Naskah Kampanye Pemilu Damai Tiga Kandidat

Juru Kampanye

Juru Kampanye

Deklarasi ini juga menjadi komitmen bersama tiga pasang kandidat

Kampanye Damai Pemilu Presiden 2009 juga menandakan dimulainya kampanye rapat umum terbuka bagi semua pasangan. Deklarasi ini juga menjadi komitmen bersama bahwa pelaksanaan Pemilu Presiden 8 Juli mendatang akan berlangsung secara damai.

Tiga pasang calon presiden dan wakil presiden sudah datang satu per satu di Ruang Birawa, Hotel Bumi Karsa, Jakarta Selatan, Rabu, 10 Juni 2009. Acara sedianya akan dimulai sekitar pukul 19.00 WIB.

Pasangan SBY-Boediono tiba lebih awal. Disusul duet Megawati-Prabowo dan terakhir, JK-Wiranto. Semua kandidat sudah berada dalam satu ruang besar bersama anggota Komisi Pemilihan Umum.

Rencananya, semua pasang capres-cawapres bersama anggota KPU ini akan membacakan naskah Deklarasi Pemilu Damai dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009. Setelah dibacakan, semua kandidat akan membubuhkan tanda tangan di sebuah prasasti yang telah disediakan.

Berikut isi naskah Deklarasi Pemilu Damai:

Kami calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia peserta pemilu tahun 2009, dengan semangat persatuan dan persaudaraan menyatakan siap menciptakan pemilu yang aman, tertib, dan damai, demi terwujudnya kemajuan dan kesejahteraan bangsa, serta terpeliharanya keutuhan NKRI.”

Selain tiga pasang kandidat, para pendukung dan tim sukses masing-masing pasangan calon juga sudah mulai berdatangan. Dari kubu SBY-Boediono sudah terlihat Ketua Tim Sukses, Hatta Rajasa, dan Andi Mallarangeng.

Dari pendukung JK-Wiranto sudah terlihat, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Agung Laksono, dan fungsionaris, Indra J Piliang. Sedangkan dari kubu Megawati-Prabowo sudah hadir, Rieke Diah Pitaloka.

Sumber : Ismoko Widjaya, Suryanta Bakti Susila ismoko.widjaya@vivanews.com • VIVAnews

4 Responses to Naskah Kampanye Pemilu Damai Tiga Kandidat

  1. marhaen June 11, 2009 at 1:33 pm

    deklarasi pemilu damai memang perlu tetapi harus diakui harus tetap menjunjung tinggi nilai pancasila.

    Seperti kemarin ketika kandidat diberikan waktu untuk menyambut, pernyataan hormat awalnya selalu pada ketua kpu padahal sebagai warga yang pancasilais kan disitu ada presiden dan wakil yang masih berkedudukan sebagai lambang negara harusnya beri hormat dulu pada presiden dan wakil dari pada ketua kpu. toh akhirnya didepan dihormati tapi dibelakang pekerjaannya banyak diprotes dan digugat.

  2. amri June 11, 2009 at 6:15 pm

    Wahai Saudaraku yang telah diberikan waktu dan kesempatan untuk mencalonkan diri mjd Calon Presiden RI 2009-2014. sy sbg rakyak mengharapkan Bpk/ Ibu sbg Calon Pemimpin kami. jgnlah saling mnghina, mencela, menyindir salah satu calon, karena semua calon itu orang-orang pintar, tapi keputusan itu ada ditangan rakyat dan takdir Allah atas usaha Bpk/ Ibu sekalian, kami sebagai petani sayur yg kadang kala air harus kami tunggu berhari-hari dan selalu kurang karena irigasi yg tidak baik, tapi tidak pernah bertengkar dan berebutan karena semua kami kembalikan kepada rezeki yang diberikan Allah toh hasilnya baik juga, dia tau yang baik buat kita….. dan memberikan tugas yang sanggup diemban oleh kita, jadi janganlah seperti pertandingan bola yg harus mencari kelemahan dan kekurangan lawan, tapi tampil lah sebaik mungkin didepan rakyat, semoga rakyat bisa menentukan peminpin yang baik buat mereka, terima kasih, sby-budi ( baik) mega-pro ( bagus) Jk-Wiranto ( oke )…….

  3. Azh_ys June 11, 2009 at 6:21 pm

    Selamat berjuang bagi 3 pasangan capres RI. semoga dengan tauladan baik mu mjd penentuan untuk kami rakyat kecil dalam menentukan pilihan, kami yakin semua baik, semua okey dan semua pintar, palagi seorang ibu yang sudah berpengalaman buat seorang presiden dan seorang bapak yang siap memimpin, jauhilah dari sifat saling menjelekkan, karena yang kami inginkan hanya kebaikan dan kepintaran yang membuat kami mengharapkan bangsa ini dipimpin oleh saudara-saudara, apalah artinya jika sifat menjelekkan yang ditonjolkan karena itu menghilangkan kagum kami kepada saudara-saudara. aterima ksih

  4. Anto Amien June 11, 2009 at 8:37 pm

    Naskahnya tidak berisi kesiapan untuk ksatria, jujur dan adil. Bukankah sikap ksatria (sportifitas), jujur, dan adil adalah pilar kedamaian?
    Bukankah ini dapat membuka peluang untuk bertindak tidak ksatria, tidak jujur, dan tidak adil?
    Karena sudah ditandatangani, selanjutnya kita berprasangka baik saja, semoga ketiga kandidat presiden kita adalah manusia Indonesia pilihan yang ksatria, jujur, dan adil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone