Susahnya Mencari Pendamping Capres

Nama-nama calon presiden yang diajukan partai politik peraih suara terbanyak sudah lama diketahui publik, bahkan jauh hari sebelum pemilu legislatif digelar.

Dari Partai Demokrat, nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah dipatenkan menjadi calon presiden incumbent partai berlambang segitiga berlian itu. Dari PDI Perjuangan, muncul nama Ketua Umum partai, Megawati Soekarnoputri. Partai Golkar sendiri, meski dalam posisi serba sulit, memutuskan meloloskan nama Ketua Umum DPP, Jusuf Kalla.

Tiga nama ini yang kini beredar di bursa capres, dan akan siap maju dalam kontestasi Pilpres bulan Juli mendatang. Nama Prabowo Subiyanto yang sebelumnya ditahbiskan sebagai calon presiden tunggal dari partai pendatang baru, Partai Gerindra, terpaksa harus diturunkan peringkatnya di bursa Pilpres menjadi calon wakil setelah melihat hasil perolehan suara pemilu legislatif.

Di paruh akhir bulan April ini, para elit partai saling melakukan konsolidasi, komunikasi politik, dan menggelar rapat-rapat pimpinan, membahas kerjasama politik dalam rangka mencapai apa yang sama-sama mereka sebut sebagai “upaya menciptakan koalisi yang solid di tubuh pemerintahan” nanti.

Di antara isu sentral yang menjadi bahan pembicaraan serius parpol saat ini, salah satunya adalah membahas nama calon wakil presiden. Isu ini terbilang penting karena posisi calon wakil presiden merupakan salah satu di antara beberapa elemen perekat koalisi antar parpol, di samping masalah pembagian jatah kabinet.

Namun persoalannya, hingga kini belum satu pun dari tiga calon presiden itu yang bersedia menyebut secara definitif siapa-siapa kandidat pendamping mereka.

Masing-masing masih berharap-harap cemas menentukan pilihan. Sebab, menunjuk bakal pendamping ibarat sebuah ‘perjudian besar‘ bagi sang calon presiden. Salah dalam memilih pendamping akan mendatangkan kerugian di kemudian hari.

Karena itulah, meski SBY mengaku sudah mengantongi sebanyak 19 nama calon pendamping yang disodorkan, hingga akhir penutupan Rapimnas Partai Demokrat di Kemayoran, Jakarta, Minggu (26/4) kemarin, kandidat incumbent itu belum mau menyebut satu nama. Padahal sebelum Rapimnas digelar, sempat dikatakan bahwa kandidat pendamping SBY sudah akan diketahui di akhir acara.

Di kubu PDI Perjuangan pun demikian adanya. Megawati belum menunjuk satu nama dari beberapa nama yang diajukan, meskipun sudah ada satu nama yang paling banyak mendapat dukungan, yakni Prabowo Subiyanto.

Dalam Rakernas PDI-P di Lenteng Agung, Jakarta, Minggu kemarin, nama Prabowo disebut-sebut sebagai yang paling layak mendampingi Megawati.

Kepastian dan titik terang duet ini akan ditentukan dalam sebuah pertemuan Selasa (28/4) besok, kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon, Minggu kemarin.

Terakhir, dari kubu Partai Golkar yang kini tengah berada pada situasi bimbang menentukan calon pendamping capres Jusuf Kalla.

Ketika memutuskan mencalonkan JK sebagai capres, elit Golkar sebetulnya telah mengambil satu keputusan yang sangat berani, jauh dari pertimbangan pragmatis, meski pada akhirnya harus menghadapi pilihan dilematis.

Tetapi beberapa anggota dan ketua dewan pembina partai itu mengatakan dengan tegas bahwa Golkar siap melakukan ‘harakiri‘ dari semula menjadi partai yang sudah lama berada di lingkaran penguasa, menjadi partai oposisi.

Ada nama yang muncul dan disebut sebagai bakal pendamping JK yakni Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional, Sutrisno Bachir. Namun, nama ini belum dianggap signifikan, terlebih karena suara partai juga belum kuat mengusung nama SB. PAN sendiri sudah memasang nama kadernya, Mensesneg Hatta Rajasa yang siap disandingkan dengan SBY.

Golkar saat ini berupaya menjalin kerjasama politik dengan PDI Perjuangan. Seperti dikatakan Ketua Dewan Pembina Surya Paloh, Golkar akan melanjutkan komunikasi politik dengan PDI-P yang sebelum pemilu legislatif sudah dibicarakan.

Namun, sulit sekali membayangkan bentuk kerjasama antara dua partai itu dalam konteks pembicaraan soal Pilpres. Siapa yang harus di nomor satu dan siapa di nomor dua.

Sumber : Samsul Bahri - Kabarpemilu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone