Pramono Anung Puji Perpisahan SBY-JK

Pramono Anung
Pramono Anung mengatakan, ini penting untuk menjaga soliditas. Kami tidak akan masuk dalam konflik Golkar-Partai Demokrat, karena bagi PDIP siapapun yang maju penting untuk pengayaan demokrasi kita, sehingga lebih baik untuk demokrasi.
Sekjen DPP PDIP, Pramono Anung memuji rencana perpisahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla sebagai pasangan Capres-Cawapres karena Partai Golkar hendak mencalonkan presiden sendiri.
Pramono mengemukakan hal itu sebelum memberikan sambutan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PDIP se-Jatim di convention hall Jalan Arif Rahman Hakim Surabaya, Sabtu, yang diikuti para Caleg PDIP se-Jatim.
Pramono mengatakan sudah sepantasnya sebagai partai besar Partai Golkar mempunyai calon presiden sendiri, karena itu PDIP memberikan apresiasi terhadap sikap tersebut.
“Bagaimanapun ini penting untuk menjaga soliditas. Namun kami tidak akan masuk dalam konflik Golkar - Partai Demokrat, karena bagi PDIP siapapun yang maju penting untuk pengayaan demokrasi kita, sehingga lebih baik untuk demokrasi,” katanya.
Sementara saat memberikan pembekalan, Pramono memberikan pernyataan kalau kompetitor utama dari PDIP adalah Partai Demokrat dan Partai Golkar baru kemudian partai lainnya.
Pada kesempatan tersebut Pramono mengingatkan kepada para Caleg PDIP agar tidak hanya mensosialisasikan dirinya kepada masyarakat, namun yang terpenting mengenalkan gambar PDIP yang menjadikan Megawati sebagai ikon.
“Inti dari Pemilu legislatif adalah kemenangan dalam Pilpres, sedangkan syarat untuk mencalonkan presiden minimal harus memiliki kursi DPR RI minimal 20 persen,” katanya.
Pramono mengatakan dengan sosialisasi dihadapan para Caleg PDIP se-Jatim diharapkan apa yang disampaikan para Caleg ke masyarakat bisa seragam.
“Melalui pertemuan ini kami mengharapkan agar para Caleg tidak hanya berkompetisi ke dalam, namun lebih baik menambah suara keluar agar energi partai tidak terkuras,” katanya.
Terkait dampak kekalahan PDIP pada Pilgub Jatim terhadap perolehan suara partai, Pramono optimis kalau PDIP menang di Jatim karena kunci kemenangan adalah struktur partai.
“Juga harus dilihat 19 dari 35 kepala daerah di Jatim dari PDIP ditambah dua wakil bupati. Walaupun mereka nanti harus netral namun ada diantaranya yang menjadi ketua partai sehingga harus bekerja untuk partai,” katanya.
Kekalahan PDIP di Jatim, ujar Pramono, tidak perlu dirisaukan karena struktur partai dan para Caleg-nya sudah solid. (*)
Sumber : antara
Bung, kalau sudah mnjadi pimpinan daerah bukan berarti harus tunduk sama partai yang mengusung . Itu namanya bukan wakil raktyat tapi wakil pemerintahan PDIP.
Wah bahaya bener statement anda ini sebagai seorang pimpinan partai, mengutip kata2 anda diatas sbb:
Terkait dampak kekalahan PDIP pada Pilgub Jatim terhadap perolehan suara partai, Pramono optimis kalau PDIP menang di Jatim karena kunci kemenangan adalah struktur partai.
“Juga harus dilihat 19 dari 35 kepala daerah di Jatim dari PDIP ditambah dua wakil bupati. Walaupun mereka nanti harus netral namun ada diantaranya yang menjadi ketua partai sehingga harus bekerja untuk partai,” katanya.
Ini pernyataan yang tidak harus diutarakan oleh anda.
Megawati susah naik lagi untuk jadi presiden, dulu dikasih kesempatan disia-siakan.Sekarang kritik terus….
kemungkinan pernyataan oknum Demokrat diplesetin sedemikian rupa makanya Bung Pramono anum Senang.
Itu namanya SENANG lihat orang susah dan SUSAH lihat orang senang,
itulah tabiat PDIP termasuk Ketua Umum nya.
Ketika PDIP kalah dijawa timur mereka dengan antek anteknya membuka tabir kesalahan orang lain, padahal itu akan mencoreng muka sendiri.
kasihan deh PDIP.
Niat jahatmu ketahuan deh… mudah-mudahan rakyat mengerti dan tidak memilih presiden dari PDIP, kasihan deh eloo.
Terkait dampak kekalahan PDIP pada Pilgub Jatim terhadap perolehan suara partai, Pramono optimis kalau PDIP menang di Jatim karena kunci kemenangan adalah struktur partai.
>>Kalo struktur partainya solid, lha kok kalah???
“Juga harus dilihat 19 dari 35 kepala daerah di Jatim dari PDIP ditambah dua wakil bupati. Walaupun mereka nanti harus netral namun ada diantaranya yang menjadi ketua partai sehingga harus bekerja untuk partai,” katanya.
>> Bahan DPT adalah data penduduk di kabupaten-kota. Nah, 19 kepala daerah dari 35 yg ada di jatim jg mempunyai peran thd kacaunya DPT pemilu 2009.
>>>>>kalo memang struktur PDIP solid, kenapa Permadi perlu keluar dari PDIP?
>>>>>>Sudahlah, realitanya Anas Urbaningrum yg se Daerah Pemilihan dg anda, perolehan suaranya lebih banyak dari pada yg anda peroleh. Padahal anda lebih senior dalam politik, lebih terkenal dan dari partai lebih besar (th 2004). Apakah ini karena struktur PDIP sangat baik..? atau Apakah ini karena DPT juga…?
Saya memuji Perpisahan ORLA dengan ORBA saat itu. ini satu bukti ORLA ditumbangin ORBA. karna pemerintahan diperlemennya jelas jelas mengikuti Faham KOMUNIS dibawah Pemerintahan SUKARNO.
Kalau saat ini Pramono Anung memuji sikap GOLKAR berpisah dengan PD. itu satu bukti REINKARNASI sikap Partai Berkuasa di ORLA.
itu lagu lama Bung Pranonok Anung…..!!!!!!!!!