Prabowo Penyumbang Dana Terbesar Untuk Kampanye

Prabowo Subianto

Prabowo Subianto

Calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto tercatat sebagai penyumbang dana terbesar untuk kampanye pilpres 2009 bagi pasangan Megawati-Prabowo yaitu Rp 15,005 miliar.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafiz Anshary, di Jakarta, Selasa, mengatakan, penyumbang terbesar dana kampanye pasangan Megawati-Prabowo berasal dari pasangan capres dan cawapres yang bersangkutan.

Dana terbesar berasal dari yang bersangkutan sendiri. Prabowo tercatat menyumbangkan Rp 15,005 miliar dan kemudian Megawati Rp 5 miliar,” katanya saat mengumumkan jumlah penerimaan dana kampanye pasangan capres-cawapres.

KPU telah menerima laporan penerimaan dana kampanye dari pasangan calon dan tim kampanye pada Senin 1 Juni 2009. Dari hasil laporan yang disampaikan tersebut, jumlah penerimaan dana kampanye dari capres-cawapres nomor urut satu yaitu Megawati-Prabowo adalah Rp 20,005 miliar.

Kemudian penerimaan dana kampanye pasangan capres dan cawapres nomor urut dua yaitu Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono yaitu Rp 20,3 miliar. Sedangkan penerimaan dana kampanye pasangan Jusuf Kalla-Wiranto Rp 10,25 miliar.

“Dalam laporan penerimaan dana kampanye yang disampaikan ke KPU tersebut sudah dilengkapi dengan sumbernya,” katanya.

Ketika diminta untuk membacakan nama penyumbang terbesar dana kampanye bagi pasangan SBY-Boediono, Ketua KPU menyebutkan nama PT. Shohibul Barokah sebagai penyumbang dengan nilai terbesar yaitu Rp 5 miliar. Selain, itu ada juga PT. Tri Manunggal Cipta Abadi yang menyumbang sebesar Rp 3,5 miliar.

“Sumbangan pribadi juga ada,” katanya.

Sementara itu, sumber dana kampanye pasangan JK-Wiranto terbesar berasal dari partai yaitu Golkar dengan nilai sumbangan Rp7 miliar dan Hanura Rp3 miliar.

Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang pilpres 2009, dana kampanye yang berasal dari perseorangan tidak boleh melebihi Rp1 miliar sedangkan dari kelompok, perusahaan, atau badan usaha nonpemerintah dibatasi paling banyak Rp5 miliar.

Sedangkan sumbangan yang berasal dari capres dan cawapres yang bersangkutan, kata Hafiz, tidak ada batasnya.

Pasangan calon dan tim kampanye di tingkat pusat diharuskan melaporkan penerimaan dana kampanye kepada KPU satu hari sebelum dimulai kampanye dan satu hari setelah berakhirnya kampanye.

Laporan penerimaan dana kampanye tersebut harus mencantumkan nama atau identitas penyumbang, alamat, dan nomor telepon yang dapat dihubungi.

Dalam UU 42/2008 tersebut juga mengamanatkan agar KPU mengumumkan laporan penerimaan dana kampanye setiap pasangan calon kepada masyarakat melalui media massa satu hari setelah menerima laporan dana kampanye dari pasangan calon. (*)

Sumber : antara

13 Responses to Prabowo Penyumbang Dana Terbesar Untuk Kampanye

  1. Si Komo June 3, 2009 at 7:26 am

    Wah…SBY Boediono dapat sumbangan dari pengusaha yak…. gak heran deh…pasti itu kerjaan tim suksesnya… Dari dulu emang Demokrat sukanya malak pengusaha…. Jangan-jangan nanti ada dagang sapi …… Yah maklum deh…soale presiden apa sih yang gak boleh……

  2. ALI June 3, 2009 at 6:17 pm

    BUDAYA SUMBANGAN DARI PERUSAHAAN PASTI ADA UJUNGNYAA……

    SBY HARUS MELIHAT APA MMG ITU YG DIINGINKAN OLEH DEMOKRAT…..

