Setelah PKS, Demokrat Juga ‘Tantang’ PDIP

Marzuki Alie
Demokrat juga mempersilakan PDIP melanjutkan ke ranah hukum.
Setelah Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Demokrat yang juga tim sukses capres-cawapres SBY-Boediono, mempersilakan PDI Perjuangan membuktikan dugaan pelanggaran Pemilu Presiden ke mekanisme hukum. Yang penting, PDIP jangan asal tidak setuju saja.
“Kalau memang ada pelanggaran silakan melalui mekanisme hukum. Jangan asal pokoknya tidak setuju saja. Mau dibawa kemana bangsa ini,” kata Sekretaris Jenderal Demokrat, Marzuki Alie, dalam perbincangan dengan VIVAnews, Kamis, 16 Juli 2009.
Menurut Marzukie, partai politik harus dapat memberikan pelajaran yang baik kepada masyarakat. Bila menyatakan ada pelanggaran pada Pilpres 8 Juli lalu, harap membawa segala bukti yang kuat ke pengadilan.
“Proses secara hukum. Lihat keputusan KPU nanti, kalau ada sengketa Pemilu bagaimana keputusan di MK (Mahkamah Konstitusi). Ada juga MA (Mahkamah Agung). Kalau mau dipidanakan juga silakan,” ujar Sekretaris tim sukses SBY-Boediono ini.
Sebelumnya, partai koalisi SBY-Boediono, PKS juga meminta PDI Perjuangan menyertakan bukti-bukti kuat ke pengadilan. “Kalau ada masalah secara hukum buktikan saja. Asal jangan anarkis, silakan saja. Tidak masalah,” kata Presiden PKS, Tifatul Sembiring, kepada VIVAnews.
Rapat Kerja Nasional VI PDI Perjuangan menghasilkan enam rekomendasi. Salah satunya rekomendasinya menyatakan Pemilu dan Pemilihan Presiden tak berlangsung langsung, umum, bebas dan rahasia (Luber) dan jujur adil (Jurdil).
“Karena banyak ditemukannya pelanggaran Pemilu termasuk kekisruhan DPT Pemilu legislatif dan presiden yang menyebabkan hilangnya hak politik rakyat. Sehingga tidak bisa memberikan suaranya dalam Pemilu maupun Pemilihan Presiden,” kata Sekretaris Jenderal PDIP Pramono Anung di Kantor Pusat PDI Perjuangan, Rabu 15 Juli 2009, kemarin.
Sumber : Ismoko Widjaya ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews
Sikap PDIP, sudah bisa ditebak. Pasti tidak legowo, dulu tahun 2004 aja kalah masih kelihatan dendam. Padahal selama saya menjadi pemilih pilkada, pilleg, ternyata pilpres yang berjalan tanpa pelanggaran berarti, luber & jurdil. Masyarakat secara umum bisa menerima. Jadi, PDIP silakan laporkan pelanggaran, tapi jangan mecederai pilihan rakyat. Rakyat makin dewasa, kok elit politik masih jalan ditempat… ???.
Bukti hanya bisa dimengerti oleh kita asal bukan bukti-buktian yang dibuat. Bukti data setelah terjadinya pilres/ pencontrengan adalah bukti yang baik. Kami yakin semua KPPS (mayoritas) melakukan apa yang telah digariskan. Memang kemungkinana ada yang nyeleneh pasti ada hal yang kurang beres. Bisa dilakukan seseorang yang ingin dapat pujian atau ingin mendapatkan imbalan.
Proses pemakaian DPT yang sudah diedarkan dan dipakai sebagai data untuk membuat undangan pilpres adalah data yang baik dan kami yakin KPPS melakukan sebagaimana aturan yang telah digariskan KPU.
Sosialisasi dilakukan sebelum pilpres untuk keseragaman sistem pemilihan yang baik telah dilakukan oleh PPK dan PPS serta dihadiri oleh KPPS serta pengawas2 pemilu .
PDIP…janganlah jadi partai yang tidak profesional…pakailah jalur yang ada, jika memang ada pelanggaran ya laporkan saja ke pada yang berwenang namun dengan bukti otentik yang kuat alias dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Sebetulnya menyalahkan pihak lain adalah sama dengan mengkambinghitamkan pihak lain dan tidak pernah intripeksi diri sehingga tidak akan pernah maju.
Kalau memang PDIP…mau mebangun negeri ini dengan santun, sebetulnya jauh-jauh hari sudah membantu pemerintah untuk melakukan pendataan di masyarakat dan data dari PDIP dicocokan dengan KPU, bila ada kersalahan perlu ada pembetulan/konsolidasi, jangan sudah tahu permasalahannya malah didorong agar bermasalah, begitu kalah dipermasalahkan……….dimana sifat kedamaianmu…setiap permasalahan hendaknya dilakukan discusi untuk mencari jalan keluarnya bukannya diblowup untuk komoditas politik…..rakyat semakin tidak suka dengan hujatan-hujatanmu PDIP.
Lakukan repormasi sikap dan cara anda dalam melakukan kritik…yang profesional
Kalau yg kalah jadi meradang, radang paru-paru..tenggorokan ampe hati…
Itu biasa….
MARI MENJADI YANG LUAR BIASA!!!!
Sadarilah bahwa Indonesia masih belajar dalam hal demokrasi….
kekurangan selalu ada, jangan di besar-besarkan utk menjadi alasan tidak mengakui kekalahan, dan mengelabui sportivitas diri.
Sebaiknya introspeksi kenapa bisa kalah….. supaya lain kali semoga bisa menang…
Kami masyarakat menilai setiap gerak-gerikmu dan komentar-komentarmu…
Mau dipilh 5 tahun lagi, ayo rebut dan ambil SIMPATI-ku………HALO…??????