antar partai untuk mengusung capres/cawapres akan terjadi menyusul menolakan Mahkamah Konstritusi (MK) terhadap gugatan penetapan syarat 20 persen suara Pemilu 2009 bagi satu partai politik untuk bisa mengusung capres/cawapres.

“Kita (PAN) terima keputusan MK itu, meski berat buat memunculkan figur-figur baru, tapi harapan saya jangan calon presiden itu dua saja,” kata Sutrisno.

Ia menyebutkan, dengan hasil keputusan MK, maka partai-partai harus berkoalisi, karena diperkirakan parpol yang akan mendapat 20 persen suara mungkin tidak ada.

Saya tidak yakin itu termasuk terhadap partai yang pada Pemilu 2004 mendapat 20 persen seperti Golkar dan PDI-Perjuangan yang memperoleh 19 persen suara, tambahnya.

Jadi mungkin tidak ada satu pun partai yang mencapai 20 persen dan mungkin hanya sekitar 15 persen seperti ditargetkan PAN. Karena itu diperlukan koalisi, kata Sutrisno.(*)

One Response to Sutrisno Tidak Setuju Capres 4L

  1. dedi supriyatna April 13, 2009 at 10:34 am

    amien rais masih terunggul dari capres siapa dan partai manpun. namun mayoritas masyarakat Indonesia masih relatif fragmatis jadi susah menjual figur sekaliber amien. apalagi mesin politik PAN tidak sehebat yang diharapkan publik. kader-kader PAN masih bersikap SDM (selamat dirinya masing-masing) dalam pileg. dalam gerakannya tak sehebat kader PDIP selalu menjual Mega. Kader PAN tidak, konsekuensinya publik arus bawah tidak memahami visi-misi politik amien. Kader PAN tidak mampu membaca kondisi objektif dan karakteristik pemilih di Indonesia yang mayoritas rendah pendidikannya, ekonominya lemah (bodoh dan miskin). Jelas kondisi masyarakat begini lebih banyak berpikir pragmatis. Isu-isu yang dijual mestinya mudah dicerna dan dirasakan masyarakat pragmatis ini. Kader PAN tidak memiliki kemampuan menjabarkan dan mengkomunikasikan gagasan besar amien rais. Jadi jangankan masyarakat Indonesia kader PAN sendiri ga ngerti amien rais. sayang sekali. Keseharian kader PAN hanya berkutet mengamankan peluang dirinya dalam setiap pemilu, nyaris tak ada yang gerakan partai yang mempublikasikan amien rais. partai-partai pemenang pemili pileg 2009 antara lain dipengaruhi kehadiran figur capres. amien ditenggelamkan partainya. Jika sekarang mencoba mengusung amiendalam pilpres. harus konsolidasi internal dan melakukan komunikasi antar partai politik dan pihak terkait yg signifikan bagi publikasi capres amien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone