Parpol Kritis Masih Dibutuhkan untuk Penyeimbang
Ketua DPP PAN Sayuti Asyathri mengatakan, kekuatan politik yang kritis terhadap kebijakan pemerintah tetap dibutuhkan untuk check and balances.
Hal ini dikatakannya terkait wacana koalisi Partai Demokrat dengan PDI Perjuangan. “Tidak bisa semua jadi propemerintah dengan koalisi. Kita butuh kekuatan kritis yang bisa check and balances,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/8/2009).
Meski demikian, Sayuti menganggap pendekatan yang dilakukan Partai Demokrat terhadap semua partai termasuk PDI Perjuangan adalah hal wajar. Karena, Demokrat memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai pemenang utama pemilu pengusung presiden dan wakil presiden untuk merangkul semua anak bangsa guna memperluas dukungan.
“Partai Demokrat biasa saja ada usaha seperti itu karena tangggung jawab pemerintahan ke depan berat. Banyak agenda belum selesai sehingga butuh dukungan besar,” katanya.
Dalam koalisi pemerintahan nantinya, dibutuhkan sebuah kerangka etika agar tidak menimbulkan persoalan seperti pada periode 2004-2009. “Misalnya nanti sikap kritis fraksi kepada kebijakan pemerintah tidak dicap pengkhianat,” ujar Sayuti.
Ditanya tentang pencalonan Taufiq Kiemas sebagai ketua MPR, dia menjawab diplomatis. “Ke depan tugas ketua MPR berat terutama mengakomdasi keinginan amandemen undang-undang dasar,” katanya.
Sumber : Okezone
Jum’at, 21 Agustus 2009 - 15:58 wib
Insaf Albert Tarigan