Daerah Dukung PDIP Masuk Kabinet SBY

Megawati Soekarnoputri
DPD PDI Perjuangan Gorontalo mendukung kerjasama PDI Perjuangan dengan Partai Demokrat di pemerintahan di bawah pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono selama koalisi ini untuk kemaslahatan masyarakat.
“Selama APBN-nya pro rakyat, itu tetap akan kami support sepenuhnya,” kata Tony Yunus, Ketua DPD PDI Perjuangan Gorontalo, Rabu 5 Agustus 2009.
Sebab, kata Tony, jika program-program yang dibikin pemerintah sudah pro terhadap rakyat kecil, maka hal itu menjelaskan bahwa cita-cita PDI Perjuangan telah tercapai.
Selama APBN yang disusun pro rakyat, Tony mengatakan setuju untuk mendukung siapapun partai yang sedang memimpin pemerintahan.
Dalam konteks APBN pro rakyat, Tony mengatakan tidak ada persoalan bagi PDI Perjuangan untuk mengubah haluan dari oposan menjadi koalisi.
“Kami beroposisi selama APBN tidak pro rakyat. Kalau sudah pro rakyat ya, kami tidak ada persoalan lagi (berubah haluan),” katanya.
Ada keuntungan lain lagi yang diperoleh PDIP jika bekerjasama dengan pemerintahan. Yaitu, partai moncong putih dapat membangun kekuatan di birokrasi karena akan ada kader partai yang duduk di kabinet. “Kan selama ini tidak ada yang duduk kabinet,” katanya.
DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan juga mendukung koalisi PDI Perjuangan dengan Partai Demokrat. “Daerah pada dasarnya tidak ada masalah,” kata Bahrudin Syarkawi, Ketua DPD Kalimantan Selatan.
Apalagi, kata dial dalam acara dialog di stasiun TV One kemarin malam, Ketua Dewan Pertimbangan DPP PDI Perjuangan, Taufiq Kiemas, pernyataan-pernyataan suami Megawati Soekarnoputri dinilai menyiratkan keinginan kuat untuk merealisasikan koalisi itu.
“Pernyataan Taufiq Kiemas yang menyiratkan kesimpulan untuk kerjasama (koalisi),” kata Bahrudin.
Akan tetapi DPD Gorontalo dan Kalimantan Selatan menyerahkan sepenuhnya kepada DPP PDI Perjuangan untuk memutuskan apakah tetap konsisten menjadi oposisi atau menjadi koalisi.
Hal itu sesuai mandat keenam hasil Rapat Kerja Nasional DPP PDI Perjuangan ke VI yang menyerahkan kepada Megawati untuk mengambil langkah strategis dalam menyikapi dinamika, arah dan kebijakan politik partai ke depannya.
Koalisi kedua partai besar ini sekarang masih wacana. Tanda-tanda kedua partai akan bekerjasama ditunjukkan melalui pertemuan-pertemuan khusus antara petinggi kedua partai.
Bahkan, dalam beberapa kesempatan Taufiq Kiemas menjelaskan adanya kemungkinan koalisi itu.
Soal ini, Partai Demokrat sudah berkali-kali menegaskan bahwa membuka pintu lebar-lebar kepada partai yang selama ini memilih jalur oposisi itu untuk bergabung dalam kabinet.
Sumber : Vivanews
Rabu, 5 Agustus 2009, 10:04 WIB
Siswanto