LSI: Pemilih SBY Sarjana, Mega Mayoritas SD

Survei

Survei

Lembaga Survei Indonesia (LSI) melakukan survei prilaku pemilih berdasarkan dari jenjang pendidikannya. Hasilnya, mayoritas orang yang memiliki gelar S1 lebih dominan memilih pasangan SBY-Boediono, sedangkan jenjang terendah yakni sekolah dasar, mayoritas pendukung Mega-Prabowo.

Direktur LSI Syaiful Mujani memaparkan, untuk jenjang sarjana pemilih SBY-Boediono mencapai 64 persen. Jumlah ini jauh diatas pasangan pasangan JK-Wiranto (13,2 persen) dan Mega-Prabowo (9,8 persen).

Ditingkatan SMA, pemilih SBY-Boediono masih dominan dengan perolehan 61,8 persen disusul Mega-Prabowo (12,9) dan JK-Wiranto (12,7). Untuk lulusan SMP, SBY-Boediono 54,5 persen, Mega-Prabowo 20,7 persen, dan JK-Wiranto 10,3 persen.

Sedangkan untuk lulusan SD, sebanyak 57,7 persen memilih SBY-Boediono, 23,8 persen menyontreng Mega-Prabowo, dan JK-Wiranto 8,8 persen. Bagi pasangan Mega-Prabowo, lulusan SD menjadi pemilih terbanyak jika dibandingkan dengan jenjang pendidikan lainnya.

Selain melakukan survei berdasarkan jenjang pendidikan, LSI juga melakukan survei memilih berdasarkan warga kota dan desa, kaum santri dan abangan, serta kalangan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. “Hasilnya, mayoritas pemilih tetap menyontreng SBY-Boediono,” tandas Syaiful Mujani, Kamis (9/7/2009). (teb)

Sumber : Ajat M Fajar - Okezone

6 Responses to LSI: Pemilih SBY Sarjana, Mega Mayoritas SD

  1. inggri July 11, 2009 at 1:53 pm

    ‘Pemilih SBY sarjana’. Ini membuktikan bahwa SBY dipilih bukan mengandalkan image, tp didasarkan kinerjanya. Bukti lainnya, Ibukota kita Jakarta SBY melesat jauh, diluar negeri yang nota bene org terdidik justru hampir semua tempat dimenangi SBY secara telak. Jadi, para capres & elit politik, mari kita buka mata & hati untuk menerima kekalahan secara ksatria. Sedangkan terhadap pelanggaran/ kecurangan tetap ajukan untuk diproses secara hukum, tapi jgn menganggap proses pilpres “tidak demokratis”, duniapun mulai kagum pada kita.

  2. rakyat aja July 11, 2009 at 4:46 pm

    Setuju … hal ini menunjukkan rakyat Indonesia udah pinter, tidak mudah dibohongi & diprovokasi oleh pernyataan2 yg menjatuhkan SBY. Apalagi dg janji2 surga yg ditawarkan. Rakyat dg intelektualitas yg dimiliki sudah bisa menganalisa, menilai & merasakan. Rakyat masih solid dg kepercayaannya pada kredibilitas & intelektualitas SBY untuk memimpin bangsa ini. Jadi para pengritik & tukang protes … musti hati2 dg keadaan rakyat Indonesia yg udah pinter … jangan diremehkan dan dibodohi. Pendidikan di Indonesia udah merata … terbukti dg data di atas kan!!!

  3. Bambang Pramudya July 11, 2009 at 7:48 pm

    Baik-buruk; kalah-menang; jujur-culas; demokratis-otoriter semua itu pasangan duniawi yang jelas harus ada. Tidak mungkin semua baik dan tidak mungkin juga semua jelek. Jadi CAPRES/CAWAPRES yang belum unggul berdasarkan quick count/hitung cepat untuk mengakui hasil sementara tsb. Berdasarkan pengamatan saya hasil hitung cepat yang gagal waktu pilkada JATIM, karena terbukti ada kecurangan. Tapi saya harap hitung cepat pilpres tidak seperti pilkada Jatim. Semoga calon pemimpin berpikir ilmiah jangan alamiah.

  4. wong cilik July 11, 2009 at 10:07 pm

    Ya namanya juga partenya wong cilik. wong cilik itu ya seperti itu. tukang becak, kuli panggul, pengemis, perampok, tikang kutil, copet, supir angkot, pelacur, penjudi, pedagang kaki lima dll. bila mega jadi presiden kan mereka akan lebih leluasa berusaha. becak akan bebas berkeliaran dikota. pelacur berkeliaran di taman kota, judi akan legal dimana mana, pkl akan bebas berjualan dimanapun dia mau. mungkin negara ini akan berubah total dari negara yang semrawut akan lebih semrawut lagi….
    menjijikkan.
    untungnya mega kalah total jjadi mimpi wong cilik tadi ga jadi kenyataan.

  5. Iwan July 14, 2009 at 3:19 pm

    LSI Nggak Mutu….orang2nya berpola pikir SD..

  6. Elkurnia July 14, 2009 at 8:37 pm

    Wait bro… please deh ah… pada dasarnya “torang samua basodara” so…
    janganlah menjejalkan kata-kata yang kurang enak dimata atau kalimat-kalimat yang tidak enak dibaca….. kesian diri kita sendiri…….

    bagi saudara-saudaraku yang jagoannya saat ini tidak menang, please bertapa, semedi, berzikir atau merenung untuk memahami kekalahan ini.

    INGAT… apa yang telah kalian “jual”, kurang laku dipasaran… so lakukan koreksi.
    Pencitraan ataupun penokohan yang kurang dihati “pasar” rakyat segera perbaiki.

    Maap banget ni yach… kalo terus-terusan menunjukkan sikap yang tidak simpatik dengan menghitamkan banyak kambing orang, seperti pepatah:
    “karena awak tak bisa menari, dikatakannya panggung yang goyah”
    maka yang terjadi banyak orang yang akan sewot karena kambingnya dihitamkan tanpa seijin yang punya kambing!!!!
    Akhirnya hal ini akan berdampak negatif pada proses pembangunan citra dan ketokohan jagoannya, dan bahkan bisa-bisa citra partai jadi terganggu.

    INGAT RAKYAT YANG MENENTUKAN!!!

    Mari kita tunjukan kemampuan kita sebagai politikus yang elegan, tidak seperti anak-anak kecil yang selalu mengatakan “curang!”, tidak adil! bila sedang kalah.

    Jangan lupa dengan adanya otonomi daerah, kekuatan politik di daerah menjadi sangat variatif, dan hal ini sebenarnya sulit dikendalikan oleh pusat.

    Nah, bila terjadi kecurangan di TPS-TPS itu kayaknya kreatifitas rakyat sendiri yang menginginkan pilihannya menang.
    Nah kalo itu terjadi diberbagai banyak tempat sehingga katanya sangat sistematis, itu tandanya mayoritaqs rakyat emang sedang kompak banget berjuang memenangkan pilhannya…
    COBA PIKIR…
    Bener kagak???

    Pis buat pendukung SBY yang menang, mari kita dukung dengan hati yang tulus dan ikhlas agar INDONESIA BAROKAH.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone