Peringatan untuk Yuddy Chrisnandi
Pertemuan Tommy Soeharto dengan Yuddy Chrisnandi, bakal calon Ketua Umum Partai Golkar, yang dikabarkan terjadi belum lama ini mengundang beragam tanda tanya.
Antara lain, benarkah pertemuan itu sebenarnya dirancang Yuddy agar nama putra bungsu mendiang Presiden Soeharto itu muncul ke publik. Dengan begitu dapat memecah dukungan internal partai beringin yang telah terkonsentrasi kepada saingan Yuddy, Aburizal Bakrie, sebagai calon ketua umum.
“Pertanyaannya, kenapa Yuddy dan Indra Piliang yang sama-sama tokoh muda Golkar, sepertinya menyambut Tommy dengan positif sekali,” kata pengamat politik LIPI, Siti Zuhro, di Gedung DPD RI, Jumat 21 Agustus 2009.
Aburizal Bakrie selama ini meraih dukungan masif dari internal Golkar, baik di tingkat elit maupun daerah. Sementara Yuddy masih kesulitan meyakinkan internal beringin untuk mendukungnya.
“Apakah Yuddy kemudian berpikir bahwa ia perlu seorang ahli gizi,” kata Siti.
Menurut Siti, Tommy memang memiliki sumber dana yang besar karena dia pengusaha. Sedangkan, Partai Golkar sendiri selama ini dikenal sebagai partai pragmatis yang menempatkan faktor kekuatan finansial.
Selanjutnya, Siti mengingatkan agar Yuddy tidak menjadi seorang Machiavellian demi memuluskan cita-cita menjadi ketua partai. Niccolo Machiavelli adalah seorang filsuf politik Italia yang terkenal karena nasihatnya bagi penguasa untuk mencapai tujuan dengan berbagai cara, termasuk menggunakan tipu muslihat.
“Yuddy harus diingatkan. Dia tidak harus menjadi Machiavelli,” katanya seraya mengatakan Yuddy adalah seorang calon ketua umum yang bagus dan potensial.
Dia mengatakan melibatkan Tommy sebagai pendukung dipastikan akan beresiko. “Selama ini Golkar sudah ditimpa banyak skandal. Apa masih perlu ditambah lagi,” kata Siti.
Sumber : Vivanews
Jum’at, 21 Agustus 2009, 14:29 WIB
Siswanto, Anggi Kusumadewi