Prabowo Tuding Boediono Tak Nasionalis

Prabowo Subianto

Prabowo Subianto

Calon wakil presiden Prabowo Subianto menyerang rivalnya, Boediono. Prabowo menuding Boediono tak nasionalis karena mengizinkan penjualan Badan Usaha Milik Negara.

“Pemimpin yang menjual BUMN adalah pemimpin yang putus asa, yang tidak punya kebanggaan terhadap bangsa sendiri,” katanya di depan warga Gresik di Gedung Klinik Konsultasi Bisnis, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu (23/06).

Prabowo mengatakan rencana Boediono menjual BUMN tak beralasan. Boediono, kata Prabowo, akan menjual BUMN karena dianggap tak efisien. “Ini logika apa, kalau tidak efisien ya dibuat efisien,” kata Prabowo.

Penjualan BUMN, kata Prabowo, justru akan melemahkan ekonomi bangsa. Ia mencontohkan di Singapura 70 persen perekonomiannya digerakkan BUMN. “Saya khawatir semua harta kita akan dijual juga,” kata Prabowo.

Prabowo juga meminta Susilo Bambang Yudhoyono bertanggung jawab atas ketidakefisienan BUMN karena pengelola BUMN adalah pemerintah. “Kalau kesatria, sudah bilang BUMN tidak efisien, harus mundur,” kata Prabowo.

Sumber : DWI RIYANTO AGUSTIAR tempointeraktif

14 Responses to Prabowo Tuding Boediono Tak Nasionalis

  1. Sundoro June 25, 2009 at 2:12 am

    Wah….tidak baik kampanye dengan cara mendiskreditkan capres/cawapres lain, ini namanya black campaign.

  2. Sri Rahayu June 25, 2009 at 2:50 am

    BUMN paling banyak dijual pada era pemerintahan Presiden Megawati,
    Perjudian kasino & Toto Gelap , Illegal logging , Narkoba , Premanisme dll merajalela juga di zaman pemerintahan Presiden Megawati.
    Sedangkan Pak Prabowo di tahun 2003 melaporkan kekayaan sebesar Rp10,153,000,000.- dan kemudian tahun 2009 sebesar Rp 1,700,000,000,000.- dalam kurun waktu 6 tahun mendapat untung hampir 170 x lipat yaitu Rp 1,689,840,000,000.-
    Apakah Prabowo sudah bayar pajak 35 % yaitu sebesar Rp591,444,000,000.- ?

  3. pangeran_roy June 25, 2009 at 12:50 pm

    bener tuh Sri, penjualan aset BUMN dimasa Megawati itu banyak juga, tapi tau gak kalau waktu itu menteri keuangannya Boediono juga?

  4. pangeran_roy June 25, 2009 at 12:53 pm

    buat Sundoro: black campaign itu kalau tidak ada faktanya Bung, Prabowo cuma menunjukkan fakta-fakta yang belum banyak diketahui masyarakat.
    kalo merasa itu tidak benar harus dibantah dengan fakta juga dong, hehe gitu aja kok repot.

  5. Wong Blitar June 25, 2009 at 2:25 pm

    Pak Prabowo harusnya anda menahan diri pak, dengan komentar seperti itu, sama seperti pepatah,….MENEPUK AIR DIDULANG TERPERCIK MUKA SENDIRI…..harusnya bapak kampayenya menonjolkan visi dan misi serta bagaimana aplikasinya…….kalo cuma komentar seperti itu saya juga bisa pak……
    mohon jadilah pemimpin yang tidak harus menjelekkan sodara sendiri….istigfar ya pak…..

  6. ebeth June 25, 2009 at 3:06 pm

    Baiknya tanya Sidang Dewan yang terhormat pada masa itu… pada saat BUMN itu dijual kan ada mekanismenya melalu DPR… gak mungkin Pemerintah jual begitu saja… Jangan ambil kesimpulan sepihak harus Cek and ricek. Keputusan sepihak gak mungkin terjadi pasti ada peran DPR. Yang namanya Pemerintahan itu kan bukan hanya pemerintah RI saja tapi meliputi juga DPR. Nah yang perlu dibenahi adalah UU Parpol e…..

  7. Sri Rahayu June 25, 2009 at 6:01 pm

    Prabowo selalu menyuarakan pro-rakyat , ekonomi kerakyatan , tapi hidup serba mewah , sekedar hobby beli kuda seharga miliaran per-ekor……..
    Sekarang kami pertanyakan berapa besar pajak yang dibayarkan prabowo selama 6 tahun terakhir ini ?

  8. orang netral June 26, 2009 at 12:26 am

    Aku setuju dengan pernyataan Mba Sri diatas. tolong minta Ibu Mega menjelaskan kepada rakyat tentang penjualan aset strategis negara dimasa pemerintahannya……jangankan BUMN, kapal aja dijual tuh……IPTN ditutup…….PT. PAL tersendat-sendat…….katanya negara kepulauan…….Bpk. Prabowo anda bagus mengutarakan jika itu fakta semua……..tapi partner anda jualan gas aja sangat murah………..

  9. Satochid Sosrodiredjo June 27, 2009 at 7:19 am

    Mas jangan asal nuding, yang jual itu perintah presidennya saat itu. Tanya mbak Mega saja lebih baik.

  10. Saitosan June 29, 2009 at 6:27 am

    Yang punya kuda import seharga 3 milyard/ekor itu siapa mas, katanya bela rakyat dan jadi ketua HKTI tapi kekayaannya tidak dibantukan kepada para petani, katanya punya hati nurani tapi jelek2kan orang lain tanpa alasan yang tepat, katanya anak begawan tapi sifatnya tidak seperti anak begawan.
    Andap asor saja mas, nanti saya ikut pilih anda.

  11. ivvan June 29, 2009 at 3:24 pm

    PAK, Jangan Buka Aib pasangan anda “MALU!”, apa anda Nasionalis juga Pak, kok saya ragu ya?

  12. adri June 29, 2009 at 9:20 pm

    ni orang kaya orang paling suci aja… ga sabar gue pengen liat reaksi dia kalah ntar…

  13. wink June 29, 2009 at 11:41 pm

    mbak sri bener bener.. ibu mega dulu jual aset BUMN.tp liat dri sisi baik nya?? apakah dlu utang nambah???dlu itu utang berkurang mbak..atau ga tau kalo zaman sekarang, sampai gelora aza udah di gadaikan???? jadi lebih baik mana yang jual aset tp ga utang/jual aset gadain aset+tambah utang, padahal supsidi bbm dikurangi.???jangan berpikiran sempit dong mbak. kl mau ngebandingin harus ditulis smuanya juga dong……… ktanya 20% buat pendi2kan. bener itu, tp penambahan nya itu habis di pake buat IKLAN…

  14. MuthofarHadi June 30, 2009 at 12:23 am

    Ini SBY atau Boediono harus jawab atau kalau bener menjual harus membalas. Jangan sampai satu arah, kita bisa kesimpulan diam itu iya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone