Arah PDIP Tergantung Pendekatan Kiemas ke Mega

Megawati Soekarnoputri

Peta politik untuk pemerintahan dan parlemen lima tahun mendatang masih menyisakan satu potongan puzzle teka-teki. Hubungan harmonis antara Taufik Kiemas dan Susilo Bambang Yudhoyono pun menimbulkan wacana bakal lumernya PDIP yang dikenal sebagai partai oposisi, untuk masuk bersama ke dalam koalisi besar Demokrat.

Hingga kini, jajaran elit di Dewan Pengurus Pusat PDIP belum menentukan sikap resmi mengenai koalisi di pemerintahan ataupun parlemen, meski pendekatan politik di antara kedua partai sudah terjalin cukup hangat.

“Sekarang tinggal menunggu tarik menarik antara Mega dan Taufik Kiemas. Mereka mengalkulasi keuntungan dan kerugian jika partai beroposisi ataupun berkoalisi. Ini tergantung internal partai,” jelas pengamat politik LIPI Siti Zuhro kepada wartawan di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (21/8/2009).

Menurut dia, wacana merapatnya partai berlambang banteng moncong putih ke partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono mendapat kritikan dari kalangan muda PDIP.

Bila PDIP mencair untuk bergabung dengan koalisi Demokrat minimal dalam koalisi di parlemen periode 2009-2014, maka praktis, pemerintahan SBY ke depan bakal melenggang dengan mudah.

“Saya melihat PDIP sekarang mengarah pada keinginan berkoalisi. Ini sudah terlihat ketika petinggi Demokrat datang langsung ke kediaman Megawati Soekarnoputri,” tambahnya.

Pertemuan yang dihadiri Ketua Umum Demokrat Hadi Utomo dan Ketua Fraksi Demokrat di DPR Syarif Hasan ke kediaman Mega dua hari yang lalu memang hanya membahas ?kebersamaan’ kedua partai di legislatif. Sekretaris Jenderal PDIP Pramono Anung dengan tegas membantah bila pertemuan tersebut dimaksudkan membahas koalisi.

Saat ini, PDIP memang tengah menggalang dukungan politik dari fraksi-fraksi di parlemen untuk mengusung Taufik Kiemas sebagai Ketua MPR periode lima tahun mendatang.

Bila Demokrat memberi dukungan bagi Kiemas dan koalisi terbentuk di parlemen, maka, lanjut Siti, bukan tidak mungkin era pemerintahan SBY akan kembali seperti era Orde Baru. Di mana eksekutif memiliki kekuatan besar sementara legislatif kehilangan fungsi kontrolnya.

“Praktis Demokrat dan koalisinya tidak mendapat tantangan,” kata dia.

Sumber : Okezone
Jum’at, 21 Agustus 2009 - 12:30 wib
Ferdinan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone