Megawati Dinilai Lebih Baik Mundur dari Pemilihan Presiden

Andrinof Chaniago
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri dinilai lebih baik mundur dari kompetisi pemilihan presiden pada Juli mendatang. Pengamat politik Andrinof Chaniago menilai jika Mega memaksakan maju tak akan mungkin mengalahkan elektabilitas Yudhoyono dan menutup kaderisasi internal partainya.
“Kalau mega dipaksa maju sama dengan mempersiapkan kekalahan PDI Perjuangan 3 kali berturut-turut, sampai dengan 2014,” katanya dalam diskusi politik di Restoran Ayam Goreng Suharti, Minggu (03/05).
Menurutnya, Mega lebih baik memilih menjadi sosok negarawan dan mendukung kader baru di partainya untuk maju. Jika memaksakan diri maka dalam perjalanan ke 2014, PDI Perjuangan akan kehabisan stok tokoh baru dan di pemilu mendatang suaranya akan terus turun.
Saat ini, kata dia, partai banteng moncong putih itu berada ditengah kesulitan setelah Golkar memutuskan untuk mengusung Jusuf Kalla dan Wiranto sebagai pasangan capres. Partai yang tersisa juga masih belum jelas dukunganya akan beralih kemana.
Pilihan yang rasional, kata Andrinof, PDI Perjuangan harus membangun koalisi besar dengan tokoh baru serta mempersiapkan pembangunan partai untuk 2014. Ia menyarankan PDI Perjuangan mempersiapkan tokoh untuk mendampingi Prabowo Subianto yang elektabilitasnya dinilai lebih tinggi dan sanggup untuk menantang Yudhoyono. “Pilihan terbaik Ibu Mega saat ini adalah tidak maju dan bertindak sebagai king maker, pilihan ini baik untuk dia dan untuk PDI Perjuangan,” katanya
GUNANTO E S
kenapa bukan kader kader yang masih muda saja yang maju …bu mega auranya sudah meredup…kaleee
Ass. Sebenarnya menyuruh Ibu Mega mundur adalah seperti meyuruh Ibu Mega mejilat ludah sendiri di tanah . Itu hal yang sangat tidak bermartabat dan tidak terhormat.Ada hal yang lebih baik dilakukan yaitu : Bu Mega tetap capres dan mengambil cawapres dari gol muda PDIP. Sedangkan parpol pengususng koalisi diberi jatah kabinet saja. Jangan berpikir menang atau kalah yang penting bagaimana PDIP tetap eksis dan kuat. Kalo masih Bu Mega aja tiap pemilu, slmat tinggal PDIP di 2014, akan menjadi partai besar yang tinggal kenangan.
Wong mega merasa seorang ratu, disuruh mundur dr singgasana, ga mungkin kale!.
betul aku udah bosan -bosan…………………………..bos……………….an
ya eyalaaaaah.. ngomong “Merdeka!” aja kaya kaya mbok mbok jamu kalo tereak “jamu jamu” kagak ada energinya,, jauh banget ama Arroyo..
udah terbukti PDIP dak ada tokoh / kader yang bagus selain megawati ,makanya megawati dak pernah mundur dari kandidat capres.