Tak Efektif, Kemenneg PP Sebaiknya Dihapus

Siti Zuhro
Komposisi menteri di kabinet Yudhoyono jilid dua masih menjadi teka-teki yang menarik.
Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menilai, pos Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan selama ini belum efektif. Karena itu, kementerian tersebut baiknya dicoret dari susunan kabinet SBY-Boediono.
?Pemberdayaan perempuan maju karena LSM yang memberikan advokasi. Jadi tidak menjadi tanggung jawab pemerintah. Seharusnya dibentuk direktorat saja yang masuk ke Departemen Pendidikan Nasional,? katanya, Selasa (1/9/2009).
Menurut Siti, direktorat tersebut akan mencakup Pusat Pendidikan Perempuan yang selama ini masih terpinggirkan, terlebih ada kesenjangan dalam bidang pendidikan antara perempuan dan laki-laki.
Terkait peluncuran buku prediksi susunan kabinet SBY-Boediono, kabinet yang digambarkan terkesan hanya berdasarkan popularitas dan track record masing-masing calon.
?Contoh, Sri Mulyani masih tetap memegang posisi Menteri Keuangan, walau masih kasus dan Siti Fadilah Supari tetap menjadi Menteri Kesehatan,? paparnya.
Sumber : Okezone
Selasa, 1 September 2009 - 20:06 wib
Irma Yani