Langkah Tommy Mulus Bila Golkar Tabrak Aturan

Peluang Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) dapat mengikuti bursa pemilihan Ketua Umum DPP Partai Golkar diprediksi sangat kecil. Sebab, putra mendiang Presiden Soeharto yang juga pembina Partai Golkar terganjal masalah prosedur pencalonan.
“Parameternya, karena persoalan persyaratan AD/ART. Kedua juga persoalan dedikasi dan loyalitas,” kata Lili Romli, pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Selasa 25 Agustus 2009.
Kecuali, kata Lili, jika DPP Partai Golkar bersedia mengesampingkan dua prosedur itu, maka langkah Tommy maju menjadi salah satu calon ketua umum mulus. “Kalau itu dilabrak berarti besar peluangnya,” kata dia.
Kehadiran nama Tommy menjelang Musyawarah Nasional Partai Golkar dapat dikatakan berhasil memecah konosentrasi di tengah-tengah proses kampanye para calon Ketua Umum DPP Partai Golkar.
Kemunculan pengusaha Tommy yang sering disebut sebagai pangeran dari Cendana itu sekaligus membuat kalangan elit partai beringin berhati-hati untuk menentukan sikap.
“Belum ada yang bersuara keras (elit Partai Golkar). Mereka juga hati-hati terhadap kehadiran Tommy karena kan anaknya Soeharto dan banyak duit,” kata dia.
Soal apakah Tommy betul-betul tidak mampu memenuhi prosedur pencalonan itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Malkan Amin, mengatakan hal itu masih harus dicek kebenarannya.
“Karena belum tentu dia terganjal soal itu, jangan-jangan di masa lalu Tommy pernah jadi pengurus,” kata Malkan. “Ini seperti dengan Jusuf Kalla di Bali dulu, waktu itu banyak yang meragukan apakah dia bisa maju, tapi, ternyata bisa.”
Untuk mengecek keanggotan Tommy di Partai Golkar, kata Malkan, itu urusan Sekretaris Jenderal DPP partai. Tapi, kata dia, pengecekan semacam itu baru dapat dilakukan jika Tommy sudah resmi mengajukan permohonan mengikuti bursa pemilihan ketua partai.
“Sekarang ini tentu kami belum bisa mengecek. Bagaimana mau mengecek, orangnya saja belum pasti (maju),” katanya.
Malkan mengatakan sekarang ini masih ada waktu bagi kader Partai Golkar untuk mengajukan permohonan ikut bursa ketua partai. Penutupan pengajuan permohonan, kata Malkan, biasanya paling lambat 7×24 dari waktu pelaksanaan Musyawaran Nasional 4 Oktober 2009.
Seandainya kelak ternyata Tommy Soeharto tidak memenuhi prosedur untuk maju menjadi ketua umum partai, Partai Golkar tetap akan menerima Tommy sebagai pengurus partai.
“Kalau memang Tommy ada niat memberi dukungan ke partai, hemat saya menjadi salah seorang pengurus partai di bawah kepemimpinan ketua umum terpilih,” katanya.
Sumber : Vivanews
Selasa, 25 Agustus 2009, 10:40 WIB
Siswanto