Publik Tak Soal Keluarga Menteri Berbisnis

SBY - Boediono
Survei terbaru bertema ‘Prospek Kabinet dan Koalisi Parpol 2009-2014′ yang dirilis Indo Barometer hari ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia tidak keberatan apabila anggota keluarga menteri membuka bisnis atau berbisnis.
“Sebanyak 50,3 persen responden berpandangan bahwa seandainya seseorang diangkat menjadi menteri, maka anggota keluarganya boleh saja berbisnis apapun,” ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari, dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.
Lebih lanjut, Qodari menjelaskan bahwa hanya 30 persen responden yang tidak setuju apabila keluarga menteri membuka usaha.
Mereka yang keberatan dengan bisnis keluarga menteri, 65,8 persen di antaranya beralasan bahwa hal tersebut perlu dihindari untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, dan 30,3 persen lainnya beralasan agar pekerjaan sebagai menteri tidak terganggu dengan urusan bisnis keluarga.
Sementara mereka yang tidak keberatan dengan bisnis keluarga menteri, 69 persen di antaranya beralasan bahwa berbisnis adalah hak setiap orang, dan 28,7 persen lainnya beralasan bahwa menteri dan pebisnis adalah profesi yang berbeda dan tidak ada sangkut pautnya.
Bahkan, bila bisnis yang dilakukan oleh keluarga menteri tersebut tidak berhubungan dengan proyek pemerintah, tingkat persetujuan dari responden naik menjadi 66,3 persen.
Survei Indo Barometer kali ini dilangsungkan pada tanggal 18-26 Agustus 2009 di 33 propinsi di seluruh Indonesia, dengan jumlah responden sebanyak 1200 orang, dan margin of error sebesar 3 persen.
Sumber : Vivanews
Kamis, 3 September 2009, 18:25 WIB
Siswanto, Anggi Kusumadewi