    BERARTI HANYA MEGAPRO , DANANYA DARI PRIBADI…. PASTI NANTI TDK ADA TUNTUTAN , LAIN KALO SBY PAKEK UANG DARI PERUSAHAAN YG NANTINYA ADA UJUNGNYA…

  3. cilik June 4, 2009 at 12:59 am

    aduhhhhh bapak uang segitu buanyakkkkkk jangan untuk kampanye bagusan untuk membantu rakyat miskin kata nya partai wong cilik,,,, ya bantu wong cilik dong dengan dana kampanye yg bgt buanyakkkkkkkkk

  4. rani June 4, 2009 at 8:39 am

    Minta dong dana kampanyenya !! Daripada buat bendera / baliho atau yang tidak bermanfaat mending dibagiin langsung ke rakyat atau buat pabrik yang bisa menampung rakyat yang nganggur. Sudah waktunya memperbaiki ekonomi bangsa ini. Jangan lah bangsa ini dijadikan bangsa pembantu / budak bagi negara maju. Kalau bisa sejajar. Sebab banyak yang pandai-pandai juga lho anak bangsa Indonesia. Buktinya yang pinter langsung dikasih beasiswa oleh bangsa lain, kenapa tidak bangsa sendiri yang kasih beasiswa. Nanti hasil penemuan dari yg pinter2 itu dipatentkan dijual deh ke luar negeri…wah keren lho.

  5. rinto June 4, 2009 at 9:31 am

    Prabowo juga pengusaha lho ingat ya, sama2 pengusaha, bahkan dia langsung bisa menjadi pengambil keputusan untuk mendukung usaha pribadinya kalo terpilih nanti. Nah loh,kalo SBY masih bisa mengelak2 kalo pengusaaha macam2 karena tidak punya interest langsung terhadap bisnis.Prabowo?Hati2 juga, dah berkuasa di pemerintahan, pengusaha juga. Apa gak malah menjadi?SBY menolak Jk kan dikhawatirkan juga ada interest pribadi selama menjadi penguasa. So 1-1 kan?

  6. andi June 4, 2009 at 11:13 am

    kalo dana kampanye dari duit pribadi,,

    nanati kalo kepilih pasti sibuk mikirin caranya kembali modal donk!!!!!!!!!!!!

  7. Tole June 4, 2009 at 8:29 pm

    Rinto..Edy Baskoro (anak SBY) jg pengusaha loh….. Gimana dung……

  8. Si Komo June 4, 2009 at 8:31 pm

    Gwe mah mending pake uang sendiri dari pada malak n nodong uang pengusaha…. weleh weleh….

  9. Mbah June 5, 2009 at 2:28 pm

    Pak Prabowo Orangnya Emang Sangat DERMAWAN Untuk Kepentingan Bangsa INDONESIA KEDEPAN BELIAU SANGGUP BERBUAT YANG TERBAIK UTK BANGSA INI.
    Salut Dech… Pokoknya Sama Prabowo.

  10. henry June 5, 2009 at 6:12 pm

    Rather than assuming and predicting, I shall do my research based on facts as the following:
    what needs to be looked at and researched objectively are the historical career and background of the candidates. Academically, SBY+Boediono (SBY’s webster uni and PhD in Bogor Uni whilst Boediono’s PhD in Wharton Business School) excelled compared to the others, with JK+ Wiranto on the second place with JK’s arguably INSEAD graduate status.
    Academic background is certainly not a one way ticket to economic prosperity and healthy and clean government however it is definitely a one step ahead compared to a solitary military training and dependency upon Indonesia’s founding father’s name.

    We should also look at the historical career and the possibility of collaboration and synergy optimization between Presidential candidate and his VP.
    we all know that Wiranto was accused for human rights violation, JK’s indirect involvement with Lapindo that caused major havoc in east Java, Prabowo’s previous career with Kopasus and was accused of masterminding various riots during 1998 in various part of Indonesia.

    question is, do we want to have a team of country’s leader with tarnished historical background? Do we want to gamble our lives away, our next 5 years of life of being led by a less capable people?

    Wiranto and Prabowo are so much of Orde Baru influential people…ironically, Megawati should still remember that she was one of the most vocal Indonesian citizen who shouted,”REFORMASI” or reformation in English and clearly, having Wiranto and/or Prabowo in the driving seat is not consistent with the Reformasi spirit.

  11. alek June 7, 2009 at 12:07 pm

    apa iya nyumbang dgn tulus ..? kabar burung nih 10 T wapres . 50 T capers ,. kira-kira yg mana ya ..kembali modal dgn cara apa ya ..?

  12. edi June 7, 2009 at 12:22 pm

    kenapa menentukan capres-cawapres mega-pro kok sulit..? apa yg sebenarnya terjadi..? deal dgn harga berapa ya ..?

  13. alek June 7, 2009 at 12:25 pm

    apa iya nyumbang dgn tulus ..? denger-denger nih 10 T wapres . 50 T capers ,. kira-kira yg mana ya ..nanti kembali modal dgn cara apa ya ..?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone