Pilpres 2009 : Barisan Pendukung SBY Makin Kuat

Susilo Bambang Yudhoyono

Susilo Bambang Yudhoyono

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memastikan berkoalisi dengan Partai Demokrat. Mereka pun sudah menyatakan sepenuhnya mendukung pencalonan Presiden Susilo Bambang Yudhyono (SBY) menjadi calon presiden.

Keputusan dukungan kepada SBY disampaikan langsung oleh Ketua Umum PPP Suryadharma Ali usai memimpin rapat konsultasi DPW dan DPP PPP di Hotel Shangri La, Jakarta, Minggu (10/5/2009) dini hari. “Hasil rapat dengar pendapat memutuskan PPP mencalonkan SBY sebagai capres 2009-2014,” tegasnya.

Sebelumnya di PPP sempat muncu dual kubu. Yakni, kubu Bachtiar Chamsyah yang sejak awa mendorong PPP merapat ke Partai Demokrat (PD). Satunya kubu Suryadharma Ali, yang saat itu masih terlihat gamang berkoalisi dengan PD dan justru melakukan berbagai pendekatan ke partai lain baik ke PDIP maupun ke Gerindra.

Situasi politik berubah cepat. Sejumlah partai pun semakin jelas arah dukungannya. PPP pun akhirnya memilih mendukung koalisi PD. Dengan masuknya PPP ke koalisi PD, maka posisi SBY untuk maju ke pemilihan presiden makin kuat. Setidaknya koalisi PD sudah mendapat dukungan dari PKB, PPP, dan PKS. Dan tidak akan lama lagi kemungkinan besar PAN juga merapat ke incumbent.

Koalisi yang dibangun PD tampaknya juga akan semakin kuat jika rumor yang saat ini santer beredar bahwa PDIP juga siap merapat ke kubu Cikeas menjadi kenyataan. Jika hal ini terjadi, maka tidak akan sulit bagi SBY untuk memenangi pertarungan pilpres dalam satu putaran.

Salah satu partai pendukung koalisi PD, PKB, juga menyatakan menerima jika PDIP akhirnya menjadi sekutu koalisinya. “Kalau PDIP gabung ke Demokrat berarti tak ada lagi kekuatan reformasi yang tercecer, sehingga akan muncul kekuatan yang luar biasa karena kekuatan reformasi ada dalam satu wadah dan akan mengendalikan secara penuh jalannya eksekutif serta parlemen,” ujar Wasekjen DPP PKB Zainul Munasichin kepada okezone di Jakarta, Minggu (10/5/2009).

Jika koalisi yang dibangun PD dengan melibatkan sejumlah partai besar itu terwujud, dipastikan, jalannya pemerintahan akan stabil. Koalisi ini pun akan memegang suara mayoritas di parlemen, yang selama ini selalu menjadi momok bagi eksekutif.

Kini, bola masih berada di tangan PD dan PDIP. Pengunduran pengumuman cawapres untuk mendampingi SBY, bisa jadi menjadi skenario untuk dapat menarik PDIP. Kita tunggu kabar terbaru dari Cikeas dan Teuku Umar. (mbs)

SUmber : M Budi Santosa - Okezone

14 Responses to Pilpres 2009 : Barisan Pendukung SBY Makin Kuat

  1. Drs. Raiders Salomon Marpaung, MM May 11, 2009 at 11:56 am

    Jika koalisi yang dibangun PD dengan melibatkan sejumlah partai besar jadi terwujud, dipastikan, jalannya pemerintahan akan stabil tapi rawan kesewenang-wenangan karena kurang kontrol dari partai yang memposisikan diri sebagai oposisi. Jika ini terjadi, dipastikan rakyat yang akan menjadi korban.

  2. bunga_septia May 12, 2009 at 11:26 am

    Betul pak Marpaung. Kalo boleh usul bagaimana koalisi yang kuat di pemerintahan juga sekaligus menjadi oposisi diri sendiri ( Self Opposition ), jadi walau kuat, tapi bila penguasa salah ya diluruskan oleh pendukung penguasa, tapi jangan disalah artikan menggoyang penguasa. Siapa gak senang kalo pemerintahan stabil , keamanan terjaga, apalagi kalo ekonomi stabil, rakyat pasti senang. Cuma ya itu, jangan terus penguasa sewenang2 mentang2 posisinya kuat.Set7 pak Marpaung?

  3. gerindra May 12, 2009 at 5:39 pm

    NOTONAGORO sejarah kepemimpinan bangsa sudah membuktikan jadi pasangan Susilo Bambang Yudoyono - Budiono kurang mantap karna diujung nama NO vs NO artinya tidak tidak so say NO NO for SBY_BUDIONO.

    Koalisi = kebohongan
    Poros tengah = Kebohongan

    Nah sebaiknya polling aja siapa capres dan cawapress
    baru di adu debat ( fit and profer test ) di tv jd rakyat tau siapa yang terbaik bukan contreng itu adalah proses pembodohan rakyat.

  4. akil May 12, 2009 at 8:11 pm

    waduh2 gerindra berkomentar sok pinter kamu, udah jangan mimpi prabowo bakal jadi presiden garudanya aja belum bisa terbnag, kasihan banget si kamu dukung gerindra……….

  5. Drs. Raiders Salomon Marpaung, MM May 13, 2009 at 10:26 am

    Saya sangat setuju sekali dengan tanggapanmu Bunga.

  6. B.Desman Hulu May 16, 2009 at 5:40 am

    Horas Marpaung, benar sekali itu bah, kalau koalisi besar di Pemerintahan kemungkinan timbul kesewenang-wenangan dan cikal-bakal diktator. Demokrasi menjadi hanya simbol.

  7. cahya kurniawati May 20, 2009 at 3:21 pm

    Susilo Bambang Y.

    Aku rasa masih pantas buat jadi presiden lagi!
    Teruskan SBY!AKULAH PENDUKUNGMU!Hehehe…..

    Banyak yang berubah menjadi lebih baik dengan kepeimimpinannya,…….
    semoga SBY masih bisa lanjut jadi Presiden lagi!

    Kalau Yusuf kalla dgn wiranto…masih kurang sreg!apalagi mega wat dgn prabowo…….

    Aku OPtimis!!SBY-BUDI JADI PRESIDEN TAHUN INI!

    AMIN….

  8. riene agustine May 25, 2009 at 1:09 am

    itu gerindra ga usah asaL ngomong ya..anda salah bicara di waktu dan tempat yang salah..macam pemimpin kau sudah bener saja…SIRIK KALI sama SBY..??benahi saja partai mu dan caLonmu..sudah gembar gemBor..jatuhnya cawapres juga…!!BALELO..

  9. Mahasiswa Banyuwangi May 27, 2009 at 7:47 pm

    Saya setuju sama km agustine,,,,,,gembar gembor……buntutnya jadi orang ke_2……pikir donk……..pernah nyemplung k pemerintahan apa calon lo??????????

    Urus tu peternakan Sapinya pada kena penyakit sapi gila!!!!!!!

    Gerindra Terbang Tinggi seperti Garuda……………..Garudanya g bisa terbang gt a’ jgn2 tu garuda ompong jikakakakakakakaka……………..sampai2 calonnya jadi wakil kwkwkwkwkwkwkwkwkkw…..1 kata buat gerindra MEMALUKAN!!!!!!!!

    mending SBY,,,IMF dibayar LUNAS,,,,,NAS…….NAS,,,,,,NAS tak berbekas…….yg lain bisanya cuma NGUTANG,,,,,,,TANG……..TANG…………

  10. trie May 30, 2009 at 9:06 pm

    Kepada Bapak/Ibu/Sdr.i. pendukung Bapak Prabowo, silahkan bapak dan ibu datang di Ruko Salemba Mas Jalan Salemba Raya No. 34-46. Jakarta Pusat. Disana adaSkretariat GEBRAKAN (Gerakan Bangkit Rakyat Nusantara) atau bisa menghubungi humas Gebrakan telp. 021 3212 9226. Gebrakan adalah pusat informasi dan dukungan relawan yang pro pada Mega-Prabowo.
    Mari bersama kita berjuang untuk menghantarkan beliau menuju kuri RI satu dan RI dua. demi terwujudnya ekonomi kerakyatan. Amin.

  11. entung May 30, 2009 at 10:19 pm

    Bangsa ini sdh susah ,rakyat jangan dibuat bingung oleh kepentingan pribadi yg dibaurkan dlm kerangka politik ,biarlah rkyat merasa dan membaca bagimana SBY memimpin negara 5 tahun belakang, rakyat tau kok perbandingan yg dirasakan dr pemimpin sebelumnya,ga ushlahdi obok2, bu megapro,JK Win,rakyat memohon . Lanjutkan !

  12. Nidar Z. June 11, 2009 at 4:55 pm

    Memang, Mega-Pro, JK-WIN,….. perlu dikawal ketat pelaksanaan Pilrpes ini, jangan sampai seperti pada Pelaksanaan Pemilu Legislatif yg lalu, semua penguasa di daerah2 selalu mengatur suara sesuai kehendak penguasa. tidak fair mainnya.

    KPU itu kan bikinan Penguasa sekarang, yah, pasti loyal sama penguasa.
    SBY ngomongnya jujur, adil, tapi nyatanya anggotanya yang main.

  13. Ahmad Lukman June 16, 2009 at 10:44 am

    Rakyat Menginginkan Pemimpin Indonesia Yang: “Nasionalis-Reformis-Religius.”

    MEGA-PRO. Megawati dan Prabowo adalah pemimpin yang Nasionalis akan tetapi Megawati adalah bagian dari orde lama dan Prabowo adalah bagian dari orde baru.

    JK-WIN. Yusuf Kalla dan Wiranto adalah pemimpin yang Nasionalis dan Religius akan tetapi keduanya adalah bagian dari orde baru dengan kendaraan partai GOLKAR-HANURA (sama saja).

    SBY-BOEDIONO. keduanya adalah pemimpin yang Nasionalis-Reformis namun kurang nampak nilai Religiusnya.

    Semuanya punya kekurangan, namun ada satu Capres-Cawapres yang sedikit mendekati kesempurnaan.

    Kalo rakyat dihadapkan 3 pilihan Capres-Cawapres: 1.Orde Lama 2.Orde Baru 3.Orde Reformasi. Pastilah rakyat memilih no. 3 yaitu: Orde reformasi.

    Ada Guyon: Sekarang ini sudah tidak zaman lagi motor MEGA-PRo dan HONDA-WIN

  14. Ahmad Lukman June 16, 2009 at 10:56 am

    Rakyat Menginginkan Pemimpin Indonesia Yang: “Nasionalis-Reformis-Religius.”

    MEGA-PRO. Megawati dan Prabowo adalah pemimpin yang Nasionalis akan tetapi Megawati adalah bagian dari orde lama dan Prabowo adalah bagian dari orde baru.

    JK-WIN. Yusuf Kalla dan Wiranto adalah pemimpin yang Nasionalis dan Religius akan tetapi keduanya adalah bagian dari orde baru dengan kendaraan partai GOLKAR-HANURA (sama saja).

    SBY-BOEDIONO. keduanya adalah pemimpin yang Nasionalis-Reformis namun kurang nampak nilai Religiusnya.

    Semuanya punya kekurangan, namun ada satu Capres-Cawapres yang sedikit mendekati kesempurnaan, yaitu SBY-BOEDIONO

    Kalo rakyat dihadapkan 3 pilihan Capres-Cawapres: 1.Orde Lama 2.Orde Baru 3.Orde Reformasi. Pastilah rakyat memilih no. 3 yaitu: Orde reformasi.

    Ada Guyon: Sekarang ini sudah tidak zaman lagi motor MEGA-PRo dan HONDA-WIN

    Mungkin juga ini adalah peluang bisnis untuk memberi merek motor SBY-BOED

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone