Prabowo: Kami Bicarakan Pemilu yang Tak Beres

Prabowo Subianto

Prabowo Subianto

“Agenda kami terus membicarakan perkembangan proses pemilu. Banyak kecurangan.”

Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya, Prabowo Subianto, mengatakan salah satu agenda yang dibicarakan dalam pertemuan sejumlah tokoh politik di rumah Megawati Soekarnoputri, siang ini, yaitu membicarakan dugaan kecurangan selama pemilu.

“Agenda kami terus membicarakan perkembangan proses pemilu yang tidak pernah beres. Banyak kecurangan,” kata Prabowo yang diusung menjadi calon presiden oleh Partai Gerindra, sebelum pertemuan tokoh politik itu dimulai.

Kecurangan yang dimaksud Prabowo, antara lain, adanya masyarakat yang sebenarnya memiliki hak pilih, namun tidak terdaftar sebagai pemilih di pemilihan legislatif 9 April. Akibatnya, mereka tidak dapat memilih. Kasus itu diduga merupakan rekayasa pihak yang memiliki otoritas.

Sementara itu, tokoh yang hadir dalam pertemuan di rumah Megawati, calon presiden dari PDIP itu, antaralain mantan Presiden Abdurrahman Wahid, mantan Kepala BIN AM Hendropriyono. Ketua Majelis Syura Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra didampingi Ketua DPP PBB Yusron Ihza Mahendara.

Sumber : VIVAnews

18 Responses to Prabowo: Kami Bicarakan Pemilu yang Tak Beres

  1. Mr.Guth April 16, 2009 at 1:00 am

    Mas Bowo anda kan mantan petingi militer, mestinya tahu aturan hukum kumpulkan bukti yg kuat baru menggugat jangan gembar gembor dulu sebelum bukti anda kuat. kok saya menangkapnya kaya ada udang dibalik batu (urang ndelik He..he) mbingungke rakyat, jarene meh minterke rakyat kok jebule mbodoke rakyat

  2. sutanto April 16, 2009 at 8:10 am

    Bagaimana anda yakin kalau warga yg tadinya tidak terdaftar adalah pemilih partai
    anda?bagaimana kalau ternyata mereka pemilih partai lain?
    Pak Prabowo, sifat ketidak legawaan bapak membuat saya yg tadinya golput, punya alasan kenapa saya akan memilih SBY nantinya. Yaitu, tidak membiarkan anda memimpin negara ini.
    Beribu maaf dari saya.

  3. tigor April 16, 2009 at 2:24 pm

    idealnya perempuan milih perempuan untuk urusan pemilu. tapi kalau perempuan pun tak pilih perempuan, apakah perempuan itu masih perempuan?

  4. Dark Angel April 17, 2009 at 1:01 pm

    Mengutip Kata kata Prabowo:
    ####Kecurangan yang dimaksud Prabowo, antara lain, adanya masyarakat yang sebenarnya memiliki hak pilih, namun tidak terdaftar sebagai pemilih di pemilihan legislatif 9 April. Akibatnya, mereka tidak dapat memilih. Kasus itu diduga merupakan rekayasa pihak yang memiliki otoritas.#####

    kalau ada masyarakat yang Belum/Tidak Terdaftar Itu Namanya Kesalahan Data .Bukan Kecurangan Boss…Lagian Pihak otoritas Emangnya Bisa Milihin Mana Yang Demokrat mana yang Gerindra…yang pasti Tuh Orang orang yang Mendukung Gerindra memang Tidak Terdaftar di negara Indonesia
    Terdaftanya di Negara KURAWA sono…

  5. Mr.Guth April 17, 2009 at 1:43 pm

    Astaghfirulllhal ‘azhiim. 3x
    Maafkan aku yang ketularan jadi tukang penghujat, kali ini aku mau coba berfikir rasional aja ah dan sedikit entho2 cerita.
    Sebenarnya untuk memimpin bangsa kita ini cukup susah mungkin orang setara Obama atau pun Bush tak mungkin bisa memimpin bangsa ini yang elit politiknya penuh rekayasa tak punya jiwabesar serta tak punya jiwa seorang negarawan. Coba kita renungkan Paska Reformasi banyak rakyat kita dengan bangganya menjarah, Mengkapling tanah yang bukan miliknya dengan dalih macam2. Buangsampah seenaknya,tebang pohon seenaknya, premanisme marak, preman berjubah surban apalagi dengan entengnya membawa bendera agama setelah menjadi bencana masih belum sadar, mereka menyalahkan pemerintah lagi kasak kusuk bahwa ini terjadi karena kutuk dari Tuhan karena pemimpinnya.
    Betapa nyatanyanya pemerintah memberikan macam kesejahteraan Al: BLT, Sekolah Murah/gratis, Rumah Sakit Gratis. hanya karena belum merata e masih dikomentari yang begini yang begitu yang untuk kampanye kek, mereka lupa, seperti blt orang semua merasa KERE berebut pengin mendapatkan blt. dinegara maju seperti amerika itupun ada macam blt tetapi mereka malu menerima, masih ingat kasus ayu ashari yang melahirkan anak disana mendapatkan jaminan sosial tapi digugat karena memiliki kartu kridit, ada lagi cerita di negeri belanda disanapun ada semacam blt justru yang menerima kebanyakan dari mantan org RMS masyarakat sana malu menerima santunan. disini malah dimanfaatkan oleh elit politik yang tidak punya kemampuan (conto diatas seperti preman, preman berjubah, pembalakan kayu) untuk nembak pemerinah.
    Untuk Elit politik berpolitiklah secara fair play jangan mnyengsarakan rakyat, jangan membodohi rakyat itu tak mendidik.

  6. satochid April 17, 2009 at 6:22 pm

    Prabowo-Prabowo, kasihan orang ngak masuk DPT yang disalahkan pemerintah, Saya anjurkan sampeyan rak tinggal dikampung / kota. Tolong sekali-sekali datang ke Kelurahan atau tanya RT/RW bagaimana mereka mendaftar warga, Ini saya beri tahu warga disodori form isian dikasih tau untuk mengembalikan dalam satu minggu ngak juga diisi, bagaimana? Mau jadi RW pastinya ngak mau kan .Salahkan tanyakan ke ketua KPPS juga bagaimana sulitnya mencari orang, seperti sampeyan pasti sulit lha wong omahe okeh, mungkinjuga mereka2 juga begitu,Dikampungku wae okeh sing podo duwe omah alamate yo kono kene, dogoleki angel, piye.atau suruh si Taslam nyba jadi RT ngurusi warga.

  7. Tolib Supartono April 17, 2009 at 11:33 pm

    Biasa, gayanya orang yang gak siap kalah. Saya termasuk pengurs harian Partai besar namun bukan Demokrat atau golkar. Didapil saya, Demokrat memperoleh suara yang signifikan. Namun kami dan teman-teman juga mengakui bahwa perolehan suara demokrat tersebut bukan hasil rekayasa atau DPT yang direkayasa namun kepopuleran SBY-lah yang mempunyai daya magnit tersendiri bagi pemilih. bahkan caleg-caleg Demokrat gak di dapil kami malah gak ngoyo-ngoyo untuk kampanye. Ingat…. hai Prabowo, Megawati, Rizal Romli, Wiranto, Haryanto Taslam dan semua elit politik yang tergabung partai yang gak siap kalah, bahwa komentar anda semua dibaca oleh orang-orang desa sebagai Elit-elit politik yang gak siap kalah. terlalu PD seakan-akan banyak yang senang kepada kalian tetapi ternyata tidak.

