Sindir-menyindir, SBY-JK Ciptakan Iklim Politik Tak Kondusif

SBY - JK

SBY - JK

Sindir-menyindir yang dilakukan capres yang masih menjabat presiden dan wakil presiden, SBY-JK, semakin ‘memanas‘ sepekan kemarin. JK yang mengklaim diri “Lebih cepat lebih baik“, dibalas SBY yang mengatakan tak baik berbangga diri.

Ketua DPR yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono mengatakan, sindir-menyindir yang dilakukan para tokoh itu membuat iklim politik menjadi tidak kondusif.

“Itu (sindir-menyindir) akan membikin iklim politik yang tidak kondusif. Saya mendengar keduanya berjanji menyelesaikan tugas sampai akhir masa jabatan. Jadi, apa pun harus berjalan seperti itu. Masyarakat sendiri tentu berpandangan bahwa kedua tokoh itu menampilkan suasana yang menciptakan ketegangan,” ujar Agung, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/5).

Sindir-menyindir itu pun membuat suasana dan kompetisi menjelang pemilihan presiden akan semakin menarik. Saat ditanya, apakah saling sindir itu menunjukkan bahwa hubungan keduanya tidak harmonis, Agung tak menampiknya. “Mungkin tidak bisa disembunyikan ya,” ujar dia.

Sumber : KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary

5 Responses to Sindir-menyindir, SBY-JK Ciptakan Iklim Politik Tak Kondusif

  1. rinum luhtaf May 12, 2009 at 12:58 pm

    Pilpres merupakan sebuah pesta demokrasi nasional untuk mencari dan memilih seorang pemimpin yang handal, cakap, cekatan dan bisa cepat dalam mengambil sebuah kebijakan. namun bukan berarti cepat dalam artian segera mengambil keputusan tanpa harus melihat hal yang lebih baik, sehingga terjadi kemandulan di kemudian hari. untuk itu saya berharap segala keputusan yang akan diambil oleh seorang pemimpin harus melihat plus minusnya dulu, telaah dan minta nasihat dari pihak lain yang mendukung terhadap kemajuan bangsa ini. sehingga setiap keputusan harus bisa dipertanggungjawabkan dikemudian hari. (tidak salah ambil keputusan) emang lebih cepat lebih baik bukan….?

  2. siskay May 12, 2009 at 4:27 pm

    pemimpin adalah orang yang dapat menjawab setiap kritikan,kritikan yang sepedas apapun dengan tujuan untuk memperbaiki kondisi bukan untuk membuat kondisi semakin berantakan.
    jadi baik A maupun B baiknya menunjukkan kalau mereka adalah seseorang yang benar-benar pemimpin.
    Hidup Indonesia.

  3. Kusmayadi May 29, 2009 at 12:43 am

    Alangkah indah dan menariknya seandainya cara kampanye yang selama ini di jalankan, dibalik caranya., yaitu bukan saling mengemukakan keunggulan / kelebihan / keberhasilan diri sendiri atau kubu sendiri. Dan saling mengemukakan kekurangan / kelemahan orang lain atau kubu lawan. Tetapi saling mengemukakan keunggulan / kelebihan / keberhasilan orang lain atau kubu lawan. Dan saling mengemukakan kekurangan / kelemahan diri sendiri atau kubu sendiri.
    Dengan saling mengemukakan keunggulan / kelebihan / keberhasilan diri sendiri atau kubu sendiri. Sekalipun dengan cara yang santun dan berintelek, tetap saja namanya sombong dan takabur. Bahkan lebih sombong dan lebih takabur karena merasa sudah santun dan berintelek. Dan secara tidak langsung juga sama dengan mendidik rakyat jadi sombong dan takabur, karena media mempublikasikannya.
    Dengan saling mengemukakan kekurangan / kelemahan orang lain atau kubu lawan. Sekalipun dengan cara yang santun dan berintelek, tetap saja namanya menghina dan mengejek, juga membuat suasana menjadi panas. Dan secara tidak langsung juga sama dengan mendidik rakyat jadi suka menghina dan mengejek, karena media pasti mempublikasikannya.
    TETAPI:
    Dengan saling mengemukakan keunggulan / kelebihan / keberhasilan orang lain atau kubu lawan. Apalagi dengan cara yang santun dan berintelek, adalah keistimewaan akhlak.
    Dengan saling mengemukakan kekurangan / kelemahan diri sendiri atau kubu sendiri. namanya saling intropeksi.
    Dan secara tidak langsung, juga sama dengan mendidik rakyat agar berakhlak dan selalu intropeksi, karena media pasti mempublikasikannya.
    Dengan demikian tanpa membawa istilah agama pun, kampanye dengan cara ini sudah bernuansa agama.

  4. Melfa Emka May 29, 2009 at 10:17 am

    Sebenarnya dari awal…SBY lah yang menyindir…
    dan yang lain cuma meluruskan saja……

    Jadi intinya janganlah menyebar api jika tidak ingin kena percikannya..

  5. Netral June 15, 2009 at 6:56 pm

    Buat para Masaryakat Indonesia, bersikaplah dewasa. Apa yang disampaikan oleh calon manapun, itu adalah memang proses demokrasi, karena calon dalam keadaan kompetisi, pastilah akan berusaha menjaring pendukungnya sebanyak mungkin. yang perlu disikapi benar tidaknya yang disampaikan calon.
    Jika yang disampaikan itu menurut kita benar tetapi bukan dari calon yang kita dukung, kita boleh kok pindah ke calon lain. Tetapi jika kita tetap tidak mau pindah bersikaplah gentlemen dan mengakui bahwa itu adalah benar meskipun bukan calon yang kita dukung.
    Sebaliknya , jika yang disampaikan itu menurut kita salah, tetapi yang menyampaikan adalah calon yang kita dukung, kita juga boleh kok pindah ke calon lain. Tetapi jika kita tetap tidak mau pindah bersikaplah gentlemen dan mengakui bahwa itu adalah salah meskipun dari calon yang kita dukung.
    Kalau masyarakat kita sudah pintar, harusnya dapat membedakan salah dan benar, bukan dengan suka tidak suka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone