Golkar Buka Pintu Lebar Untuk Tommy

Petinggi Partai Golkar
Keinginan Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) maju ke bursa pemilihan Ketua Umum DPP Partai Golkar belum dinyatakan secara formal ke partai beringin, akan tetapi kemunculannya telah sukses memecah konsentrasi dukungan kepada calon-calon lain.
Sebagian tokoh senior partai beringin langsung membuka pintu lebar-lebar menyambut Tommy, tapi ada pula yang meragukannya. Sebab, dia dinilai tidak aktif ikut mengelola organisasi itu sehingga langkah Tommy dapat terganjal. Apalagi, ada persyaratan bagi mereka yang ingin maju ke pemilihan ketua umum, harus pernah menjadi pengurus partai selama satu periode.
Soal apakah Tommy betul-betul tidak mampu memenuhi prosedur pencalonan itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Malkan Amin, Senin 24 Agustus 2009, mengatakan hal itu masih harus dicek kebenarannya.
“Karena belum tentu dia terganjal soal itu, jangan-jangan di masa lalu Tommy pernah jadi pengurus,” kata Malkan. “Ini seperti dengan Jusuf Kalla di Bali dulu, waktu itu banyak yang meragukan apakah dia bisa maju, tapi, ternyata bisa.”
Untuk mengecek keanggotan Tommy di Partai Golkar, kata Malkan, itu urusan Sekretaris Jenderal DPP partai. Tapi, kata dia, pengecekan semacam itu baru dapat dilakukan jika Tommy sudah resmi mengajukan permohonan mengikuti bursa pemilihan ketua partai.
“Sekarang ini tentu kami belum bisa mengecek. Bagaimana mau mengecek, orangnya saja belum pasti (maju),” katanya.
Malkan mengatakan sekarang ini masih ada waktu bagi kader Partai Golkar untuk mengajukan permohonan ikut bursa ketua partai. Penutupan pengajuan permohonan, kata Malkan, biasanya paling lambat 7×24 dari waktu pelaksanaan Musyawaran Nasional 4 Oktober 2009.
Seandainya kelak ternyata Tommy Soeharto tidak memenuhi prosedur untuk maju menjadi ketua umum partai, Partai Golkar tetap akan menerima Tommy sebagai pengurus partai.
“Kalau memang Tommy ada niat memberi dukungan ke partai, hemat saya menjadi salah seorang pengurus partai di bawah kepemimpinan ketua umum terpilih,” katanya.
Dengan menjadi pengurus partai, kata Malkan, Tommy dapat sekaligus mempersiapkan diri untuk maju lagi menjadi ketua umum partai periode berikutnya.
Jika Tommy kelak masuk menjadi pengurus partai, Malkan menyarankan agar dia tidak tidak dimasukkan untuk membidangi masalah antarlembaga.
“Karena itu tidak tepat. Karena dia kan tidak tidak dalam posisi bagaimana harus ke peresiden, ke wakil presiden, ke menteri dalam negeri,” katanya.
Posisi yang paling tepat untuk Tommy, kata Malkan, hanya Tommy sendiri yang dapat menjelaskannya setelah nanti masuk menjadi pengurus. Partai tinggal menyetujuinya dan memberikan kewenangan sesuai bidang yang ditekuni selama ini.
“Misalnya, dia itu tepat di posisi ketua yang membidangai wiraswasta yang ditekuni beliau.”
Sumber : Vivanews
Senin, 24 Agustus 2009, 12:26 WIB
Siswanto