  8. sa April 19, 2009 at 2:29 pm

    ah…maklumlah namanya juga jendral karbitan,..kalo protes paling lantang., slalu mrasa paling benar, masih untung partai lu nga masuk degradasi kyk liga inggris / serie A italy

  9. A.Indra. April 22, 2009 at 12:09 am

    OK Bos, kecurangan harus dikikis habis. Kalau kecurangan tidak bisa dihabisin, kapan negara ini bisa maju. Ketegasan ala prabowo saya dukung habis. semoga berhasil, demi membangun bangsa ini.

  10. Andre Witjaksono April 22, 2009 at 1:14 am

    Bagus, masih ada elite partai yang peduli dengan kecurangan pada Pemilu terburuk di era repotnasi, dimana elite partai memperebutkan kursi wapres yang ditawarkan oleh sang ketua dewan pembina partai demokrat sampai2 partai2 terpecah belah gara tawaran pepesan kosong tsb.
    peduli pada kecurangan bukan berarti tidak siap kalah,
    apa jadinya bangsa ini kalo semua orang diam dan mendukung segala carut marut pemilu 2009 dan hanya mengejar kursi kekuasaan?
    LANJUTKAN JENDRAL!

  11. bunga septia April 22, 2009 at 10:52 am

    Ass. Mas Andre benar.Harus dikikis habis kekisruhan pemilu 2009. Tapi apakah hanya pemerintah saja dan KPU?Lha parpol apa yan cuma kritik sana kritik sini?Lha kekisruhan ini kan parpol juga bertanggungjawab, pemutkhiran DPT diserahkan KPU yang dibantu Parpol dan masyarakat?Berarti Pak Bowo juga bertanggung jawab sebagai ketua partai, kalaumenuntut, pak Bowo juga ikut dituntut lha wong ikut bertanggungjawab sebagai ketua Parpol.Jangan hanya pemerintah aja yang disalahkan , secara teknis KPU dan parpol saling membantu, kan DPT ini kesalahan teknis, sebenarnyya ya KPU dan Parpol pesrta pemilu lah yang bertanggung jawab. sudah suiap menggugat diri sendiri Pak Bowo?saya salut sma Indonesia, orang yang bersalah menutut dirinya sendiri bersalah, hebat,hebat lanjutkan Pak Bowio , temukan bukti2 sebanyak2nya biar KPU dan anda bisa sama2 masuk bui.

  12. bambang April 22, 2009 at 3:32 pm

    tiap hari kok yang dibahas kecuran melulu
    kapan membahas agenda membangun bangsa yang besar ini.
    bergabung kok dengan orang yang pernah memimpin tapi tidak berhasil emang mau tidak berhasil juga

  13. bunga septia April 22, 2009 at 4:43 pm

    Ass. Wah komentare mas bambang mung sitik tapi pedes tur langsung kena , bener mas apa yang mas omongkan, mereka sibuk mencari2 kesalahan sampai lupa memikirkan bagaimana membangun negara.Lha kok mbangun negara, lha wong mau koalisi aja malah lupa padahal pilpres semakin dekat, ya biar aja sibuk nyari2 kesalahan biar lupa gak nyalonin pilpres he h eh eh.Biar capres tunggal aja biar gak mumet rakyate.

  14. tsubowo April 22, 2009 at 5:24 pm

    Sebelum pelaksanaan pemilu banyak yg menyatakan golput, apakah ini yg dipermasalahkan oleh beliau tdk msk dlm DPT, basi deh!. Lebih baik beliau berkonsentrasi memperbaiki citra diri utk maju dlm pilpres mendatang. Harus diwaspadai arah pembicaraannya, jgn sampai mengulangi duet dalang kerusuhan Mei 1998, yg satu pendemo, dan lainnya perusuh. Rakyat kita sdh mulai dewasa dan tdk mudah dihasut kembali.

  15. Alinudin April 25, 2009 at 7:49 am

    Pak Prabowo, bukan hanya masalah DPT yang tidak beres, tapi banyak masalah lain, dan yang paling parah di Daerah kami, penguasa memerintahkan para Pejabat/PNS, para Kepala Desa, Sekdes yang PNS, harus memilih/ memenangkan Partai Penguasa, kalau tidak diancamakan dipindahkan/dicopot..
    Kebetulan dua orang Bupati di Daerah kami dua-duanya Ketua Partai Demokrat. Hasilnya suara Partai lain anjlok. Rupanya masih berjalan sisten Diktator di Negeri ini, belum demokrasi. Kalau Pak Prabowo jadi Pres/Wapres tolong dibuat yang terbaik dan ditegakkan Demokrasi. Biar Masyarakat tidak merasa seperti dijajah oleh Penguasa di Daerah.

  16. gerinderuwo April 27, 2009 at 11:36 am

    reporter: halo pak prab, gimana komentar anda soal hasil quick count dan real count pemilu kemarin..?

    prab: ah curang itu.. jelas curang pemilunya..! nggak beres itu.. kami udah dicurangi..

    reporter: apa buktinya pak..?

    prab: ya itulah buktinya, mosok gerindruwo cuma dapat 4 persen.. pokoknya kalo partai saya kalah artinya pemilunya curang, dan tdk beres. kalo partai saya menang brarti pemilunya beres, jujur dan tidak curang..

    reporter: termasuk kalo anda tidak terpilih jadi RI-1..

    prab: ya jelas itu, jadi definisi curang dan tdk beres itu ada dua yaitu kalo partai saya cuma dapat suara dibawah 20 persen, dan kalo saya tidak jadi presiden..

    reporter: apakah anda juga akan nuntut kpu..?

    prab: wah ya jelas itu.. kami sudah siapkan sejumlah pengacara utk tuntut kpu..

    reporter: apa tuntutannya pak..?

    prab: saya akan nuntut agar partai saya ditetapkan sebagai pemenang pemilu 2009 dan saya diangkat jadi presiden periode 2009-2014.

    reporter: kalo tuntutan anda ditolak gimana?

    prab: ya jika pakai jalur hukum gagal, mungkin saya akan pakai jalur klenik, apalagi di partai saya kan ada fungsionaris yg juga paranormal..

    reporter: bisa agak dijelaskan jalur klenik itu seperti apa..?

    prab: ya.. anda tau sendirilah itu, yg jelas kita akan semedi, bakar menyan, mandi kembang, ruwatan anggota, termasuk pakai cara yg ekstrim yaitu santet..

    reporter: ngga sekalian ganti nama partai, pak. mungkin partai anda keberatan nama..

    prab: yaah.. itu akan kami pertimbangkan nanti, tapi yg jelas kami akan pakai slogan baru..

    reporter: apa tuh pak..

    prab: tuntutan ditolak, dukun bertindak..

    :D

  17. panwas-loe..gileee May 2, 2009 at 9:54 pm

    hey mas alinudin yg tgl 25 april 2009……saudara ada di da-pil mana..? jangan cuma bisa teriak2 kecurangan tapi daerahnya nga di sebut in dan sebut in jg donk nama2 pejabat tsb..!!! kalo ada bukti2nya bawa aja ke kantor panwas-loe… biasa ngomong ma ember ya mas..?

  18. april May 23, 2009 at 11:04 pm

    Ya ampun, kenapa sih masih saling menghujat dan merasa dirinya paling bener. Dulu waktu zaman orba tidak ada yang berani berkoar. Kalau mau jadi pemimpin koreksilah diri sendiri dulu baru koreksi orang lain, apakah diri kita sudah layak tuk jadi pemimpin apa belum. Sekarang sudah bukan zaman tuk saling menjatuhkan lagi, tapi sudah saatnya kita semua bersatu untuk membangun negeri kita agar damai dan sejahtera, bukan saling menjatuhkan dan saling mencari muka ma rakyat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone