KPU Tak Netral?

Komisi Pemilihan Umum

Komisi Pemilihan Umum

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan dalam pertemuan dengan tokoh lintas agama, kemarin, ditengarai, Komisi Pemilihan Umum tidak netral dan berpihak pada salah satu calon presiden. Bahkan, dinilai ada anggota KPU yang setuju dengan slogan “satu putaran pilpres“.

Hal ini diutarakan Din saat hadir dalam peresmian gedung di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ciputat, Jumat (3/7) siang. Acara itu dihadiri pula oleh Jusuf Kalla dalam kapasitasnya sebagai Wakil Presiden.

“Kemarin kami kumpulkan tokoh lintas agama dan kami menuntut kenetralan KPU. Bahkan, saya SMS orang KPU yang kebetulan berasal dari Muhammadiyah. Saya ingatkan dia supaya bersikap netral. Jika KPU tidak netral dan berpihak, itu akan mencederai demokrasi dan akan mengkhianati hak-hak politik rakyat,” katanya.

Menurut Din, salah satu indikasi KPU tidak netral dan berpihak adalah dalam masalah spanduk sosialiasi pilpres dan adanya anggota KPU yang menyatakan persetujuannya dengan wacana pemilu satu putaran. “Saya bukan mengimbau, saya hanya menyatakan boleh jadi kalau hal-hal seperti ini terjadi terus, jangan-jangan rakyat justru akan memilih nomor satu atau nomor tiga karena rasa ketidakadilan. Sungguh ini saya ingatkan kepada KPU,” kata Din.

Sumber : KOMPAS Suhartono

3 Responses to KPU Tak Netral?

  1. h.hasan July 6, 2009 at 11:32 pm

    Ya namanya slogan mau satu putaran atau dua putaran sah-sah saja ngapain juga ikut-ikutan , jangan kita beranggapan bahwa KPu memihak sama salah satu calon, itulah politik, yang penting bagi petinggi agama kita nasehat KPU dengan kalimat wal adli walikhsan kan gitu pak kiai

  2. Satochid Sosrodiredjo July 7, 2009 at 12:29 am

    Yang tidak netral yah ngak siap kalah. Itu mah biasa di negeri kita. Kalah demo, kalah ngamuk, kalah macam2 deh, menyengsarakan rakyat kecil saja.

  3. Gutri July 7, 2009 at 6:38 am

    Maksud KPU adalah supaya hasil kerja KPU lebih produktif. Artinya tidak perlu kerja sampai 2 putaran. Niat KPU baik, tapi salah tempat. Siapa yang merekrut KPU ya….. KPU takut sama UU. Takut penjara. Sehingga tidak bisa kreatif dan solutif buat kepentingan demokrasi dan kesejahteraan rakyat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone