Tuding Pencemaran Nama Baik, SBY Dinilai Reaktif

Susilo Bambang Yudhoyono
Pernyataan SBY soal ada pihak yang menuduh kubu Partai Demokrat melakukan kecurangan dalam pemilihan umum presiden, dinilai terlalu berlebihan.
Hal tersebut disampaikan Koordinator Pengkajian Demokrasi dan Negara Kesejahteraan Indonesia (Pedoman Indonesia) Fadjroel Rachman saat dihubungi okezone, Selasa (11/8/2009).
Fadjroel menegaskan pernyataan SBY seputar tudingan masalah kecurangan yang ditujukan kepada Partai Demokrat di Cikeas, Senin pada 10 Agustus kemarin, dapat diibaratkan pimpinan yang kebakaran jenggot.
“Sikap reaktif tersebut sebaiknya tidak ditunjukkan oleh seorang kepala negara di depan publik sehingga menimbulkan opini yang menyesatkan di masyarakat,” ungkapnya.
“Pernyataan itu berlebihan dari seorang kepala negara, tentunya akan lebih baik jika Presiden SBY menunggu keputusan pilpres daripada memberikan tanggapan yang berbeda,” tambahnya.
Menurutnya, presiden SBY harus bisa menghormati hukum dan mengambil jalur hukum sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku sehingga apapun hasil yang diputuskan oleh ketua MK dapat dihormati baik pihak penggugat maupun tergugat di meja persidangan konstitusional.
“Mestinya presiden bersikap sabar dan menerima keputusan MK apapun hasilnya pada hari Rabu nanti, bukan dengan menimbulkan permusuhan baru di masyarakat sehingga publik bertanya-tanya apa sih kecurangan sesungguhnya,” ujarnya.
“Kalaupun benar memang ada (tudingan parpol lain) sebaiknya dilaporkan ke polisi karena ini negara hukum dan bertindak sesuai hukum bukan melalui pernyataan berlebihan,” imbuhnya.
Sumber : Okezone
Selasa, 11 Agustus 2009 - 09:45 wib
Anton Suhartono