Maluku Utara Solid Dukung Aburizal

Aburizal Bakrie
Seluruh DPD Partai Golkar di Provinsi Maluku Utara solid untuk mendukung Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2009-2014.
“Semua pimpinan tingkat kota, kabupaten, dan provinsi menyatakan mendukung Aburizal,” kata Ahmad Hidayat Mus, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku Utara, Senin 7 September 2009.
Alasannya Aburizal dinilai mempunyai kematangan dalam berorganisasi.
Hidayat mengatakan hal itu dibuktikan Aburizal ketika memimpin organisasi Kamar Dagang Indonesia dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia.
Kemudian, kata Hidayat, dibuktikan lagi ketika Aburizal mendapat dua kali penugasan sebagai menteri di Kabinet Indonesia Bersatu. Dan Hidayat menilai tugas dari pemerintah itu sukses dikerjakan Aburizal.
Partai Golkar Maluku Utara juga menilai Aburizal memiliki perhatian dengan partai berlambang pohon beringin di tingkat daerah.
Antara lain diperlihatkan Aburizal ketika mengunjungi daerah-daerah baru baru ini. Dan hal itu dinilai memberikan dampak positif, baik bagi Aburizal maupun daerah yang dikunjungi.
Kendati mendukung Aburizal, bukan berarti orang Maluku Utara tidak menganggap cerdas tiga kader beringin lainnya yang juga berniat maju ke bursa pencalonan. Mereka adalah Ferry Mursyidan Baldan, Surya Paloh, dan Yuddy Chrisnandi.
Mereka semua tetap dinilai sebagai kader beringin yang punya bobot, prestasi, dan militansi untuk membangun partai.
“Tapi, karena memang teman-teman daerah butuh pemimpin yang dekat dengan rakyat.
Maluku Utara berharap agar kelak setelah terpilih, Aburizal mampu membawa partai beringin berjaya kembali.
“Kami ingin, keberhasilnnya mengelola Kadin dan Hipmi itu terulang di partai,” katanya.
Semua kader Partai Golkar mempunyai peluang ikut bursa pemilihan. Tapi, kata Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Malkan Amin, setidaknya ada tiga syarat mendasar yang harus mereka penuhi.
Pertama, mereka harus pernah menjadi pengurus Partai Golkar selama satu periode (lima tahun).
Syarat kedua ialah mereka harus mempunyai kelakuan baik dan tidak terjerat kasus hukum.
Tapi, kata Malkan, dua persyaratan itu belum cukup untuk menjadi modal keluar sebagai pemenang bursa.
Sebab, nanti mereka masih akan dibahas dengan berbagai macam pertimbangan dalam Musyawarah Nasional.
Partai akan menilai mereka apakah mereka benar-benar memiliki cukup pengetahuan. Apakah mereka memiliki perhatian serius terhadap kemerosotan partai beringin, terutama dalam lima tahun terakhir. Serta bagaimana visi dan misi mereka memajukan partai.
Sumber : Vivanews
Senin, 7 September 2009, 12:21 WIB
Siswanto