Seribu Alasan Adhyaksa Mundur dari DPR

Adhyaksa Dault
Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) Adhyaksa Dault memutuskan untuk mundur sebagai calon anggota DPR terpilih 2009 dan memilih menyelesaikan tugasnya sebagai menteri hingga masa jabatannya berakhir.
Apa yang melatari keputusannya mundur dari DPR? Saat berada di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (9/9/2009), Adhyaksa menjelaskan perihal kemundurannya sebagai wakil rakyat. “Saya memutuskan untuk mundur dari anggota DPR sudah dua minggu lalu. Kenapa? Karena saya besama teman-teman masih ada tugas justru diakhir masa jabatan kami,” ujarnya.
Adhyaksa mengatakan, dirinya mendapat tugas dari Presiden SBY untuk menangani kepemudaan yang sebelumnya tidak ada kantornya. “Sudah dua periode enggak ada, sertijab pun tidak ada, karenanya kita buat UU Olah Raga. Saya tidak mau membagun istana di bawah gelar pasir. Karenanya kita membagun sebuah rumah tapi pondasinya kuat, maka dalam waktu satu tahun jadilah UU Olah Raga,” paparnya.
Dia menambahkan hari ini di DPR membawa pidato Rancangan Undang-undang Kepemudaan, “Kalau saya ambil menteri dan ambil ujungnya, saya ambil di DPR buat saya pribadi untung. Jadi anggota DPR, saya dapet rumah, saya dapat gaji. Tapi kalau saya dapat menteri sebentar lagi dong, tapikan kalau ini tidak ada yang mengawal,” terang Adhyaksa.
Sebab itu, dia mengajukan surat kepada Presiden SBY untuk mundur dari anggota DPR. “Saya ingin ini selesai dulu ujung-ujungnya yaitu UU Kepemudaan, jadi siapapun menteri yang datang sudah enak dia, karena sudah ada landasan hukumnya tinggal jalan. Kita itu kira-kira babat halangan. Nah ini perintah Bapak Presiden waktu itu,” ungkapnya.
Adhyaksa buka-bukaan, “Kalau mau dipikir pribadi uang sudah habis, kampanye sudah jauh-jauh kan, dan teman-teman di daerah justru mendukung. Kalau ada satu dua suara ya biasalah yang enggak milih kita justru yang ramai. Jadi dasarnya itu.”
Jadi tidak ada masalah dengan pemilih bapak yang kecewa? “Yang kecewa yang mana? Banyak surat-surat yang menndukung. Ini yang jadi masalah kan orang aja, ada satu orang yang ribut waktu saya maju juga ribut itukan biasa,” tuturnya.
Adhyaksa menambahkan, “Ada yang bilang saya sudah tahu akan jadi menteri lagi, demi Allah saya tidak tahu apa-apa. Mau jadi menteri atau tidak saya enggak tahu. Kalau saya tidak jadi menteri saya jadi dosen saja. Sebentar lagi saya lagi kejar guru besar. Yang penting tugas amanat Pak SBY kepada kami selesai dengan baik ada pondasi olah raga dan pondasi kepemudaan.”
Kalau nanti dicalonkan sebagai menteri lagi gimana? “Ya alhamdulilah, jadi menterikan kepercayaan engak jadi menteri saya pun ngajar. Saya sudah dapat doktor di kelautan dan perikanan. Saya ngajar S3 di Undip, saya lagi mau mengejar profesornya di situ.”
Sumber : Okezone
Rabu, 9 September 2009 - 14:04 wib
Insaf Albert Tarigan