Pengamat: PAN Pecah karena Penyokong Dana Tak Ingin Rugi

Rocky Gerung

Rocky Gerung

Perpecahan di tubuh Partai Amanat Nasional (PAN), dinilai bermuasal dari hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) yang di bawah target. Karena tidak ingin mendapatkan kekalahan lagi, para penyokong dana partai berlambang matahari biru ini ingin memastikan PAN berdampingan dengan partai yang berpotensi memenangkan Pilpres.

Demikian diungkapkan pengamat politik dari Universitas Indonesia Rocky Gerung saat berbincang dengan okezone, Senin (4/5/2009).

“Perpecahan terjadi dari variabel internal distribusi ideologi yang tidak utuh (solid) dan retak sehingga berubah menjadi ideologi uang. Lalu menyebabkan gangguan potensi saling menyalahkan di mana hasil rekapitulasi suara yang tidak sesuai dan anggaran yang melampaui dari harapan,” ujar Rocky.

Setelah tidak memperoleh hasil yang memuaskan di Pileg lalu, para penyokong modal, di luar Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir, tidak menginginkan PAN mendapat kerugian lagi, dan PAN harus menjadi menjadi partai pemenang dalam Pilpres dengan strategi menembak sasaran tepat ke sumber kekuasaan. Oleh karena Partai Demokrat berpeluang besar memenangi Pilpres, maka Hatta Rajasa dianggap orang tepat untuk melaksanakan tujuan tersebut.

Pasalnya Hatta merupakan kader PAN yang saat ini berada di lingkaran kekuasaan dan dekat dengan orang nomor satu Demokrat. “Kaderisasi di dalam partai PAN tidak jelas, sehingga tidak ada pengistilahan kader PAN. Melainkan panitia negosiasi yang memiliki dana untuk melakukan posisi tawar yang baik, dan Hatta Rahardja dianggap orang yang tune in dengan kekuasaan,” terang Dosen Filsafat Politik UI ini.

Sementara sikap pendiri PAN, Amien Rais, yang memutuskan merapat ke Partai Demokrat bukan merupakan tindakan yang tidak seharusnya dilakukan. Sikap ini akan menurunkan dari kaderisasi yang solid, yang selama ini dibangun oleh Soetrisno Bachir.

“Amien Rais tidak lagi sesuai dengan perannya sebagai penasehat internal PAN. Seharusnya Amien berada di luar negosiasi dan sebagai akal pemikir yang reformis,” tukanya. (hri)

Sumber : Yuni Herlina Sinambela - Okezone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone