Andi Arief dan Anas Didukung Masuk Kabinet

Anas Urbaningrum
Forum Eks Aktivis 98 Nusantara meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mempertimbangkan masuknya mantan aktivis 98, seperti Andi Arief dan Anas Urbaningrum, dalam kabinet SBY-Boediono, Selasa 4 Agustus 2009.
“Aktivis 98 memiliki kontribusi besar bagi reformasi politik yang melahirkan demokrasi multipartai dan Pemilihan Presiden langsung,” kata Akuat Supriyanto, Sekretaris Jenderal Forum Eks Aktivis 98.
Menurut Supriyanto, nama-nama itu layak diangkat menjadi menteri atau pejabat setingkat menteri dalam kabinet mendatang.
Forum aktivis ini menyebut beberapa pos menteri yang layak diduduki eks aktivis 98, seperti Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Menteri Negara Riset dan Teknologi.
“Sosok seperti Andi Arief, misalnya, kami anggap pas untuk menduduki posisi Menegpora atau Meneg PDT,” kata Supriyanto.
Hal itu didasarkan pada latar belakangnya sebagai tokoh muda yang aktif membina olahraga softbol dan sepakbola serta salah satu penggagas program BLT (Bantuan Langsung Tunai).
Permintaan agar SBY mengakomodasi mantan aktivis 98 didasari adanya kebutuhan mendesak dari bangsa Indonesia untuk mempersiapkan regenerasi kepemimpinan.
Supriyanto menambakan loyalitas kepada bangsa para mantan aktivis itu tidak perlu diragukan. Sebab, mereka telah membuktikan demi terwujudnya demokrasi, banyak aktivis yang menjadi tahanan politik, meninggal, atau hilang.
Di masa reformasi sekarang ini, kata dia, mereka juga telah menunjukkan sumbangsih yang besar bagi penguatan demokrasi.
Supriyanto mengharapkan SBY menjadikan momentum kemenangan Pemilu 2009 untuk mendorong tampilnya kaum muda, seperti yang pernah dilakukan Presiden Soeharto pasca perubahan politik 1966.
“Pada saat itu, banyak mantan aktivis direkrut masuk dalam pemerintahan. Antara lain, Cosmas Batubara dan Abdul Gafur,” lanjut alumnus UGM Yogyakarta dan IIUM Kuala Lumpur ini.
Sumber : Vivanews
Rabu, 5 Agustus 2009, 08:33 WIB
Siswanto, Nezar Patria
pilkada kab. gowa sul-sel diwarnai dgn kasus ijasah palsu, sy rasa itu prlu ada bukti yg signifikan krn masyarakat gowa sangat resah dgn itu. trims